Strategi Olahraga Efektif untuk Kaum Super Sibuk yang Dikejar Deadline
Refa - Wednesday, 10 December 2025 | 04:00 PM


"Tidak punya waktu" adalah kalimat klasik yang paling sering terlontar ketika seseorang ditanya mengapa berhenti berolahraga. Tumpukan pekerjaan kantor, jadwal kuliah yang padat, atau urusan rumah tangga sering kali menyita seluruh energi, menyisakan sedikit ruang untuk pergi ke gym.
Padahal, menjaga kebugaran di tengah kesibukan justru sangat krusial untuk menjaga stamina dan fokus mental. Berolahraga tidak harus menghabiskan waktu berjam-jam. Dengan strategi yang cerdas, tubuh sehat dan atletis tetap bisa didapatkan meski waktu yang dimiliki sangat terbatas.
Berikut adalah beberapa metode menyiasati waktu olahraga yang sempit namun tetap memberikan hasil maksimal.
Prioritaskan Intensitas daripada Durasi
Pola pikir bahwa olahraga baru efektif jika dilakukan minimal satu jam harus segera diubah. Bagi mereka yang sibuk, metode HIIT (High-Intensity Interval Training) adalah penyelamat. Metode ini berfokus pada latihan intensitas tinggi dalam waktu singkat, biasanya hanya 15 hingga 20 menit.
Kuncinya adalah memacu detak jantung hingga maksimal dalam durasi pendek, diselingi istirahat singkat. Misalnya, lari cepat (sprint) selama 30 detik, diikuti jalan santai 30 detik, dan diulang selama 15 menit. Riset membuktikan bahwa pembakaran kalori dari sesi singkat namun intens ini bisa setara, bahkan melebihi, lari santai (jogging) selama satu jam. Efek pembakaran kalorinya pun terus berlanjut bahkan setelah selesai berolahraga (afterburn effect).
Terapkan Konsep "Exercise Snacking"
Jika menyisihkan waktu 30 menit sekaligus terasa mustahil, cobalah memecahnya menjadi bagian-bagian kecil sepanjang hari. Konsep ini dikenal sebagai exercise snacking atau "ngemil" olahraga.
Tubuh tidak bisa membedakan apakah olahraga dilakukan sekaligus atau dicicil. Melakukan gerakan fisik selama 10 menit di pagi hari, 10 menit saat jam istirahat makan siang, dan 10 menit sepulang kerja akan memberikan akumulasi 30 menit latihan harian. Aktivitas ini bisa sesederhana naik-turun tangga di kantor, berjalan cepat di area parkir, atau melakukan stretching dinamis di sela-sela pergantian meeting.
Fokus pada Gerakan Kompon (Compound Movements)
Saat waktu terbatas, hindari latihan isolasi yang hanya melatih satu otot saja, seperti bicep curls. Sebaliknya, pilihlah gerakan kompon yang melibatkan banyak sendi dan kelompok otot besar secara bersamaan.
Gerakan seperti squat, push-up, lunges, burpees, atau plank adalah pilihan terbaik. Satu gerakan squat, misalnya, sudah melatih paha depan, paha belakang, bokong, hingga otot inti (core) sekaligus. Dengan cara ini, seluruh tubuh mendapatkan stimulus latihan dalam waktu yang jauh lebih efisien dibandingkan melatih otot satu per satu.
Manfaatkan Waktu Tunggu
Waktu "mati" atau waktu menunggu sering kali terbuang percuma untuk melihat media sosial. Padahal, momen ini bisa diubah menjadi sesi olahraga mikro. Saat menunggu air mendidih untuk kopi pagi, menunggu unduhan file selesai, atau saat jeda iklan di televisi, tubuh bisa diajak bergerak.
Melakukan 20 kali squat atau push-up di dinding dapur saat menunggu masakan matang mungkin terdengar sepele. Namun jika dilakukan konsisten setiap hari, repetisi ini akan menumpuk menjadi ribuan gerakan dalam sebulan tanpa perlu menyediakan waktu khusus.
Jadikan Transportasi sebagai Sarana Latihan
Cara paling alami untuk berolahraga adalah dengan memasukkannya ke dalam rutinitas perjalanan. Jika memungkinkan, cobalah untuk berjalan kaki atau bersepeda menuju tempat beraktivitas. Jika menggunakan transportasi umum, turunlah satu halte lebih awal dan lanjutkan dengan berjalan kaki cepat menuju tujuan.
Bagi pengguna kendaraan pribadi, memarkir kendaraan di lokasi yang agak jauh dari pintu masuk gedung juga bisa menjadi trik sederhana untuk menambah jumlah langkah harian.
Siapkan Perlengkapan di Malam Sebelumnya
Hambatan terbesar untuk berolahraga di pagi hari yang sibuk sering kali adalah kemalasan menyiapkan barang. Mengeliminasi hambatan ini bisa dilakukan dengan menyiapkan baju olahraga, sepatu, dan botol minum sejak malam sebelumnya.
Melihat perlengkapan olahraga yang sudah siap di depan mata saat bangun tidur akan mengirimkan sinyal psikologis untuk segera bergerak. Bahkan, bagi yang bekerja dari rumah (WFH), langsung mengenakan pakaian olahraga sejak pagi bisa menjadi motivasi tersendiri untuk menyempatkan diri bergerak di sela-sela pekerjaan.
Kunci dari olahraga di tengah kesibukan bukanlah kesempurnaan atau durasi yang panjang, melainkan konsistensi. Bergerak sedikit tapi rutin jauh lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali.
Next News

Start Keras di Awal Tahun, Pembuktian Mental Juara Wakil Indonesia di India Open
a day ago

Evaluasi Langkah Aldila Sutjiadi di Hobart International 2026
a day ago

John Herdman Resmi Nakhodai Timnas Indonesia
2 days ago

Belajar dari Kekalahan Jonatan Christie: Ketika Kesabaran Menjadi Senjata Paling Mematikan di Lapangan
4 days ago

Menutup Paruh Musim dengan Manis dan Menjaga Asa Juara Bajul Ijo
4 days ago

Bukannya Sehat, Banyak Pemula Justru Cedera Gara-Gara 5 Kesalahan Ini
5 days ago

Masih Ngaku Nggak Punya Waktu Olahraga? Coba 5 Gerakan Ini di Kamar
5 days ago

Mimpi Buruk London Utara dan Lubang Menganga di Lini Serang The Lilywhites
6 days ago

Bukan Pelatih, Ini Peran yang Dipilih Messi Setelah Pensiun
7 days ago

Membangun Mentalitas Juara Lewat Tangan Dingin John Herdman di Timnas Indonesia
7 days ago






