Setelah 35 Tahun, Doraemon Benar-Benar "Pamit" dari Layar Kaca Kita
Refa - Wednesday, 07 January 2026 | 08:30 AM


Minggu pertama di bulan Januari 2026 (4/1) kemarin terasa berbeda. Biasanya, pukul 08.00 pagi adalah waktu sakral di mana anak-anak (dan orang dewasa yang menolak tua) duduk manis di depan TV. Namun, kali ini hening. Tidak ada lagu "Aku ingin begini, aku ingin begitu" yang menggema.
Berdasarkan penelusuran jadwal siaran resmi dan keramaian di media sosial beberapa hari terakhir, kabar burung itu ternyata fakta: Doraemon resmi tidak lagi tayang di RCTI.
Ini bukan sekadar libur seminggu atau dua minggu. Mulai awal tahun 2026, nama "Doraemon" telah menghilang sepenuhnya dari daftar program stasiun televisi yang telah menaunginya selama 35 tahun terakhir.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa perpisahan ini terasa begitu berat?
Akhir Sebuah Era, Bukan Sekadar Ganti Acara
Bagi Generasi Z dan Milenial, Doraemon di RCTI bukan sekadar kartun. Ia adalah penanda waktu. Ia adalah alarm alami yang membangunkan kita di hari libur. Ia adalah alasan kita buru-buru mandi agar tidak dimarahi ibu saat menonton TV.
Fakta bahwa ia berhenti tayang setelah hampir empat dekade (sejak 1990 di RCTI) menandakan satu hal menyedihkan. Era televisi konvensional sebagai pusat hiburan anak telah berakhir.
Anak-anak zaman sekarang tidak lagi menunggu hari Minggu untuk menonton kartun. Mereka punya YouTube, Netflix, dan TikTok yang bisa diakses 24 jam. Doraemon, sang legenda dari abad ke-22, akhirnya kalah oleh perubahan zaman di abad ke-21. Stasiun TV pun kini lebih memprioritaskan kartun animasi buatan lokal (seperti Kiko atau Bima S) yang lisensinya milik mereka sendiri, daripada harus membayar mahal lisensi asing yang penontonnya kian sepi.
Pindah Rumah atau Benar-Benar Pergi?
Meski sedih, kita harus realistis. Berhentinya tayangan di TV nasional tidak berarti Doraemon "mati".
Berdasarkan info yang beredar, lisensi penayangan di TV memang telah habis dan tidak diperpanjang. Namun, film-film layar lebar Doraemon (Stand By Me, Nobita's Earth Symphony) masih sering muncul di bioskop atau layanan streaming.
Robot kucing itu tidak hilang, ia hanya "pindah rumah". Dulu ia "tinggal" di ruang keluarga yang berisik dan hangat, kini ia pindah ke layar gadget yang sunyi dan personal. Kita masih bisa menemuinya, tapi rasanya tak akan pernah sama. Tidak ada lagi sensasi menonton ramai-ramai bersama adik atau kakak sambil rebutan remot TV.
Terima Kasih untuk 35 Tahunnya
Mungkin ini adalah pelajaran terakhir yang diajarkan Doraemon kepada Nobita (kita). Bahwa tidak selamanya kita bisa bergantung pada "kantong ajaib" masa lalu. Ada saatnya kita harus melepas kenyamanan lama dan menghadapi dunia baru yang terus berubah.
Next News

Kucing Bikin Biskuit, Side-Eye Ekspresif Anjing: Tingkah Lucu Hewan yang Ternyata Ada Artinya
7 hours ago

Bangkit Setelah Gagal SNBT: PTN Ini Masih Buka Jalur Mandiri Hingga Juni
12 hours ago

Legend is Back! BIGBANG Pilih JIS untuk Konser 20 Tahun di 2027
2 days ago

Rahasia Tetap Segar Meski Sibuk: Lebih dari Sekadar Kerja dan Tidur
2 days ago

Misteri Rasa Manis di Air Mineral: Fakta atau Cuma Iklan
3 days ago

Pisang Adalah Berry, Stroberi Bukan. Kok Bisa?
8 days ago

Dari Lendir Jejak Siput ke Wajah: Mengapa Lendir Siput Jadi Skincare?
8 days ago

Saat Laut Tak Kenal Batas Negara: Gempa di Filipina yang Membuat Indonesia Ikut Waspada
10 days ago

Jangan Kaget! 122 Program Studi Resmi Dihapus Tahun Ini
13 days ago

Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S. Deyang Pimpin BGN
15 days ago




