Ceritra
Ceritra Warga

Sering Mules Pas Mau Presentasi? Ini Penjelasan Medisnya

Nisrina - Wednesday, 04 March 2026 | 11:15 AM

Background
Sering Mules Pas Mau Presentasi? Ini Penjelasan Medisnya
Ilustrasi (hellosehat/)

Pernah nggak sih, pas mau presentasi di depan bos atau lagi nunggu giliran interview kerja, tiba-tiba perut rasanya melilit? Padahal kamu nggak salah makan, nggak lagi diare juga, tapi rasanya pengen bolak-balik ke toilet melulu. Atau sebaliknya, pas lagi patah hati atau stres berat karena deadline yang numpuk, selera makan kamu mendadak hilang atau malah jadi pengen ngunyah seblak level pedas mampus buat ngilangin penat? Fenomena ini bukan cuma kebetulan atau sugesti semata, lho. Di dunia medis, ini ada penjelasannya dan kerennya disebut sebagai Gut-Brain Axis.

Selama ini kita sering berpikir kalau kesehatan mental itu urusannya cuma di kepala. Kalau lagi cemas, ya ke psikolog. Kalau lagi depresi, ya konsul ke psikiater. Tapi riset terbaru menunjukkan kalau isi perut kita—alias usus—punya peran yang nggak kalah gede dalam menentukan apakah hari kita bakal penuh senyum atau penuh dengan overthinking yang nggak ada ujungnya. Usus kita itu sering dijuluki sebagai "otak kedua". Kenapa begitu? Mari kita kupas santai lewat artikel ini.

Ada 'Obrolan' Rahasia Antara Perut dan Otak

Bayangin kalau otak dan usus kamu itu kayak dua orang bestie yang lagi asyik WhatsApp-an 24 jam nonstop. Mereka saling kirim kabar soal kondisi masing-masing. Jalur komunikasinya nggak main-main, ada saraf besar namanya Vagus Nerve yang jadi kabel serat optik penghubung utama mereka. Lewat saraf ini, otak bisa ngasih tahu usus kalau dia lagi stres (makanya perut kamu mules pas cemas), dan usus bisa ngirim sinyal ke otak kalau dia lagi nggak nyaman gara-gara bakteri di sana lagi kacau.

Nah, di dalam usus kita itu ada ekosistem raksasa yang isinya triliunan mikroorganisme, mulai dari bakteri, jamur, sampai virus. Kumpulan makhluk kecil ini namanya mikrobioma usus. Kalau bakteri baiknya lagi menang banyak, mood kamu biasanya bakal stabil. Tapi kalau bakteri jahatnya yang lagi berkuasa—mungkin karena kamu kebanyakan makan gorengan dan jarang makan sayur—sinyal yang dikirim ke otak jadi negatif. Efeknya? Kamu jadi gampang cemas, gampang marah, atau merasa mendung terus padahal cuaca lagi cerah.

Serotonin: Si Hormon Bahagia yang Ternyata 'Anak Usus'

Mungkin kamu pernah dengar soal Serotonin. Ini adalah neurotransmitter atau zat kimia di otak yang bikin kita merasa tenang, bahagia, dan bisa tidur nyenyak. Banyak orang mengira serotonin itu diproduksi di otak. Padahal, faktanya sekitar 90 sampai 95 persen serotonin dalam tubuh kita justru diproduksi di sel-sel usus! Gila, kan?

Jadi, kalau kesehatan usus kamu lagi berantakan alias terjadi peradangan (inflammation) gara-gara pola makan yang amburadul, produksi serotonin ini bisa terhambat. Bayangin kalau stok 'pupuk bahagia' di tubuh kamu berkurang drastis, ya jelas aja mental kamu jadi lebih gampang kena mental breakdown. Makanya, istilah "you are what you eat" itu bukan sekadar slogan di poster gym doang, tapi emang ada sainsnya. Apa yang masuk ke mulut kamu hari ini, bakal nentuin gimana perasaan kamu besok pagi.

Lingkaran Setan Junk Food dan Kecemasan

Kita semua pasti pernah ngerasain fase pengen makan yang manis-manis atau yang ultra-processed pas lagi stres. Es krim, cokelat, atau boba kesukaan. Memang sih, pas makan itu rasanya ada dopamin yang langsung naik, kita merasa seneng instan. Tapi masalahnya, makanan tinggi gula itu musuh utamanya bakteri baik di usus. Gula bikin bakteri jahat berpesta pora, dan setelah efek manisnya hilang, kadar gula darah kamu crash.

Kondisi ini bikin tubuh stres secara biologis. Usus ngirim sinyal panik ke otak, dan otak meresponsnya dengan rasa cemas atau mood swing. Akhirnya apa? Kamu ngerasa butuh makanan manis lagi buat menenangkan diri. Ini yang namanya lingkaran setan. Kita makan sembarangan buat ngilangin stres, padahal makanan itu yang bikin kita makin stres dalam jangka panjang. Benar-benar sebuah pengkhianatan dari dalam piring sendiri.

Gimana Caranya Biar Usus Bahagia (dan Otak Jadi Tenang)?

Terus, solusinya gimana? Apa kita harus jadi vegetarian dadakan? Tenang, nggak se-ekstrem itu kok. Kuncinya adalah keseimbangan dan diversitas. Untuk menjaga mikrobioma usus yang sehat, kamu butuh dua hal utama: Probiotik dan Prebiotik. Gampangnya, probiotik itu bakteri baiknya, sedangkan prebiotik itu "makanan" buat bakteri tersebut.

  • Coba makan fermentasi: Nggak perlu yang mahal-mahal kayak suplemen impor. Kita punya tempe! Tempe itu sumber probiotik yang luar biasa. Kalau bosan, bisa coba kimchi, yogurt, atau kombucha yang sekarang lagi hits.
  • Perbanyak serat: Bakteri baik di usus itu paling doyan makan serat dari sayuran dan buah-buahan. Kalau usus mereka 'kenyang', mereka bakal balas jasa dengan ngirim sinyal tenang ke otak kamu.
  • Kurangi makanan olahan: Kurangi frekuensi makan mi instan atau makanan kalengan yang pengawetnya kuat banget. Pengawet itu kadang bisa membunuh bakteri baik di usus kita tanpa sengaja.
  • Kelola stres dengan gerak: Ternyata olahraga ringan juga ngebantu pergerakan usus jadi lebih teratur, yang mana itu bagus buat keseimbangan mikrobioma.

Kesimpulan: Mental Health Bukan Cuma Soal Pikiran

Sudah saatnya kita melihat kesehatan mental secara lebih holistik. Kalau selama ini kamu sudah mencoba meditasi, rutin journaling, tapi masih sering merasa cemas yang nggak jelas asalnya dari mana, mungkin jawabannya bukan ada di pikiranmu, tapi di piring makanmu. Mengobati kecemasan nggak selalu lewat terapi bicara saja, tapi bisa juga dimulai dengan memperbaiki apa yang kamu konsumsi setiap hari.

Kesehatan usus dan kesehatan mental itu kayak dua sisi mata uang yang nggak bisa dipisahin. Dengan menjaga ekosistem di perut, kita sebenarnya lagi investasi buat ketenangan jiwa kita sendiri. Jadi, mulai sekarang, kalau lagi merasa sedih atau cemas, coba tanya ke diri sendiri: "Tadi usus gue dikasih makan apa ya?". Karena siapa tahu, yang kamu butuhkan bukan cuma healing ke Bali, tapi sesederhana nambahin porsi sayur dan makan tempe lebih rajin. Yuk, mulai dengerin apa kata ususmu!

Logo Radio
🔴 Radio Live