Benarkah Bawang Bombai di Kaki Bisa Sembuhkan Pilek?
Refa - Wednesday, 04 March 2026 | 03:00 PM


Bawang Bombai di Telapak Kaki: Ramuan Ajaib Penumpas Pilek atau Sekadar Eksperimen Bau?
Kamu lagi terkapar di kasur, hidung mampet sebelah yang kalau miring ke kiri pindah ke kiri, miring ke kanan pindah ke kanan, tenggorokan gatal, dan tisu sudah berserakan di mana-mana kayak habis nonton drama Korea paling sedih sedunia. Di tengah penderitaan itu, tiba-tiba Ibu atau Nenek datang membawa sebuah bawang bombai, mengirisnya tebal-tebal, lalu memintamu menaruhnya di telapak kaki dan membungkusnya dengan kaus kaki sebelum tidur. Katanya, besok pagi pileknya bakal lari tunggang langgang.
Mungkin reaksi pertamamu adalah mengerutkan dahi. "Hah? Ini mau sembuh atau mau bikin acar kaki?" Tapi karena saking putus asanya pengen napas plong, kamu menurut saja. Nah, pertanyaannya, apakah praktik ini benar-benar didukung sains, atau jangan-jangan ini cuma cocoklogi warisan masa lalu yang entah kenapa masih bertahan sampai zaman TikTok sekarang?
Asal-usul yang Lebih Tua dari Internet
Praktik menaruh irisan bawang di kaki ini bukan tren baru yang muncul karena algoritma media sosial. Ini adalah warisan folk medicine yang sudah ada sejak abad ke-16. Konon, pada zaman dulu, orang percaya bahwa bawang bisa menarik "udara kotor" atau penyakit keluar dari tubuh. Saat wabah penyakit menyerang Eropa, orang-orang bahkan menaruh bawang di sudut ruangan dengan harapan bawang itu bakal menyerap kuman pes.
Logikanya sederhana, setidaknya menurut orang zaman dulu. Mereka percaya kaki adalah pintu masuk utama ke seluruh organ tubuh melalui titik-titik meridian. Dengan menempelkan bawang yang punya aroma kuat dan kandungan sulfur tinggi di telapak kaki, mereka yakin racun-racun dalam darah bakal tersedot keluar. Sebuah klaim yang terdengar sangat heroik untuk sebuah sayuran yang biasanya cuma jadi pelengkap burger, bukan?
Apa Kata Sains?
Mari kita bedah secara ilmiah biar nggak tersesat dalam mitos. Secara medis, belum ada satu pun penelitian yang membuktikan bahwa menempelkan bawang bombai di kulit bisa menyembuhkan infeksi virus seperti batuk atau pilek. Virus influenza atau rhinovirus penyebab pilek itu berdiam di saluran pernapasan, bukan di telapak kaki.
Ada anggapan bahwa asam fosfat dalam bawang bisa masuk ke aliran darah melalui kulit dan membunuh bakteri. Faktanya? Kulit manusia itu didesain sebagai pelindung yang sangat kuat. Nggak semudah itu sebuah zat "merayap" masuk ke pembuluh darah hanya dengan ditempelkan di permukaan, apalagi cuma dalam semalam. Kalau memang sesederhana itu, mungkin dokter nggak perlu menyuntik kita lagi, cukup tempelkan obat pakai selotip di jempol kaki.
Selain itu, klaim bahwa bawang bisa menyerap bakteri dan virus dari udara atau dari dalam tubuh juga keliru. Bawang justru bisa membusuk karena kontaminasi bakteri jika dibiarkan di udara terbuka, tapi dia tidak bertindak seperti vacuum cleaner magnetis yang menarik virus keluar dari paru-paru kamu.
Kenapa Banyak yang Merasa Sembuh?
Kalau memang nggak manjur secara sains, kok banyak orang yang bersumpah kalau trik ini berhasil? Nah, di sinilah keajaiban Placebo Effect bermain. Ketika kita melakukan sesuatu yang kita yakini bisa menyembuhkan, otak bakal melepaskan zat kimia yang membuat kita merasa lebih baik. Belum lagi faktor waktu; pilek biasanya sembuh sendiri dalam beberapa hari. Jadi, bisa saja pas kamu pakai bawang itu, memang sudah waktunya imun tubuhmu menang melawan virus.
Ada juga teori menarik soal aroma. Bau bawang bombai yang menyengat itu mengandung senyawa sulfur. Saat kamu tidur, uap dari bawang ini mungkin terhirup sedikit demi sedikit. Nah, aroma kuat ini bisa memberikan sensasi lega sementara di hidung, mirip-mirip kalau kita menghirup balsem atau minyak kayu putih. Jadi, bukan kaki yang bekerja, tapi hidungmu yang merespons aroma tajam tersebut.
Risiko yang Perlu Kamu Tahu
Sebelum kamu buru-buru ke dapur, ingat satu hal: bawang bombai itu bersifat asam. Menempelkan irisan bawang langsung ke kulit yang sensitif dalam waktu lama (semalaman) bisa memicu iritasi. Alih-alih bangun dengan napas plong, bisa jadi kamu malah bangun dengan telapak kaki yang merah, perih, dan gatal-gatal karena dermatitis kontak.
Dan jangan lupakan efek samping yang paling nyata, bau. Kamarmu, sprei, bantal, sampai kaus kakimu bakal beraroma seperti dapur restoran martabak selama tiga hari ke depan. Kalau kamu punya pacar atau teman sekamar, mending pikir-pikir lagi sebelum melakukan eksperimen ini kalau nggak mau diusir tidur di sofa.
Kesimpulan: Mitos atau Fakta?
Singkatnya, menaruh bawang bombai di telapak kaki untuk meredakan pilek adalah mitos. Secara biologis, tidak ada mekanisme yang mendukung klaim tersebut. Namun, kalau kamu merasa nyaman dan percaya banget sama ramuan ini, ya silakan saja, asalkan kulit kakimu nggak sensitif. Toh, nggak ada salahnya mencoba pengobatan tradisional selama tidak membahayakan.
Tapi saran saya sih, kalau memang pileknya sudah bikin menderita, mending balik ke cara klasik yang sudah teruji dengan minum air putih yang banyak, makan sup ayam hangat (bawang bombainya dimasak saja, jangan ditempel di kaki), istirahat total, dan kalau perlu minum obat yang diresepkan dokter. Biarkan bawang bombai tetap pada tugas mulianya di dapur, membuat masakan jadi sedap, bukan membuat kakimu jadi pusat perhatian karena aromanya yang "ajaib".
Next News

Makan Enak Tapi Tetap Anemia? Mungkin Ini Akibat Kebiasaan Minum Es Tehmu!
in 7 hours

Waspada Bencana di Perut Akibat Makan Semangka Setelah Daging
in 6 hours

Bagaimana Dehidrasi Ringan Bisa Mengacak-acak Saraf Penciumanmu?
in 4 hours

Cara Mengatasi Bias Kognitif Agar Tidak Salah Ambil Keputusan
in 2 hours

Sering Mules Pas Mau Presentasi? Ini Penjelasan Medisnya
in an hour

Bahaya Inflamasi Kronis Pemicu Penuaan Dini dan Penyakit Autoimun
in 35 minutes

Cara Berhenti Melakukan Self Sabotage dan Mulai Menghargai Diri Sendiri
in 5 minutes

Cara Ampuh Berhenti Overthinking dan Menyiksa Diri Sendiri
30 minutes ago

Tips Mengatasi Amygdala Hijack Akibat Media Sosial dan Kerjaan
10 minutes ago

Bangun Tidur Langsung Ingin Ngamuk? Atasi Gejala Sumbu Pendek Ini
an hour ago






