Ceritra
Ceritra Warga

Cara Ampuh Berhenti Overthinking dan Menyiksa Diri Sendiri

Nisrina - Wednesday, 04 March 2026 | 09:40 AM

Background
Cara Ampuh Berhenti Overthinking dan Menyiksa Diri Sendiri
Ilustrasi (Freepik/jcomp)

Pernah nggak sih kamu lagi rebahan enak-enak di jam dua pagi, lampu kamar sudah mati, tapi otak kamu malah mendadak muterin "film horor" versi kehidupan nyata? Isinya bukan hantu kayak di bioskop, tapi potongan memori memalukan lima tahun lalu pas kamu salah sebut nama orang, atau skenario fiktif tentang masa depan yang isinya cuma kegagalan. Kalau iya, selamat datang di klub overthinker garis keras. Sebuah klub yang anggotanya banyak, tapi nggak ada yang mau dapet kartu membernya.

Secara harfiah, overthinking itu berarti memikirkan sesuatu secara berlebihan dan berulang-ulang. Kedengarannya sepele, ya? Namanya juga manusia, pasti mikir. Tapi masalahnya, overthinking itu beda sama problem solving. Kalau problem solving itu nyari jalan keluar, nah kalau overthinking itu kayak kamu lagi lari di atas treadmill: capeknya minta ampun, keringat bercucuran, tapi kamu nggak pindah ke mana-mana. Cuma jalan di tempat sambil ngelihatin dinding yang itu-itu saja.

Kenapa Sih Otak Kita Suka Banget "Cari Penyakit"?

Jujurly, nggak ada orang yang bangun tidur terus bilang, "Wah, kayaknya hari ini asyik nih kalau aku menyiksa diri dengan mikirin omongan tetangga." Overthinking itu seringkali muncul tanpa diundang. Salah satu penyebab utamanya adalah perfeksionisme. Kita pengen semuanya berjalan sempurna. Begitu ada satu hal kecil yang melenceng, otak kita langsung bikin simulasi bencana yang sebenernya belum tentu kejadian.

Selain itu, faktor trauma masa lalu atau rasa cemas terhadap masa depan (anxiety) juga punya peran gede. Kita seringkali ngerasa kalau kita memikirkan sesuatu berkali-kali, kita jadi lebih "siap" kalau hal buruk beneran terjadi. Padahal nyatanya nggak gitu juga. Yang ada malah kita keburu capek duluan sebelum masalahnya beneran dateng. Belum lagi pengaruh media sosial yang bikin kita hobi social comparison. Ngelihat pencapaian orang lain di Instagram bikin kita mikir, "Kok aku gini-gini aja ya?" dan akhirnya terjebak di lubang hitam pikiran negatif seharian.

Dampaknya: Lebih dari Sekadar Kurang Tidur

Jangan salah, overthinking itu efeknya nggak cuma bikin mata panda karena kurang tidur. Dampaknya bisa merembet ke mana-mana. Secara mental, kamu bakal ngerasa mental fatigue atau kelelahan mental yang luar biasa. Kamu jadi susah fokus, gampang emosi, dan ngerasa nggak punya energi buat ngelakuin hal-hal yang sebenernya simpel. Pernah nggak kamu ngerasa pengen makan tapi bingung mau makan apa sampai akhirnya malah nggak jadi makan karena capek mikirin menunya? Itu salah satu bentuk decision paralysis akibat terlalu banyak mikir.

Secara fisik pun sama. Overthinking bisa bikin asam lambung naik, sakit kepala, sampai otot pundak yang kaku kayak habis manggul beras. Tubuh kita itu pinter; dia tahu kalau otak lagi stres berat, dan dia bakal ngirim sinyal lewat rasa sakit fisik. Jadi kalau kamu sering ngerasa badan pegal-pegal padahal nggak habis olahraga berat, coba cek, mungkin otak kamu yang lagi "maraton" mikirin hal-hal yang nggak perlu.

Cara Ngerem Pikiran yang Lagi "Ngebut"

Terus gimana dong caranya biar kita nggak terjebak terus di siklus ini? Emang bisa tiba-tiba stop mikir? Ya nggak bisa langsung kayak matiin saklar lampu, sih. Tapi ada beberapa teknik sederhana yang bisa kamu coba buat ngerem pikiran yang lagi liar-liarnya.

Pertama, coba teknik "Worry Time" atau Jadwal Sambat. Ini kedengarannya aneh, tapi efektif banget. Berikan waktu 15 menit dalam sehari, misalnya jam 5 sore, khusus buat overthinking. Di jam itu, silakan pikirin semua kecemasan kamu, kalau perlu tulis di kertas. Tapi begitu 15 menit habis, kamu harus berhenti. Kalau pikiran negatif itu dateng lagi di jam lain, bilang ke diri sendiri, "Eh, nanti ya, jadwal mikirin ini masih jam 5 sore nanti." Ini ngebantu otak kamu buat nggak mikir terus-terusan sepanjang hari.

Kedua, pakai teknik Grounding 5-4-3-2-1. Pas otak kamu mulai bikin skenario aneh-aneh, tarik napas dalam-dalam dan coba cari 5 benda yang bisa dilihat, 4 benda yang bisa disentuh, 3 suara yang bisa didengar, 2 bau yang bisa dicium, dan 1 rasa yang bisa dikecap. Teknik ini tujuannya buat narik kesadaran kamu balik ke masa sekarang (present moment), bukan di masa lalu atau masa depan yang belum kejadian.

Ketiga, sadari kalau "Thinking is not Doing". Mikirin cara ngerjain tugas selama 5 jam nggak bakal bikin tugas itu selesai. Satu-satunya cara buat ngalahin overthinking adalah dengan aksi nyata. Kalau kamu cemas soal presentasi besok, daripada mikirin gimana kalau kamu gagap, mending langsung buka laptop dan latihan ngomong. Gerakan fisik atau aksi nyata itu musuh bebuyutannya overthinking.

Intinya, Kamu Bukan Pikiranmu

Satu hal yang perlu kita tanamkan dalam-dalam: kita adalah pengamat dari pikiran kita, bukan pikiran itu sendiri. Kalau ada pikiran buruk lewat, anggap aja itu kayak awan di langit atau kendaraan yang lewat di depan rumah. Kamu nggak perlu naik ke kendaraan itu dan ikut pergi jauh. Cukup lihat aja, terus biarin dia lewat.

Belajar buat nggak overthinking itu proses, bukan hasil instan. Bakal ada hari-hari di mana kamu gagal dan tetep begadang mikirin hal nggak penting, dan itu nggak apa-apa. Namanya juga manusia, punya otak yang kapasitasnya luar biasa emang seringkali bikin kita jadi "over" dalam menggunakannya. Yang penting, jangan lupa buat sesekali bilang ke diri sendiri: "Oke, ini cuma pikiran, bukan kenyataan. Sekarang, mending tidur."

Jadi, buat kamu yang malam ini mungkin mulai mau overthinking lagi, coba deh taruh HP-nya, tarik napas, dan sadari kalau dunia baik-baik saja meskipun kamu nggak mikirin semuanya sekarang. Istirahatlah, karena besok kamu butuh energi buat hidup, bukan cuma buat mikir.

Logo Radio
🔴 Radio Live