Sensasi Makan Sannakji, Berani Telan Gurita yang Masih Menggeliat dan Menempel di Tenggorokan?


Kalau kamu sering nonton drama Korea atau mukbang, pasti pernah lihat adegan di mana seseorang menyantap gurita yang kakinya masih bergerak-gerak lincah di piring. Bukan, itu bukan efek CGI atau sihir. Itu adalah Sannakji, kuliner paling kontroversial sekaligus paling dicari oleh turis nyali gede di Korea Selatan.
Bagi sebagian orang, melihat makanan "hidup" mungkin bikin mual. Tapi bagi pencinta kuliner ekstrem, Sannakji adalah puncak dari kesegaran seafood. Di pasar ikan terkenal seperti Noryangjin Fish Market di Seoul, turis rela antre demi merasakan sensasi "bertarung" dengan makanan di dalam mulut sendiri.
Sebenarnya, gimana sih rasanya? Dan apakah benar bisa mematikan?
Perang Melawan Tentakel di Mulut
Mari luruskan satu hal, gurita ini sebenarnya sudah mati. Otaknya sudah dibuang saat dipotong. Tapi, sistem saraf pada tentakel gurita sangat kompleks dan masih aktif beberapa saat meski sudah terpotong dari tubuh utamanya. Jadi, gerakan menggeliat itu adalah refleks saraf, bukan karena dia masih sadar.
Saat potongan tentakel itu masuk ke mulut, sensasinya... mind-blowing. Kamu bisa merasakan tentakel-tentakel kecil itu berusaha mencengkeram lidah, langit-langit mulut, bahkan dinding dalam pipimu. Karet penghisap (suction cup) di kakinya masih berfungsi dengan baik. Rasanya seperti sedang berciuman dengan alien kecil yang agresif.
Soal rasa, Sannakji sebenarnya sangat simpel. Rasanya tawar sedikit manis khas laut, dengan tekstur yang sangat alot tapi renyah. Kenikmatan utamanya justru datang dari cocolannya, minyak wijen dicampur garam. Perpaduan gurih minyak wijen dan tekstur kenyal "hidup" inilah yang bikin nagih.
Bahaya Tersedak yang Nyata
Makan Sannakji bukan cuma soal keberanian, tapi soal keselamatan. Makanan ini punya reputasi berbahaya karena bisa menyebabkan kematian akibat tersedak (choking hazard).
Ingat, karet penghisap di tentakel itu masih aktif. Jika kamu menelannya bulat-bulat atau tidak mengunyahnya dengan benar, tentakel itu bisa menempel di tenggorokan dan menyumbat saluran napas. Kasus kematian, meski jarang, benar-benar pernah terjadi.
Tips Makan Biar Gak "Lewat"
Kalau kamu tetap nekat mau coba saat liburan ke Korea nanti, ada teknik khususnya.
Pertama, jangan serakah. Ambil potongan kecil saja. Kedua, celupkan ke dalam minyak wijen yang banyak. Minyak ini berfungsi sebagai pelumas agar tentakel tidak terlalu lengket di tenggorokan. Ketiga, dan yang paling penting, kunyah sampai hancur.
Jangan coba-coba menelan kalau kamu masih merasa ada pergerakan di lidah. Kamu harus mengunyahnya dengan ekstra kuat dan lama sampai tentakel itu benar-benar diam dan lumat. Di sini, gigi gerahammu akan bekerja keras. Makan Sannakji itu capek, tapi di situlah seninya.
Jadi, kalau bosan dengan kimchi atau tteokbokki yang manis pedas, Sannakji siap memberikan pengalaman kuliner yang bikin jantung berdebar. Berani?
Next News

Lebih dari Sekadar Rapat, Ini Makna Mendalam Muktamar bagi Warga NU
8 days ago

Persebaya Tak Mau Sekadar Meramaikan Liga, Targetnya Kini Juara
11 days ago

Polres Tanjung Perak Bongkar Peredaran 89,81 Gram Sabu, Pelaku Ternyata Residivis
20 days ago

Tragedi Langit Kuning: Realita Musim Karhutla Kalimantan
20 days ago

Out of the Further: Rahasia di Balik Teror Ikonik Film Insidious
20 days ago

Mengapa Bantuan Bencana di Indonesia Dianggap Sering Terlambat Sampai ke Tangan Korban?
20 days ago

Olivia Rodrigo x LEGO Hadirkan Vinyl Limited Edition, Hanya 333 di Dunia
22 days ago

Paskibraka Nasional: Pengorbanan dan Kebanggaan di 17 Agustus
22 days ago

Ketika Lantai NTT Bergetar: Cerita Gempa dan Dampak Sosial
22 days ago

Ada Aroma Keputusasaan di Balik Siswa Tangsel Tertabrak KRL
a month ago




