Sensasi Makan Sannakji, Berani Telan Gurita yang Masih Menggeliat dan Menempel di Tenggorokan?
Refa - Sunday, 04 January 2026 | 09:30 AM


Kalau kamu sering nonton drama Korea atau mukbang, pasti pernah lihat adegan di mana seseorang menyantap gurita yang kakinya masih bergerak-gerak lincah di piring. Bukan, itu bukan efek CGI atau sihir. Itu adalah Sannakji, kuliner paling kontroversial sekaligus paling dicari oleh turis nyali gede di Korea Selatan.
Bagi sebagian orang, melihat makanan "hidup" mungkin bikin mual. Tapi bagi pencinta kuliner ekstrem, Sannakji adalah puncak dari kesegaran seafood. Di pasar ikan terkenal seperti Noryangjin Fish Market di Seoul, turis rela antre demi merasakan sensasi "bertarung" dengan makanan di dalam mulut sendiri.
Sebenarnya, gimana sih rasanya? Dan apakah benar bisa mematikan?
Perang Melawan Tentakel di Mulut
Mari luruskan satu hal, gurita ini sebenarnya sudah mati. Otaknya sudah dibuang saat dipotong. Tapi, sistem saraf pada tentakel gurita sangat kompleks dan masih aktif beberapa saat meski sudah terpotong dari tubuh utamanya. Jadi, gerakan menggeliat itu adalah refleks saraf, bukan karena dia masih sadar.
Saat potongan tentakel itu masuk ke mulut, sensasinya... mind-blowing. Kamu bisa merasakan tentakel-tentakel kecil itu berusaha mencengkeram lidah, langit-langit mulut, bahkan dinding dalam pipimu. Karet penghisap (suction cup) di kakinya masih berfungsi dengan baik. Rasanya seperti sedang berciuman dengan alien kecil yang agresif.
Soal rasa, Sannakji sebenarnya sangat simpel. Rasanya tawar sedikit manis khas laut, dengan tekstur yang sangat alot tapi renyah. Kenikmatan utamanya justru datang dari cocolannya, minyak wijen dicampur garam. Perpaduan gurih minyak wijen dan tekstur kenyal "hidup" inilah yang bikin nagih.
Bahaya Tersedak yang Nyata
Makan Sannakji bukan cuma soal keberanian, tapi soal keselamatan. Makanan ini punya reputasi berbahaya karena bisa menyebabkan kematian akibat tersedak (choking hazard).
Ingat, karet penghisap di tentakel itu masih aktif. Jika kamu menelannya bulat-bulat atau tidak mengunyahnya dengan benar, tentakel itu bisa menempel di tenggorokan dan menyumbat saluran napas. Kasus kematian, meski jarang, benar-benar pernah terjadi.
Tips Makan Biar Gak "Lewat"
Kalau kamu tetap nekat mau coba saat liburan ke Korea nanti, ada teknik khususnya.
Pertama, jangan serakah. Ambil potongan kecil saja. Kedua, celupkan ke dalam minyak wijen yang banyak. Minyak ini berfungsi sebagai pelumas agar tentakel tidak terlalu lengket di tenggorokan. Ketiga, dan yang paling penting, kunyah sampai hancur.
Jangan coba-coba menelan kalau kamu masih merasa ada pergerakan di lidah. Kamu harus mengunyahnya dengan ekstra kuat dan lama sampai tentakel itu benar-benar diam dan lumat. Di sini, gigi gerahammu akan bekerja keras. Makan Sannakji itu capek, tapi di situlah seninya.
Jadi, kalau bosan dengan kimchi atau tteokbokki yang manis pedas, Sannakji siap memberikan pengalaman kuliner yang bikin jantung berdebar. Berani?
Next News

6 Tahun Pasca Pandemi COVID-19, Munculnya Hantavirus Kembali Bangkitkan Kekhawatiran Masyarakat
2 hours ago

Bukan Sekadar Wangi, Parfum Kini Jadi Identitas Diri
6 hours ago

Benang Kusut Proyek Chromebook Nadiem: Dari Inovasi ke Sidang
8 hours ago

Rahasia Di Balik Viral Matcha dan Munculnya Polisi Matcha
a day ago

Bosan Gaya Kaku? Intip Cara Pakai Batik Untuk Nongkrong Cantik
a day ago

Lebih dari Sekadar Liburan, Ini Wajah Baru Healing Gen Z
a day ago

Kritik Seni di Atas Meja Demokrasi Ketika Pemerintah Tak Larang Nobar Pesta Babi
4 days ago

Hype Global Panggung Jakarta The Weeknd Siap Guncang Indonesia September 2026
6 days ago

Gebrakan atau Ancaman? Badan Gizi Nasional Beri Deadline Dua Minggu Bagi SPPG Untuk Tambah Penerima Gizi Atau Siap-Siap Hadapi Suspend
6 days ago

Tensi Nuklir Membara Amerika Serikat Terjebak di Persimpangan Perang Saat Iran Kirim Proposal Tuntutan Hak Kedaulatan Ekonomi
8 days ago





