China Resmi Paksa Pabrikan Mobil Listrik Lakukan Ini atau Terancam Sanksi!
Refa - Tuesday, 20 January 2026 | 03:30 PM


Para produsen otomotif di China kini tidak bisa lagi tidur nyenyak. Pemerintah "Negeri Tirai Bambu" baru saja mengeluarkan titah baru yang super ketat: mulai 1 April 2026, produsen mobil listrik (EV) wajib bertanggung jawab penuh atas "bangkai" baterai produk mereka. Tidak ada lagi cerita jual mobil lalu lepas tangan soal limbahnya!
Aturan yang diberi nama "Langkah-Langkah Sementara untuk Pengelolaan Daur Ulang dan Pemanfaatan Komprehensif Baterai Bekas Kendaraan Listrik" ini diterbitkan untuk mengatasi bom waktu lingkungan akibat lonjakan sampah baterai.
Berikut adalah poin-poin "mematikan" dari aturan baru tersebut yang wajib dipatuhi jika pabrikan tidak ingin gulung tikar:
Dilarang "Cuci Tangan", Baterai Wajib Dilacak!
Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) China akan membangun platform intelijen nasional yang bisa melacak riwayat hidup setiap unit baterai. Mulai dari lahir di pabrik, dijual, diperbaiki, hingga saatnya "pensiun" dan didaur ulang, semuanya tercatat.
Tujuannya? Mencegah aliran baterai bekas ilegal yang sering kali berakhir mencemari lingkungan karena tidak dikelola dengan benar. Pabrikan dan importir juga diwajibkan menyetor data teknis pembongkaran hanya dalam waktu enam bulan setelah produk mereka tersertifikasi.
Mengubah Sampah Jadi Harta Karun
China sadar bahwa baterai bekas adalah "tambang emas" baru. Daripada dibuang, komponen berharga di dalamnya harus diselamatkan. Terbukti, pada Oktober 2025 lalu, beberapa perusahaan lokal sukses memulihkan hingga 99,6% Nikel, Kobalt, dan Mangan dari baterai bekas.
Oleh karena itu, aturan ini memaksa produsen mendirikan stasiun layanan daur ulang di setiap wilayah penjualan mereka. Mereka wajib menerima kembali semua baterai bekas tanpa terkecuali.
Desain Ramah Lingkungan atau Ditolak!
Pemerintah juga menekan dari sisi hulu. Pabrikan kini diwajibkan menggunakan bahan baku yang rendah racun (toksisitas) dan desain yang mudah dibongkar. Jika desain baterainya rumit dan mahal untuk didaur ulang, siap-siap saja produk tersebut akan sulit beredar di pasaran China.
Langkah tegas China ini diprediksi akan menjadi standar baru global. Pertanyaannya, kapan Indonesia akan menyusul dengan aturan serupa?
Next News

CGI, Animasi 2D, dan Stop Motion: Mengenal Beragam Teknik di Dunia Animasi
8 days ago

Sekuel Film Animasi: Mengapa Penonton Selalu Menantikannya?
8 days ago

Mengapa Lagu dalam Film Animasi Mudah Melekat di Ingatan?
8 days ago

Dari Sketsa hingga Layar Lebar: Bagaimana Film Animasi Diproduksi?
8 days ago

Bagaimana Karakter Kartun Dibuat hingga Begitu Mudah Diingat?
9 days ago

Pesan Kehidupan di Balik Film Animasi yang Sering Terlewat
9 days ago

Pixar, Disney, DreamWorks, dan Studio Ghibli: Apa yang Membuat Gaya Animasi Mereka Berbeda?
9 days ago

Nostalgia Kartun Masa Kecil: Kenapa Selalu Terasa Hangat untuk Ditonton Kembali?
9 days ago

Kartun Bukan Cuma untuk Anak: Mengapa Film Animasi Disukai oleh Semua Kalangan?
9 days ago

Mengapa Orang Dewasa Masih Senang Menonton Film Animasi?
9 days ago

