China Resmi Paksa Pabrikan Mobil Listrik Lakukan Ini atau Terancam Sanksi!


Para produsen otomotif di China kini tidak bisa lagi tidur nyenyak. Pemerintah "Negeri Tirai Bambu" baru saja mengeluarkan titah baru yang super ketat: mulai 1 April 2026, produsen mobil listrik (EV) wajib bertanggung jawab penuh atas "bangkai" baterai produk mereka. Tidak ada lagi cerita jual mobil lalu lepas tangan soal limbahnya!
Aturan yang diberi nama "Langkah-Langkah Sementara untuk Pengelolaan Daur Ulang dan Pemanfaatan Komprehensif Baterai Bekas Kendaraan Listrik" ini diterbitkan untuk mengatasi bom waktu lingkungan akibat lonjakan sampah baterai.
Berikut adalah poin-poin "mematikan" dari aturan baru tersebut yang wajib dipatuhi jika pabrikan tidak ingin gulung tikar:
Dilarang "Cuci Tangan", Baterai Wajib Dilacak!
Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) China akan membangun platform intelijen nasional yang bisa melacak riwayat hidup setiap unit baterai. Mulai dari lahir di pabrik, dijual, diperbaiki, hingga saatnya "pensiun" dan didaur ulang, semuanya tercatat.
Tujuannya? Mencegah aliran baterai bekas ilegal yang sering kali berakhir mencemari lingkungan karena tidak dikelola dengan benar. Pabrikan dan importir juga diwajibkan menyetor data teknis pembongkaran hanya dalam waktu enam bulan setelah produk mereka tersertifikasi.
Mengubah Sampah Jadi Harta Karun
China sadar bahwa baterai bekas adalah "tambang emas" baru. Daripada dibuang, komponen berharga di dalamnya harus diselamatkan. Terbukti, pada Oktober 2025 lalu, beberapa perusahaan lokal sukses memulihkan hingga 99,6% Nikel, Kobalt, dan Mangan dari baterai bekas.
Oleh karena itu, aturan ini memaksa produsen mendirikan stasiun layanan daur ulang di setiap wilayah penjualan mereka. Mereka wajib menerima kembali semua baterai bekas tanpa terkecuali.
Desain Ramah Lingkungan atau Ditolak!
Pemerintah juga menekan dari sisi hulu. Pabrikan kini diwajibkan menggunakan bahan baku yang rendah racun (toksisitas) dan desain yang mudah dibongkar. Jika desain baterainya rumit dan mahal untuk didaur ulang, siap-siap saja produk tersebut akan sulit beredar di pasaran China.
Langkah tegas China ini diprediksi akan menjadi standar baru global. Pertanyaannya, kapan Indonesia akan menyusul dengan aturan serupa?
Next News

Usut Dugaan Aliran Dana Sel Mewah Cibinong: Kemenimipas Buka Celah Pelimpahan ke APH
20 days ago

Ditjenpas Uji Keabsahan Foto Terpidana Jimmy Masrin di Area Fasilitas Khusus Lapas Cibinong
21 days ago

Kehadiran Shandy Aulia di Agenda Resmi Kepolisian Bersama Irjen Suyudi Ario Seto Jadi Sorotan Publik
21 days ago

Kunci Pembuktian Kasus Lapas Cibinong: DPR Desak Buka Rekaman CCTV dan Logbook Pintu Masuk
22 days ago

DPR dan Kemenimipas Robohkan 10 Bangunan Ilegal di Lapas Cibinong Gunakan Alat Berat
22 days ago

Mencegah Penyelundupan Lewat Barang Titipan: Rutan Depok Perjelas SOP Pemeriksaan Fisik
20 days ago

Video Viral Pria Diduga Pesta Narkoba di Lapas Depok, Pihak Rutan Lakukan Penyelidikan
21 days ago

Tak Ada Toleransi Pelanggaran di Sel, Rutan Depok Siapkan Sanksi Pencabutan Hak Remisi
20 days ago

Kehadiran Shandy Aulia di Agenda Resmi Kepolisian Bersama Irjen Suyudi Ario Seto Jadi Sorotan Publik
24 days ago

Terungkap! Ombudsman Konfirmasi Koruptor Jimmy Masrin Tempati Hunian Mewah di Lapas Cibinong
a month ago

