Indonesia Resmi Mengubah Ejaan Negara, Awas Jangan Salah Tulis!


Jangan kaget kalau nanti kamu melihat peta dunia atau buku pelajaran anak sekolah dengan tulisan "Kerajaan Tailan" alih-alih "Thailand". Ini bukan typo alias salah ketik, melainkan aturan baru yang resmi berlaku!
Pemerintah Indonesia melalui Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Badan Bahasa telah melakukan perombakan besar-besaran terhadap ejaan nama sejumlah negara asing agar sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia. Tak main-main, perubahan ini bahkan sudah didaftarkan ke sidang PBB di New York melalui dokumen UNGEGN.
Apa saja yang berubah? Berikut bocoran pentingnya agar Anda tidak dibilang "kudet" (kurang update):
"Tailan" Tanpa Huruf 'H' dan 'D'
Perubahan paling mencolok adalah negara tetangga kita, Thailand. Mulai sekarang, penulisan bakunya adalah Tailan. Huruf 'h' dan 'd' dihilangkan untuk menyesuaikan dengan fonologi atau cara baca lidah orang Indonesia. Jadi, ucapkan selamat tinggal pada ejaan lama yang kebarat-baratan itu!
Paraguay Jadi "Paraguai", Switzerland Jadi "Swis"
Bukan cuma Tailan, ada 194 nama negara yang distandarisasi. Beberapa yang cukup bikin pangling antara lain:
- Paraguay menjadi Paraguai
- Uruguay menjadi Uruguai
- Switzerland menjadi Swis
- Kyrgyzstan menjadi Kirgistan
- Seychelles menjadi Seisel
- New Zealand semakin dikukuhkan sebagai Selandia Baru
Kenapa Harus Diubah?
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Tujuannya adalah untuk "mengindonesiakan" nama-nama asing agar konsisten dalam dokumen resmi, peta, berita, hingga materi pendidikan. Badan Bahasa ingin memastikan bahwa kita punya jati diri dalam menyebut nama-nama geografis dunia, tanpa harus selalu membebek pada ejaan Bahasa Inggris.
Jadi, siap-siap saja melihat paspor atau dokumen resmimu di masa depan menggunakan ejaan-ejaan baru ini. Mulai biasakan dari sekarang, ya!
Next News

Lebih dari Sekadar Rapat, Ini Makna Mendalam Muktamar bagi Warga NU
8 days ago

Persebaya Tak Mau Sekadar Meramaikan Liga, Targetnya Kini Juara
10 days ago

Polres Tanjung Perak Bongkar Peredaran 89,81 Gram Sabu, Pelaku Ternyata Residivis
20 days ago

Tragedi Langit Kuning: Realita Musim Karhutla Kalimantan
20 days ago

Out of the Further: Rahasia di Balik Teror Ikonik Film Insidious
20 days ago

Mengapa Bantuan Bencana di Indonesia Dianggap Sering Terlambat Sampai ke Tangan Korban?
20 days ago

Olivia Rodrigo x LEGO Hadirkan Vinyl Limited Edition, Hanya 333 di Dunia
22 days ago

Paskibraka Nasional: Pengorbanan dan Kebanggaan di 17 Agustus
22 days ago

Ketika Lantai NTT Bergetar: Cerita Gempa dan Dampak Sosial
22 days ago

Ada Aroma Keputusasaan di Balik Siswa Tangsel Tertabrak KRL
a month ago




