Saat Canggu Sudah Terlalu Berisik, Pelancong Mulai Melipir ke Sisi Barat Bali
Refa - Saturday, 13 December 2025 | 02:00 PM


Siklus pariwisata Bali kembali berputar. Jika sepuluh tahun lalu orang-orang meninggalkan Kuta demi Seminyak, dan lima tahun lalu meninggalkan Seminyak demi Canggu, kini di penghujung 2025, fenomena "eksodus" kembali terjadi. Canggu, yang dulunya dianggap sebagai surga tersembunyi dengan sawah hijaunya, kini telah berubah menjadi hutan beton yang padat, macet, dan bising oleh kelab malam.
Bagi wisatawan yang mencari ketenangan sejati atau healing, Canggu sudah dicoret dari daftar. Lantas, ke mana arah mata angin para pelancong kini tertuju? Jawabannya adalah bergeser sedikit ke arah barat: Seseh, Cemagi, hingga Kedungu di Kabupaten Tabanan.
Pesona Seseh dan Cemagi yang Masih Asri
Hanya berjarak sekitar 15-20 menit berkendara dari pusat Canggu, suasana di Desa Seseh dan Cemagi terasa seperti dunia yang berbeda. Di sini, sejauh mata memandang masih didominasi oleh hamparan sawah hijau yang luas, bukan deretan vila yang berdempetan tembok.
Jalanan di kawasan ini masih relatif sepi. Anda masih bisa mendengar suara deburan ombak dan desau angin di padi, bukan suara klakson atau dentuman musik bas dari beach club. Komunitas digital nomad dan ekspatriat yang tidak menyukai keramaian mulai menjadikan desa-desa nelayan ini sebagai tempat tinggal baru mereka. Kafe-kafe kecil dengan konsep slow living dan yoga studio mulai bermunculan, menawarkan keintiman yang sudah hilang di Canggu.
Kedungu Primadona Baru Tabanan
Bergeser lebih ke barat lagi, Pantai Kedungu kini menjadi bintang baru. Terletak tak jauh dari Tanah Lot, kawasan ini menawarkan pesona pantai pasir hitam yang eksotis dengan ombak yang ramah bagi peselancar pemula.
Kedungu menjadi favorit baru karena konturnya yang unik; perpaduan antara tebing, sawah terasering, dan laut lepas. Di sore hari, wisatawan menggelar tikar di pinggir tebing untuk menikmati sunset tanpa harus berdesak-desakan. Belum adanya bangunan tinggi masif membuat langit di Kedungu terasa lebih luas dan lega. Pengembang properti pun mulai melirik kawasan ini dengan membangun akomodasi yang lebih ramah lingkungan (eco-friendly), menjaga agar tidak mengulangi kesalahan tata kota di daerah selatan.
Kejar Sebelum Viral dan Padat
Namun, seperti halnya daerah lain di Bali, ketenangan ini mungkin tidak akan abadi. Dengan akses jalan yang mulai diperbaiki dan popularitas di media sosial yang terus menanjak, hanya masalah waktu sebelum Seseh dan Kedungu menjadi "The Next Canggu".
Next News

Kim Hye Yoon dan Park Solomon Hadirkan Romansa Fantasi Segar dalam 'No Tail to Tell'
in 6 hours

Selamat Tinggal Konten Toxic! Fitur Reset Instagram Ini Jadi Penyelamat Mental Health Kamu
in 4 hours

Donald Trump Mau Beli Greenland, NATO Diancam Bubar: Emangnya Ini Jual Beli Tanah Kavling di Citayam?
in 5 hours

Awas Tertipu! Video dari Google Veo 3.1 Saking Realistisnya Sampai Butuh Tanda Khusus
in 2 hours

Era Baru TikTok Shop 2026, Awas Kerkun 'Shadowban Duit'!
14 hours ago

Bangkit dari Sorotan Miring, Go Min Si Siap Mengguncang Bioskop Lewat Film 'Moral Family'
15 hours ago

Makna Strategis Bergabungnya Sri Mulyani ke Gates Foundation
16 hours ago

Kampung Rasa Paris di Pulau Dewata: Fenomena Keluarga Bali yang Fasih Berbahasa Prancis dalam Keseharian
17 hours ago

Kolaborasi Raksasa Abad Ini: LEGO dan Pokémon Akhirnya Bersatu dalam Satu Semesta Balok
17 hours ago

Panduan Lengkap Harga dan Cara Membeli Membership BTS ARMY
a day ago






