Kim Hye Yoon dan Park Solomon Hadirkan Romansa Fantasi Segar dalam 'No Tail to Tell'
Nisrina - Thursday, 15 January 2026 | 01:15 PM


Industri drama Korea tampaknya belum bosan mengeksplorasi cerita rakyat tentang Gumiho atau rubah ekor sembilan, namun kali ini pendekatan yang diambil benar-benar berbeda dan mendobrak pakem tradisional. Jika biasanya sosok makhluk mitologi ini digambarkan sebagai karakter yang menderita, penuh dendam, atau sangat mendambakan kesempatan untuk menjadi manusia seutuhnya, drama terbaru berjudul No Tail to Tell atau dikenal juga dengan judul Human Starting Today justru menawarkan premis yang sebaliknya. Drama ini siap menyuguhkan narasi anti-mainstream di mana menjadi manusia justru dianggap sebagai sebuah musibah, bukan anugerah. Dengan menggandeng dua bintang muda yang sedang naik daun, Kim Hye Yoon dan Park Solomon atau Lomon, serial ini diprediksi akan menjadi standar baru bagi komedi romantis fantasi yang relevan dengan semangat zaman.
Kim Hye Yoon, yang sebelumnya sukses besar mencuri hati penonton global lewat Lovely Runner dan Extraordinary You, kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam memilih peran yang unik. Dalam drama ini, ia memerankan Eun Ho, sesosok Gumiho dari generasi modern atau sering disebut sebagai Gumiho Gen Z. Karakter Eun Ho sangat jauh dari kesan mistis yang menyeramkan atau melankolis. Ia justru digambarkan sebagai sosok yang sangat menikmati kehidupannya yang abadi. Baginya, menjadi Gumiho adalah privilese tertinggi karena ia bisa menikmati masa muda selamanya, bersenang-senang tanpa takut menua, dan bebas dari beban tanggung jawab manusia yang fana. Eun Ho bahkan secara aktif menghindari perbuatan baik dan menjauhi laki-laki agar tidak terjerat takdir berubah menjadi manusia, sebuah motivasi yang sangat kontras dengan legenda Gumiho pada umumnya.
Konflik cerita mulai memanas ketika kehidupan nyaman Eun Ho yang penuh kesenangan duniawi tiba-tiba terusik oleh kehadiran Kang Si Yeol, karakter yang diperankan oleh Lomon. Si Yeol adalah seorang bintang sepak bola kelas dunia yang memiliki segalanya, mulai dari bakat luar biasa, ketampanan, hingga popularitas yang tak tertandingi. Namun, di balik kesempurnaan itu, ia adalah seorang narsis tingkat akut yang sangat mencintai dirinya sendiri. Pertemuan antara Gumiho yang hedonis dan atlet yang arogan ini memicu serangkaian kejadian tak terduga. Sebuah kecelakaan kecil yang melibatkan Si Yeol ternyata menjadi malapetaka bagi Eun Ho, karena insiden tersebut memicu transformasi yang paling ia hindari selama ini, yaitu berubah menjadi manusia biasa.
Dinamika hate-to-love atau benci jadi cinta antara kedua karakter utama ini menjadi daya tarik utama cerita. Penonton akan diajak melihat bagaimana Eun Ho yang terbiasa dengan kekuatan supranatural harus beradaptasi dengan keterbatasan tubuh manusia yang rapuh, mulai dari merasakan sakit, lapar, hingga emosi yang tidak stabil. Di sisi lain, Si Yeol yang terbiasa menjadi pusat dunia harus berhadapan dengan wanita yang sama sekali tidak terpesona oleh karismanya, bahkan menyalahkannya atas nasib buruk yang menimpanya. Chemistry antara Kim Hye Yoon yang dikenal dengan energi cerianya yang meledak-ledak dan Lomon yang memiliki aura maskulin namun jenaka, diharapkan mampu menghidupkan naskah yang penuh dengan dialog tajam dan situasi komikal.
Analisis terhadap tim produksi di balik layar juga menambah optimisme terhadap kualitas drama ini. No Tail to Tell digarap oleh sutradara Kim Jung Kwon yang sebelumnya sukses membesut Love to Hate You, sebuah drama komedi romantis yang dipuji karena alurnya yang cepat, dewasa, dan tidak bertele-tele. Kolaborasi antara visi sutradara yang piawai meramu komedi situasi dengan naskah yang ditulis oleh Park Chan Young dan Jo Ah Young menjanjikan sebuah tontonan yang tidak hanya menghibur tetapi juga menyentil gaya hidup modern. Drama ini seolah menjadi satir halus tentang bagaimana manusia modern terkadang ingin lari dari kenyataan hidup, sementara makhluk mitologi justru melihat kehidupan abadi tanpa tanggung jawab sebagai surga.
Kehadiran No Tail to Tell menjadi bukti bahwa genre fantasi Korea terus berevolusi. Ia tidak lagi terpaku pada kisah cinta tragis lintas dimensi yang menguras air mata, tetapi mulai berani bermain di ranah komedi situasi yang ringan namun bermakna. Bagi para penggemar drama Korea, kombinasi antara plot yang menyegarkan, visual para pemain yang memanjakan mata, serta akting komedi yang solid dari Kim Hye Yoon dan Lomon menjadikan serial ini sebagai salah satu tayangan yang wajib masuk dalam daftar tontonan. Ini adalah kisah tentang belajar menerima kemanusiaan dengan segala ketidaksempurnaannya, dibungkus dalam kemasan fantasi yang sangat menghibur dan kekinian.
Next News

Strategi Evelyn Afnilia Membidik Momen Emas Lebaran 2026 Lewat 'Tunggu Aku Sukses Nanti'
in 7 hours

FIX! Jakarta Masuk Daftar, BTS Resmi Gelar Tur Dunia 2026!
in 6 hours

Selamat Tinggal Konten Toxic! Fitur Reset Instagram Ini Jadi Penyelamat Mental Health Kamu
in 2 hours

Donald Trump Mau Beli Greenland, NATO Diancam Bubar: Emangnya Ini Jual Beli Tanah Kavling di Citayam?
in 3 hours

Awas Tertipu! Video dari Google Veo 3.1 Saking Realistisnya Sampai Butuh Tanda Khusus
in 42 minutes

Era Baru TikTok Shop 2026, Awas Kerkun 'Shadowban Duit'!
16 hours ago

Bangkit dari Sorotan Miring, Go Min Si Siap Mengguncang Bioskop Lewat Film 'Moral Family'
17 hours ago

Makna Strategis Bergabungnya Sri Mulyani ke Gates Foundation
18 hours ago

Kampung Rasa Paris di Pulau Dewata: Fenomena Keluarga Bali yang Fasih Berbahasa Prancis dalam Keseharian
18 hours ago

Kolaborasi Raksasa Abad Ini: LEGO dan Pokémon Akhirnya Bersatu dalam Satu Semesta Balok
19 hours ago






