Kolaborasi Raksasa Abad Ini: LEGO dan Pokémon Akhirnya Bersatu dalam Satu Semesta Balok
Nisrina - Wednesday, 14 January 2026 | 02:15 PM


Dunia mainan dan koleksi pop kultur baru saja diguncang oleh sebuah pengumuman yang sudah dinantikan selama beberapa dekade. Dua raksasa industri hiburan yang masing-masing memiliki basis penggemar fanatik, The LEGO Group dan The Pokémon Company International, akhirnya meruntuhkan tembok pemisah di antara mereka. Pengumuman resmi mengenai kolaborasi perdana LEGO Pokémon menandai era baru di mana para penggemar tidak hanya diajak untuk menangkap monster saku tersebut di layar digital, melainkan membangunnya balok demi balok di dunia nyata. Ini adalah pertemuan dua warisan budaya pop yang monumental, menyatukan kreativitas sistematis LEGO dengan dunia imajinatif Pokémon yang telah berjalan selama 30 tahun.
Tanggal peluncuran yang dipilih pun tidak sembarangan. Koleksi perdana ini dijadwalkan rilis secara global pada 27 Februari 2026. Bagi para penggemar setia atau Pokéfan, tanggal ini memiliki makna sakral karena bertepatan dengan Pokémon Day, hari kelahiran franchise ini saat game orisinal Pokémon Red dan Green pertama kali dirilis di Jepang pada tahun 1996. Peluncuran lini LEGO ini tampaknya menjadi salah satu sajian utama dalam perayaan 30 tahun perjalanan Pokémon, sebuah strategi pemasaran yang brilian untuk memancing nostalgia sekaligus antusiasme kolektor baru.
Lini Pertama: Fokus pada Ikon dan Kolektor Sultan
Dalam gelombang peluncuran pertamanya, LEGO tampaknya tidak ingin setengah-setengah. Mereka langsung menyasar segmen kolektor dewasa atau yang sering disebut AFOL (Adult Fans of LEGO) dengan pilihan set yang ikonik dan, tentu saja, harga yang premium. Tidak ada set kecil atau polybag murah di lini awal ini, yang menandakan bahwa LEGO memosisikan kolaborasi ini sebagai lini produk eksklusif dan bernilai tinggi.
Set pertama adalah duet klasik Pikachu & Poké Ball. Sebagai maskot utama franchise, kehadiran Pikachu adalah sebuah kewajiban. Set ini dibanderol dengan harga 199,99 dolar AS atau sekitar Rp3,2 juta. Dengan harga tersebut, dapat diprediksi bahwa set ini akan memiliki skala yang cukup besar dengan detail yang rumit, mungkin setara dengan lini LEGO Star Wars Ultimate Collector Series (UCS) skala menengah. Kehadiran Poké Ball yang dapat dibangun di sampingnya menambah nilai estetika sebagai pajangan meja kerja yang elegan.
Pilihan kedua jatuh kepada Eevee, Pokémon dengan banyak bentuk evolusi yang memiliki basis penggemar tak kalah masif dari Pikachu. Set ini menjadi titik masuk yang paling "terjangkau" dalam gelombang pertama, dengan harga 59,99 dolar AS atau kisaran Rp960 ribu. Meskipun lebih murah, LEGO kemungkinan besar akan tetap mempertahankan detail artikulasi yang baik, memungkinkan Eevee untuk diposekan dalam berbagai gaya yang menggemaskan.
Namun, bintang utama sekaligus "raja" dari peluncuran ini adalah set Charizard. Naga api yang menjadi favorit sejuta umat ini hadir dengan label harga yang fantastis, yakni 649,99 dolar AS atau menembus angka Rp10,4 juta. Harga ini menempatkan set Charizard sejajar dengan set LEGO raksasa seperti LEGO Titanic atau LEGO AT-AT. Dengan harga semahal itu, ekspektasi penggemar tentu sangat tinggi. Set ini kemungkinan besar akan memiliki ukuran yang masif, detail sisik yang presisi, serta mungkin fitur mekanik atau artikulasi sayap yang kompleks. Ini jelas bukan mainan untuk anak-anak, melainkan sebuah centerpiece atau karya seni bagi kolektor serius yang ingin memamerkan dedikasi mereka terhadap dunia Pokémon.
Pergeseran Lanskap Lisensi Mainan
Kolaborasi ini juga menarik untuk dibedah dari sisi bisnis lisensi mainan. Selama bertahun-tahun, lisensi mainan konstruksi Pokémon dipegang oleh kompetitor LEGO, yakni Mega Construx (milik Mattel). Masuknya LEGO ke gelanggang ini menandakan pergeseran besar. LEGO dikenal dengan standar kualitas plastik (ABS) yang presisi dan sistem clutch power yang sempurna. Bagi banyak penggemar yang selama ini merasa kurang puas dengan kualitas bata kompetitor, kehadiran logo resmi LEGO di kotak Pokémon adalah mimpi yang menjadi kenyataan.
Langkah ini juga mempertegas strategi LEGO untuk terus mengakuisisi lisensi properti intelektual (IP) terbesar di dunia. Setelah sukses besar dengan Star Wars, Harry Potter, Marvel, dan Super Mario, masuknya Pokémon melengkapi portofolio mereka sebagai penguasa mutlak pasar mainan konstruksi. Kolaborasi ini diprediksi akan menjadi salah satu lini produk terlaris dalam sejarah perusahaan, mengingat lintas generasi penggemar Pokémon kini sudah berada di usia produktif yang memiliki daya beli tinggi.
Bagi Anda yang sudah siap untuk menguras tabungan, bersiaplah untuk berebut pada tanggal 27 Februari 2026. Set ini akan tersedia di LEGO.com, toko fisik LEGO Store, serta Pokémon Center di wilayah tertentu. Apakah Anda akan memilih Eevee yang manis, Pikachu yang ikonik, atau langsung menginvestasikan dana besar untuk sang naga Charizard, satu hal yang pasti adalah dunia Pokémon kini bisa Anda bangun dengan tangan Anda sendiri, satu balok demi satu balok.
Next News

Selamat Tinggal Konten Toxic! Fitur Reset Instagram Ini Jadi Penyelamat Mental Health Kamu
in 5 hours

Donald Trump Mau Beli Greenland, NATO Diancam Bubar: Emangnya Ini Jual Beli Tanah Kavling di Citayam?
in 6 hours

Awas Tertipu! Video dari Google Veo 3.1 Saking Realistisnya Sampai Butuh Tanda Khusus
in 4 hours

Era Baru TikTok Shop 2026, Awas Kerkun 'Shadowban Duit'!
13 hours ago

Bangkit dari Sorotan Miring, Go Min Si Siap Mengguncang Bioskop Lewat Film 'Moral Family'
14 hours ago

Makna Strategis Bergabungnya Sri Mulyani ke Gates Foundation
15 hours ago

Kampung Rasa Paris di Pulau Dewata: Fenomena Keluarga Bali yang Fasih Berbahasa Prancis dalam Keseharian
15 hours ago

Panduan Lengkap Harga dan Cara Membeli Membership BTS ARMY
a day ago

Orang Tua Wajib Tahu! Anak Pendiam dan Penurut Justru Sasaran Empuk Predator
17 hours ago

Menakar Ambisi Satu Pintu Pembelian BBM Lewat Pertamina
18 hours ago






