Ceritra
Ceritra Warga

Rahasia Lauk Nasi Liwet Murah yang Rasanya Tetap Juara

Refa - Monday, 23 February 2026 | 04:30 PM

Background
Rahasia Lauk Nasi Liwet Murah yang Rasanya Tetap Juara
Tahu goreng (Freepik/topntp26)

Nasi Liwet: Seni Makan Mewah dalam Kesederhanaan

Ada satu momen yang nggak pernah gagal bikin suasana kumpul bareng teman atau keluarga jadi makin hangat: ngaliwet. Bayangkan saja, di tengah hari yang agak mendung atau mungkin saat malam minggu yang santai, kepulan asap dari panci kastrol menebarkan aroma wangi daun salam, serai, dan gurihnya bawang putih. Wanginya itu lho, benar-benar provokatif buat perut yang sebenarnya baru saja diisi satu jam lalu. Nasi liwet bukan sekadar makanan, ia adalah simbol kebersamaan, sebuah ritual "botram" yang kalau nggak ada, rasanya ada yang kurang dari pergaulan kita sebagai orang Indonesia.

Tapi, seringkali kita terjebak dalam pemikiran bahwa bikin nasi liwet itu ribet dan mahal. Harus ada ayam bakar lah, harus ada empal lah, atau tumis cumi yang harganya makin ke sini makin nggak ramah di kantong. Padahal, inti dari nasi liwet adalah nasinya itu sendiri yang sudah berbumbu. Sejujurnya, makan nasi liwet cuma pakai kerupuk pun sudah enak. Namun, biar makin mantap tanpa bikin dompet nangis di pojokan, kita butuh strategi lauk pendamping yang simpel, merakyat, tapi rasanya tetap juara.

Trinitas Suci: Tahu, Tempe, dan Ikan Asin

Kalau kita bicara soal lauk nasi liwet yang paling pas, kita nggak bisa berpaling dari "Trinitas Suci" meja makan Indonesia: tahu, tempe, dan ikan asin. Ketiga bahan ini adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang selalu siap sedia kapan pun kita butuhkan. Harganya? Jelas sangat bersahabat, bahkan untuk mahasiswa yang sedang menunggu kiriman di akhir bulan.

Tempe goreng tepung yang teksturnya mendoan atau tahu kuning yang digoreng garing di luar tapi lembut di dalam adalah pendamping wajib. Tips biar makin spesial: bumbui tahu dan tempe dengan ulekan bawang putih dan garam yang agak kuat. Rasa gurihnya bakal kontras banget sama nasi liwet yang cenderung punya notes rempah yang halus. Dan jangan lupakan ikan asin. Entah itu ikan asin peda, ikan asin sepat, atau teri jengki yang digoreng sampai super renyah. Rasa asinnya itu lho, fungsinya mirip penyedap rasa alami yang bikin tiap suapan nasi liwet jadi makin nendang.

Lalapan: Kesegaran yang Harganya Cuma Seribuan

Makan nasi liwet tanpa lalapan itu seperti nonton konser tapi nggak ada sound system-nya. Hambar, Bung! Lalapan adalah elemen yang memberikan tekstur crunchy dan kesegaran di tengah dominasi rasa gurih berminyak. Dan asyiknya, lalapan ini murah banget. Kamu bisa pergi ke pasar dan modal lima ribu perak saja sudah dapat satu plastik penuh.

  • Kol dan Timun: Klasik, segar, dan murah. Timun yang diiris tipis-tipis bisa jadi penawar rasa asin dari lauk sebelumnya.
  • Daun Kemangi: Aromanya yang khas bikin nafsu makan naik dua kali lipat.
  • Leunca: Buat yang suka sensasi "pait-pait sedap", leunca adalah pilihan yang nggak boleh dilewatkan.
  • Terong Lalap: Terong hijau yang kecil-kecil itu, kalau digigit ada sensasi manis alaminya.

Opsi lainnya yang sedikit naik level tapi tetap murah adalah terong goreng. Terong ungu diiris miring, lalu digoreng sampai kecokelatan. Teksturnya yang lembek dan manis benar-benar jodoh yang serasi buat nasi liwet yang masih panas.

Sambal: Sang Penentu Kemenangan

Mari kita jujur, sehebat apa pun nasi liwetmu, kalau sambalnya gagal, maka seluruh hidangan akan terasa medioker. Sambal adalah nyawa. Untuk nasi liwet yang simpel, kamu nggak perlu bikin sambal yang rumit sampai harus dimasak berjam-jam. Cukup sediakan dua pilihan yang paling populer: sambal terasi atau sambal korek.

Sambal korek adalah yang paling praktis. Cukup cabai rawit, bawang putih, sedikit garam, ulek kasar, lalu siram dengan minyak panas bekas menggoreng ikan asin tadi. Aroma sangit dari minyak ikan asin itu bakal kasih dimensi rasa yang luar biasa. Kalau kamu punya budget lebih seribu atau dua ribu rupiah, tambahkan perasan jeruk limau. Wah, itu aromanya bisa bikin tetangga sebelah rumah tiba-tiba datang bertamu sambil bawa piring kosong.

Telur Dadar: Solusi Protein Kilat

Kalau ikan asin dirasa kurang mengenyangkan, lari saja ke telur. Tapi jangan telur mata sapi biasa. Buatlah telur dadar khas warteg yang tipis tapi lebar dan agak garing di pinggirannya. Campurkan banyak irisan daun bawang dan sedikit cabai iris ke dalam kocokan telurnya. Telur dadar ini nantinya bisa kamu robek-robek kecil dan dicampurkan langsung ke nasi saat makan. Cara makan seperti ini bikin bumbu nasi liwet dan telur menyatu dengan sempurna di dalam mulut.

Kesimpulan: Yang Penting Kebersamaannya

Pada akhirnya, nasi liwet mengajarkan kita satu hal penting tentang hidup: kebahagiaan itu nggak harus mahal. Dengan modal beras, beberapa siung bawang, selembar daun salam, dan lauk pauk sederhana yang harganya mungkin nggak sampai seharga segelas kopi kekinian di mall, kita sudah bisa menciptakan pesta kecil yang berkesan.

Lauk-lauk simpel seperti tahu, tempe, ikan asin, dan lalapan bukan sekadar pelengkap karena kita nggak punya uang buat beli daging. Justru itulah pasangan sejati dari nasi liwet. Mereka nggak berusaha mendominasi rasa, melainkan saling melengkapi satu sama lain dalam satu piring atau lebih bagus lagi, di atas hamparan daun pisang. Jadi, kapan rencana ngaliwet bareng teman-teman terdekatmu? Jangan lupa siapkan kerupuk kalengnya ya, karena itu adalah gong dari segala kesederhanaan ini.

Logo Radio
🔴 Radio Live