Dibuang Hari Ini, Bisa Sampai Laut Besok: Surabaya Jadi Pilot Project Pengurangan Sampah Plastik
Shannon - Monday, 08 June 2026 | 03:45 PM


Sampah yang Hilang dari Mata Belum Tentu Hilang: Surabaya Jadi Percontohan Pengurangan Sampah Plastik Sungai
Bayangkan kamu membeli es teh dalam gelas plastik saat perjalanan pulang. Minumannya habis dalam hitungan menit. Sedotannya dibuang. Gelasnya masuk tempat sampah, atau mungkin terjatuh begitu saja di pinggir jalan. Selesai.
Setidaknya begitulah yang kita pikirkan. Padahal bagi sampah plastik, perjalanan sering kali baru dimulai. Saat hujan turun, sampah yang tersangkut di selokan dapat terbawa aliran air menuju sungai. Dari sungai, sebagian akan bergerak menuju laut. Dalam waktu yang relatif singkat, plastik yang awalnya berada beberapa meter dari rumah kita bisa berakhir puluhan bahkan ratusan kilometer jauhnya. Karena itulah Surabaya kini dipilih sebagai salah satu pilot project atau proyek percontohan untuk pengurangan sampah plastik yang masuk ke sungai dan laut. Sekilas, program ini terdengar seperti isu lingkungan yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal kenyataannya justru sebaliknya.
Sungai adalah "Jalan Tol" bagi Sampah
Banyak orang mengira pencemaran laut sebagian besar berasal dari aktivitas di pantai. Faktanya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa sungai menjadi salah satu jalur utama yang membawa sampah dari daratan menuju lautan. Ibarat jalan tol, sungai menghubungkan berbagai wilayah dan memungkinkan sampah berpindah dengan cepat. Masalahnya, plastik tidak seperti sampah organik yang bisa terurai dalam waktu singkat. Botol plastik, kantong plastik, dan kemasan sekali pakai bisa bertahan puluhan hingga ratusan tahun di lingkungan. Artinya, sampah yang dibuang hari ini bisa saja masih ada ketika generasi berikutnya tumbuh dewasa.
Kota Besar, Tantangan Besar
Sebagai kota metropolitan dengan jutaan penduduk, Surabaya menghasilkan volume sampah yang tidak sedikit setiap harinya. Aktivitas rumah tangga, perdagangan, kuliner, hingga industri menghasilkan berbagai jenis limbah yang harus dikelola dengan baik. Di sisi lain, Surabaya juga memiliki jaringan sungai dan saluran air yang cukup luas. Jika sampah tidak tertangani dengan baik, jalur-jalur air tersebut berpotensi menjadi "kendaraan gratis" bagi plastik menuju laut. Inilah yang membuat Surabaya dianggap memiliki posisi strategis untuk menjadi lokasi percontohan program pengurangan sampah plastik sungai.
Bukan Hanya Soal Laut
Ketika mendengar isu sampah plastik, banyak orang langsung membayangkan penyu yang terjerat plastik atau pantai yang dipenuhi sampah. Memang benar, dampaknya sampai ke sana. Namun sebelum mencapai laut, sampah plastik sering kali lebih dulu menimbulkan masalah di kota. Saluran air tersumbat, risiko banjir meningkat, kualitas lingkungan menurun. Bahkan biaya pengelolaan sampah yang harus ditanggung pemerintah dan masyarakat ikut bertambah. Dengan kata lain, mengurangi sampah plastik di sungai bukan hanya tentang menyelamatkan laut yang jauh dari kota. Ini juga tentang menjaga lingkungan tempat kita tinggal setiap hari.
Langkah Kecil yang Tidak Sekecil Itu
Sering kali masalah sampah terasa terlalu besar untuk diselesaikan oleh satu orang. Namun menariknya, sebagian besar sampah plastik berasal dari keputusan-keputusan kecil yang kita buat setiap hari. Menggunakan botol minum isi ulang, membawa tas belanja sendiri, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membuang sampah pada tempatnya, lebiasaan-kebiasaan sederhana itu mungkin terlihat sepele. Namun, jika dilakukan oleh jutaan warga kota, dampaknya bisa jauh lebih besar daripada yang dibayangkan. Karena pada akhirnya, sungai tidak menghasilkan sampah. Laut juga tidak menghasilkan sampah. Sampah selalu berasal dari manusia. Dan kabar baiknya, manusia juga yang memiliki kemampuan untuk menguranginya.
Next News

Beli Atau Pinjam? Menelusuri Ruang Literasi Favorit Anak Surabaya
6 days ago

Rek! Ini Lho Alasan Kenapa Surabaya Ulang Tahun Tiap 31 Mei.
6 days ago

Ibukota Boleh Jakarta, Tapi Gudang Hits Tetap Jawa Timur: Menelusuri Jejak Dewa 19 hingga Letto
14 days ago

Kelezatan Bebek Goreng di Surabaya: Simbol Kuliner Kota Pahlawan
18 days ago

Eksplorasi Sudut Estetik Jalan Untung Suropati Lewat Lensa Analog
20 days ago

Pesona Organik Jalan MERR Surabaya Menjelang Idul Adha
21 days ago

Perjalanan Ke Surabaya Lewat Jalur Kereta? Berikut Deretan Lokasi Stasiun yang Ada Di Surabaya
24 days ago

Daftar Lengkap 5 Mall di Surabaya Paling Hits Untuk Rekomendasi Tempat Nongkrong dan Belanja
a month ago

Menjelajahi Surga Kolesterol di Jawa Timur: Dari Kuah Hitam Rawon hingga Kenyalnya Cingur
a month ago

Staycation di Surabaya? Ini 5 Hotel Paling Ikonik yang Wajib Kamu Coba!
a month ago






