Niat Hemat Malah Boncos? Stop 'Jajan Lucu' 20 Ribuan Tiap Hari!
Refa - Tuesday, 06 January 2026 | 11:30 AM


"Perasaan gue bulan ini irit deh. Makan siang juga di warteg."
Pernah bergumam begitu saat melihat saldo rekening tinggal tiga digit padahal gajian masih seminggu lagi? Tenang, kamu tidak sendirian. Fenomena ini disebut "kebocoran halus". Uangmu tidak hilang dicuri tuyul, tapi digerogoti oleh musuh dalam selimut bernama Jajan Lucu.
Di tahun 2026 ini, godaan finansial bukan lagi barang elektronik mahal, melainkan pengeluaran kecil seharga Rp15.000 sampai Rp25.000 yang kelihatan sepele. Es kopi, boba, croissant diskonan, biaya admin top-up e-wallet, hingga ongkir makanan online.
Mari kita bedah kenapa kebiasaan "Cuma 20 Ribu" ini adalah pembunuh finansial nomor satu bagi Gen Z dan Milenial.
Matematika 'The Latte Factor' yang Mengerikan
Dalam dunia perencanaan keuangan, ada istilah The Latte Factor. Ini merujuk pada pengeluaran kecil rutin yang kalau dikumpulkan, jumlahnya bisa buat beli motor.
Coba kita hitung jujur-jujuran. Anggaplah "Jajan Lucu" harianmu (kopi pagi + camilan sore atau biaya layanan ojol) adalah Rp25.000.
- 1 Hari: Rp25.000 (Terasa murah, kan?)
- 1 Bulan (30 hari): Rp750.000
- 1 Tahun: Rp9.000.000 (Sembilan Juta Rupiah!)
Lihat angkanya. Rp9 juta itu bisa dipakai untuk beli iPhone bekas yang masih mulus, tiket liburan ke luar negeri, atau modal investasi reksa dana. Tapi uang itu lenyap begitu saja ke toilet. Masih berani bilang cuma?
Jebakan "Self Reward" yang Kebablasan
"Ah, kan gue udah kerja keras seharian, masa nggak boleh beli kopi enak?"
Ini adalah tameng paling ampuh, self reward. Memberi penghargaan pada diri sendiri itu boleh, bahkan harus. Tapi kalau self reward dilakukan SETIAP HARI, itu bukan reward, itu namanya gaya hidup.
Otak kita memang mencari dopamin instan saat stres bekerja. Gula dan belanja adalah pemicu dopamin termudah. Masalahnya, gaji kita (apalagi yang UMR atau fresh grad) sering kali tidak didesain untuk menopang gaya hidup "dikit-dikit jajan".
Solusi: Bukan Pelit, Tapi Tahu Diri
Artikel ini tidak menyuruhmu berhenti menikmati hidup dan minum air keran saja. Tapi, kita perlu strategi Jajan Pintar agar tidak sengsara di tanggal tua.
1. Aturan 2 Hari Sekali. Kalau biasanya beli kopi mahal tiap hari, ubah jadi 2 hari sekali atau seminggu 2 kali saja. Sisanya? Bawa tumbler dari rumah atau seduh kopi sachet. Rasanya beda dikit, tapi dompetmu bakal berterima kasih.
2. Hapus Aplikasi Pemicu Impulsif. Kalau jarimu gatal tiap liat notifikasi promo ojol makanan, matikan notifikasinya. Biaya layanan dan ongkir sekarang bisa seharga satu porsi makan sendiri. Masak atau jalan kaki ke warung terdekat jauh lebih hemat.
3. 'Puasa' 24 Jam Sebelum Check Out. Ini buat yang hobi belanja printilan di e-commerce. Masukkan keranjang, lalu Tutup Aplikasinya. Tunggu 24 jam. Biasanya, besok paginya keinginan itu sudah hilang karena kamu cuma lapar mata, bukan butuh.
Next News

IHSG 15 Januari 2026 Hijau di Awal Perdagangan, Investor Mulai Berani Masuk
18 minutes ago

Rupiah 15 Januari 2026 Menguat Tipis, Pasar Dunia Masih Risk-Off
23 minutes ago

Harga Emas Antam 15 Januari 2026 Meroket! Rupiah dan Gejolak AS Jadi Biang Kerok
in 7 minutes

Gejolak Harga Pangan: Membaca Pola Naik Turunnya Harga Cabai dan Telur di Pasaran
20 hours ago

IHSG Comeback ke 9.000! Transaksi Triliunan Rupiah Sejak Pembukaan
a day ago

Rupiah 14 Januari 2026 Hijau Sesaat, Tekanan Global Tak Bisa Diabaikan
a day ago

Harga Emas Antam Hari Ini Makin Mahal, Cek Angka Terbarunya!
a day ago

Bukan Pelit, Tapi Realistis! Mengapa Menolak Ajakan Nongkrong Justru Bikin Kamu Cepat Kaya
a day ago

Awas Jebakan QR Code Palsu! Ini Cara Cek Biar Saldo dan Data Nggak Lenyap
a day ago

Modal 10 Ribu Bisa Jadi Investor? Ini Bukan Hoaks
a day ago






