Ceritra
Ceritra Warga

Mukena Serasa Sauna? Ini Tips Pilih Bahan yang Sejuk

Refa - Tuesday, 24 February 2026 | 04:30 PM

Background
Mukena Serasa Sauna? Ini Tips Pilih Bahan yang Sejuk
Ilustrasi mukena (Liputan6.com/)

Dilema Mukena Gerah: Mencari Bahan yang Bikin Sholat Tetap Adem dan Jauh dari Bau Apek

Pernah nggak sih kalian lagi khusyuk-khusyuknya sholat, eh tiba-tiba konsentrasi buyar gara-gara hawa panas yang minta ampun? Alih-alih merasa tenang, yang ada malah keringat bercucuran di balik mukena, dan sensasi lengketnya itu lho, benar-benar menguji kesabaran. Belum lagi kalau mukena yang kita pakai punya bakat menyimpan aroma keringat yang kalau sudah kering malah jadi bau apek. Wah, itu sih namanya bukan ibadah dengan tenang, tapi malah kayak lagi sauna pakai kostum.

Masalah mukena gerah ini memang jadi momok buat muslimah di Indonesia yang iklimnya tropis banget ini. Mau sholat di masjid atau di rumah, kalau bahannya salah, tetap saja rasanya kayak terbungkus plastik. Apalagi kalau dipakai untuk durasi lama seperti sholat Tarawih atau pas lagi ikut kajian. Makanya, memilih bahan mukena itu nggak bisa asal lihat motifnya lucu atau warnanya estetik ala-ala selebgram saja. Kita butuh bahan yang "bernafas", sejuk di kulit, dan nggak gampang bikin bau badan nempel permanen.

Si Raja Adem: Rayon yang Tak Terkalahkan

Kalau bicara soal kenyamanan di tengah cuaca panas, kita wajib sujud syukur atas terciptanya kain rayon. Di jagat per-mukena-an, rayon adalah kasta tertinggi untuk urusan adem-ademan. Teksturnya yang jatuh (drapery), lembut, dan sangat menyerap keringat bikin bahan ini jadi favorit sejuta umat. Kalau kalian beli mukena Bali yang harganya terjangkau itu, biasanya mereka pakai bahan rayon.

Tapi, ada tapinya nih. Rayon itu punya satu kelemahan yang cukup menyebalkan, yakni gampang banget kusut. Baru dipakai sekali, bekas lipatan duduknya sudah ke mana-mana. Selain itu, kalau kalian sering cuci pakai mesin, seratnya bisa cepat menipis. Tipsnya, carilah jenis Rayon Premium atau Rayon Viscose yang seratnya lebih rapat dan nggak gampang robek. Meskipun sedikit lebih mahal, setidaknya kalian nggak bakal merasa kayak pakai kain saringan tahu setelah tiga bulan pemakaian.

Katun Jepang: Klasik, Rapi, dan Tetap Dingin

Bagi kalian yang tim ogah ribet setrika setiap mau sholat, Katun Jepang adalah solusinya. Berbeda dengan rayon yang terlalu letoy, katun jepang punya struktur yang lebih tegas tapi tetap sangat lembut. Ciri khasnya adalah permukaannya yang halus dan daya serap keringatnya yang juara dunia. Karena terbuat dari serat alami kapas, sirkulasi udara di dalam mukena bakal tetap terjaga.

Secara visual, mukena katun jepang biasanya punya motif yang lebih playful dan warnanya nggak gampang pudar. Ini cocok banget buat kalian yang suka mukena bermotif bunga-bunga kecil atau polkadot tanpa harus takut kegerahan. Katun jepang juga relatif lebih awet dan makin sering dicuci biasanya malah makin nyaman di kulit. Cuma ya itu, harganya memang di atas rayon biasa, tapi anggap saja ini investasi buat kenyamanan ibadah dalam jangka panjang.

Sutra Silk dan Tencel: Mewah tapi Tetap Sopan di Kulit

Nah, kalau kalian punya budget lebih dan pengen mukena yang terasa lebih mewah, sutra atau turunan silk lainnya bisa jadi pilihan. Tapi hati-hati, jangan terjebak sama "Satin" murahan yang sering diklaim sebagai silk. Satin yang terbuat dari polyester itu musuhnya keringat; licin sih iya, tapi panasnya minta ampun dan kalau kena keringat baunya langsung nyengat.

Rekomendasi terbaik di kelas ini adalah kain tencel atau sutra organik. Bahan ini terbuat dari serat kayu yang diolah secara ramah lingkungan. Rasanya? Dingin banget! Begitu menyentuh kulit, ada sensasi cooling effect yang natural. Tencel juga punya sifat antibakteri alami, yang artinya dia nggak gampang bau meskipun kalian berkeringat saat memakainya. Mukena berbahan tencel biasanya punya kilau yang elegan tapi nggak lebay, cocok buat mukena hantaran atau mukena khusus buat hari raya.

Kenapa Mukena Bisa Cepat Bau Apek?

Sebenarnya, bahan kain cuma salah satu faktor. Bau apek itu muncul karena bakteri yang berkembang biak di sisa keringat yang terjebak di serat kain. Kain-kain sintetis seperti polyester atau parasut (yang bukan kualitas premium) punya pori-pori yang sangat kecil, sehingga keringat kita terperangkap di sana. Itulah kenapa kalau kita pakai mukena berbahan parasut murah di tempat yang nggak ada AC-nya, baunya bakal cepat banget berubah jadi kurang sedap.

Selain itu, kebiasaan melipat mukena saat masih dalam keadaan lembap (habis kena air wudhu atau keringat) adalah cara tercepat untuk membuat mukena kalian jadi sarang jamur dan bau apek. Usahakan selalu menggantung mukena setelah dipakai agar kena angin-angin sejenak sebelum dilipat atau disimpan kembali.

Kesimpulan: Pilih yang Mana?

Jadi, mana yang paling direkomendasikan? Kalau prioritas kalian adalah dingin maksimal dengan budget yang masuk akal, pilihlah Rayon Viscose. Kalau kalian lebih suka tampilan yang rapi, formal, dan tahan lama, Katun Jepang nggak pernah salah. Tapi kalau kalian pengen self-reward dengan mukena yang super lembut, mewah, dan anti-bakteri, Tencel adalah jawabannya.

Ingat, kenyamanan saat beribadah itu penting. Sholat bukan cuma soal memenuhi kewajiban, tapi juga soal kualitas pertemuan kita dengan Sang Pencipta. Kalau mukenanya nyaman, adem, dan wangi, tentu kita jadi nggak buru-buru pengen selesai karena kegerahan. Jadi, yuk lebih teliti lagi cek label bahan sebelum checkout mukena incaran kalian di marketplace!

Logo Radio
🔴 Radio Live