Ceritra
Ceritra Update

Misi Bersejarah NASA Kirim Manusia ke Bulan 2026

Nisrina - Friday, 06 February 2026 | 03:15 PM

Background
Misi Bersejarah NASA Kirim Manusia ke Bulan 2026
Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen sebagai anggota Artemis II. (X/@NASA)

Dunia antariksa kembali bergairah dengan sebuah pengumuman besar yang telah dinanti nantikan selama lebih dari setengah abad. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA telah menetapkan tanggal penting bagi umat manusia untuk kembali menjejakkan kaki di permukaan Bulan. Setelah misi Apollo 17 yang legendaris berakhir pada tahun 1972 manusia seolah absen mengunjungi satelit alami bumi tersebut secara langsung.

Kini setelah penantian panjang selama 54 tahun mimpi untuk melihat astronaut berjalan di permukaan bulan akan segera terwujud kembali. NASA menargetkan tanggal 8 Februari 2026 sebagai momen bersejarah peluncuran misi yang akan membawa kru manusia kembali ke lingkungan orbit dan permukaan bulan.

Artikel ini akan membahas secara mendalam detail rencana ambisius tersebut. Kita akan mengupas apa yang membuat misi ini berbeda dari era Apollo teknologi apa yang digunakan serta tujuan besar jangka panjang yang ingin dicapai umat manusia di luar angkasa. Simak ulasan lengkapnya mengenai babak baru penjelajahan antariksa berikut ini.

Penantian Panjang 54 Tahun Berakhir

Angka 54 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Sejak Eugene Cernan meninggalkan jejak kakinya di debu bulan pada Desember 1972 belum ada lagi manusia yang pergi sejauh itu ke luar angkasa. Selama lima dekade terakhir eksplorasi luar angkasa lebih berfokus pada orbit rendah bumi melalui stasiun luar angkasa dan pengiriman wahana robotik ke planet lain.

Pengumuman mengenai tanggal 8 Februari 2026 menjadi titik balik yang krusial. Ini bukan sekadar pengulangan sejarah. Misi ini membawa semangat baru yang lebih inklusif dan berorientasi masa depan. Generasi yang tidak sempat menyaksikan pendaratan Neil Armstrong kini memiliki kesempatan untuk menjadi saksi mata sejarah baru pendaratan manusia di era modern dengan kualitas siaran yang jauh lebih canggih.

Target Tanggal Peluncuran yang Ambisius

Menetapkan tanggal spesifik dalam misi luar angkasa adalah tantangan yang luar biasa rumit. Ada ribuan variabel yang harus diperhitungkan mulai dari kesiapan teknis roket kondisi cuaca hingga posisi orbit benda langit yang harus presisi.

Pemilihan Februari 2026 sebagai jendela peluncuran menunjukkan kepercayaan diri NASA terhadap progres program Artemis yang sedang berjalan. Meskipun dalam dunia penerbangan antariksa penundaan adalah hal yang lumrah namun penetapan target ini memberikan garis waktu yang jelas bagi para insinyur ilmuwan dan astronaut yang terlibat untuk bekerja ekstra keras.

Mengenal Misi Artemis Generasi Baru

Jika dulu kita mengenal program Apollo kini dunia diperkenalkan dengan program Artemis. Nama Artemis diambil dari mitologi Yunani yang merupakan saudara kembar Apollo dan dewi bulan. Penamaan ini sangat simbolis karena NASA berkomitmen untuk mengirimkan wanita pertama dan orang kulit berwarna pertama ke permukaan Bulan melalui program ini.

Misi ini tidak hanya sekadar datang tancapkan bendera lalu pulang. Artemis memiliki visi yang jauh lebih luas. NASA berencana membangun keberadaan manusia yang berkelanjutan di Bulan. Ini berarti mereka akan membangun pangkalan yang memungkinkan astronaut tinggal dan bekerja di sana dalam jangka waktu yang lebih lama untuk melakukan penelitian ilmiah mendalam.

Teknologi Roket Paling Canggih

Untuk membawa manusia kembali ke Bulan NASA telah mengembangkan roket super kuat yang disebut Space Launch System atau SLS. Roket ini digadang gadang sebagai roket terkuat yang pernah dibuat melebihi kekuatan roket Saturn V milik era Apollo.

SLS akan membawa kapsul antariksa bernama Orion yang menjadi tempat tinggal para astronaut selama perjalanan pergi dan pulang. Teknologi navigasi sistem pendukung kehidupan dan proteksi radiasi pada Orion jauh lebih maju dibandingkan teknologi tahun 1970 an. Hal ini dirancang untuk menjamin keselamatan kru dalam menghadapi lingkungan luar angkasa yang keras dan tak terduga.

Batu Loncatan Menuju Planet Mars

Salah satu alasan utama mengapa kita harus kembali ke Bulan adalah Mars. Planet Merah adalah tujuan akhir dari visi eksplorasi manusia abad ini. Bulan akan dijadikan sebagai "laboratorium" dan tempat latihan sebelum manusia berani menempuh perjalanan jutaan kilometer menuju Mars.

Di Bulan para astronaut akan menguji teknologi baru cara bertahan hidup di planet asing dan cara memanfaatkan sumber daya setempat seperti air es yang ditemukan di kutub selatan Bulan. Jika manusia bisa sukses bertahan hidup secara mandiri di Bulan maka peluang untuk sukses mendarat dan membangun koloni di Mars akan semakin besar.

Tantangan dan Risiko yang Dihadapi

Perjalanan ke luar angkasa tidak pernah bebas risiko. Misi ini menghadapi tantangan teknis dan finansial yang sangat besar. Pengembangan pakaian antariksa generasi baru pendarat bulan atau human landing system dan integrasi sistem yang kompleks membutuhkan presisi tingkat tinggi.

Keselamatan para astronaut adalah prioritas mutlak. NASA sangat berhati hati dalam setiap tahap pengujian untuk memastikan bahwa tragedi masa lalu tidak terulang kembali. Tanggal 8 Februari 2026 adalah target namun keselamatan tetap menjadi panglima tertinggi dalam pengambilan keputusan peluncuran.

Kembalinya manusia ke Bulan adalah simbol dari semangat penjelajahan yang tak pernah padam. Ini adalah bukti bahwa manusia selalu ingin tahu dan ingin melampaui batas batas yang ada. Mari kita nantikan momen bersejarah tersebut di mana mata seluruh dunia akan kembali tertuju ke langit malam menatap Bulan dengan penuh harapan dan kekaguman.

Logo Radio
🔴 Radio Live