Gajian dari Saham? Ini Cara Kerja Dividen
Refa - Monday, 02 February 2026 | 02:30 PM


Bagi banyak orang, berinvestasi di pasar saham sering kali identik dengan aktivitas jual-beli demi mendapatkan keuntungan dari selisih harga atau yang biasa disebut capital gain. Namun, ada cara lain yang lebih santai dan berpotensi memberikan penghasilan rutin layaknya uang sewa properti, yaitu melalui dividen.
Dividen adalah impian setiap investor jangka panjang. Ia merupakan bentuk apresiasi nyata dari perusahaan kepada para pemegang sahamnya. Mari kita bedah lebih dalam bagaimana dividen bekerja, mengapa ini bisa menjadi sumber pendapatan pasif yang menjanjikan, dan apa saja yang perlu diperhatikan sebelum berburu saham pembagi dividen di tahun 2026 ini.
Apa Itu Dividen dan Bagaimana Cara Mendapatkannya?
Secara sederhana, dividen adalah pembagian laba bersih perusahaan kepada para pemegang sahamnya berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Jadi, saat memiliki saham sebuah perusahaan, kita secara sah menjadi pemilik bisnis tersebut. Jika bisnisnya untung dan perusahaan memutuskan untuk membagi keuntungan tersebut, maka kita akan menerima jatah sesuai dengan jumlah lembar saham yang dimiliki.
Cara mendapatkannya pun sangat praktis. Investor tidak perlu melakukan apa pun setelah membeli saham. Uang dividen akan otomatis masuk ke saldo RDN (Rekening Dana Nasabah) di aplikasi sekuritas sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh emiten.
Mengenal Istilah Penting dalam Dunia Dividen
Sebelum mulai membeli saham, ada beberapa istilah teknis yang wajib dipahami agar tidak salah langkah dalam mengambil keputusan:
- Cum Date (Cumulative Date): Hari terakhir bagi investor untuk membeli atau memiliki saham jika ingin berhak mendapatkan dividen. Jika membeli saham sehari setelah tanggal ini, maka hak atas dividen tersebut hilang.
- Ex-Date (Excluding Date): Satu hari kerja setelah Cum Date. Di hari ini, pembeli saham baru sudah tidak lagi berhak mendapatkan dividen periode tersebut. Biasanya, harga saham cenderung mengalami koreksi di hari ini.
- Dividen Yield: Persentase keuntungan dividen dibandingkan dengan harga saham saat ini. Jika dividen per lembar adalah Rp500 dan harga sahamnya Rp10.000, maka yield-nya adalah 5%.
- Dividend Payout Ratio (DPR): Persentase dari total laba bersih yang dibagikan sebagai dividen. Sisanya biasanya disimpan sebagai laba ditahan untuk ekspansi perusahaan.
Strategi Memilih Saham untuk Pendapatan Pasif
Tidak semua perusahaan membagikan dividen. Perusahaan yang masih dalam fase pertumbuhan pesat biasanya memilih untuk memutar kembali labanya demi ekspansi. Untuk mendapatkan pendapatan pasif yang stabil, carilah karakteristik perusahaan berikut:
1. Perusahaan yang Sudah Mapan (Mature)
Perusahaan di sektor perbankan besar, konsumsi, atau telekomunikasi biasanya memiliki arus kas yang stabil dan tidak lagi membutuhkan dana ekspansi yang sangat masif, sehingga mereka lebih royal membagikan dividen kepada pemegang saham.
2. Histori Pembagian yang Konsisten
Cek rekam jejak perusahaan selama 5 hingga 10 tahun terakhir. Pilihlah emiten yang tidak pernah absen membagikan dividen setiap tahun, bahkan saat kondisi ekonomi sedang menantang. Di Indonesia, saham-saham semacam ini sering disebut masuk dalam indeks High Dividend 20.
3. Kinerja Keuangan yang Sehat
Pastikan dividen yang dibagikan berasal dari laba operasional yang tumbuh, bukan diambil dari utang atau hasil menjual aset. Dividen yang berkelanjutan hanya bisa datang dari bisnis yang benar-benar menghasilkan uang.
Mewaspadai "Dividend Trap" (Jebakan Dividen)
Salah satu risiko yang sering mengintai investor pemburu dividen adalah dividend trap. Ini terjadi ketika sebuah perusahaan mengumumkan dividen dengan yield yang sangat tinggi (misalnya 20% atau lebih), namun setelah Cum Date berakhir, harga sahamnya anjlok lebih dalam daripada nilai dividen yang diterima.
Untuk menghindarinya, jangan hanya tergiur oleh angka persentase yang besar. Perhatikan fundamental perusahaan secara keseluruhan dan pastikan harga sahamnya tidak sedang berada di puncak kejenuhan sebelum berita dividen diumumkan.
Keunggulan Dividen dalam Perencanaan Keuangan
Dividen menawarkan keunggulan yang unik dibandingkan instrumen investasi lainnya:
- Efek Bola Salju (Compounding): Jika uang dividen yang diterima dibelikan kembali ke saham yang sama, maka jumlah lembar saham akan terus bertambah, dan dividen di tahun berikutnya pun akan semakin besar.
- Perlawanan Terhadap Inflasi: Dividen cenderung meningkat seiring dengan pertumbuhan laba perusahaan yang biasanya menyesuaikan dengan laju inflasi.
- Psikologi Investasi yang Tenang: Investor dividen biasanya tidak terlalu pusing saat harga saham harian naik-turun, selama bisnis perusahaan tetap jalan dan dividen tetap mengalir.
Kesimpulan: Membangun Mesin Uang dari Saham
Dividen adalah cara yang elegan untuk memanen hasil dari pertumbuhan ekonomi melalui pasar modal. Meskipun membutuhkan waktu dan kesabaran untuk membangun portofolio yang cukup besar hingga bisa menopang gaya hidup, memulainya sejak dini adalah langkah terbaik. Jadikan setiap lembar saham sebagai "karyawan" yang bekerja keras menghasilkan uang untuk masa depan.
Next News

Dulu 10 Ribu Dapat Kenyang, Sekarang Cuma Kenangan? Ini Alasan Kenapa Harga Barang Naik Terus
5 days ago

Bukan Sekadar Gaya, Begini Cara Main Aman Investasi Jam Tangan Mewah
6 days ago

Membedah Mentalitas Pebisnis Tangguh yang Tahan Banting
9 days ago

Modal Receh Untung Gede! 5 Ide Bisnis Sewa yang Bisa Bikin Dompet Pelajar Gak Lagi Tipis.
10 days ago

Mengintip Gurita Bisnis Indonesia yang Diam-diam Nyetir Ekonomi Global
12 days ago

Cara Berhenti Jadi Korban Racun Influencer di Media Sosial
18 days ago

Rahasia Mengatur Keuangan Berdasarkan Kepribadian Diri Sendiri
22 days ago

Mengapa Menabung Itu Sulit? Yuk Kelola Gaji dengan Lebih Bijak
23 days ago

Panik di Gerbang Tol Karena Saldo Habis? Ini Langkah Mudahnya
24 days ago

Tips Kelola Keuangan Biar Nggak Kena Penyakit Tanggal Tua
24 days ago






