Update Lengkap Tarif Listrik PLN Februari 2026
Nisrina - Tuesday, 03 February 2026 | 10:45 AM


Listrik telah menjadi nadi kehidupan masyarakat modern yang tidak bisa ditawar lagi. Setiap awal bulan perhatian masyarakat dan pelaku usaha tertuju pada satu hal penting yaitu pengumuman tarif tenaga listrik oleh PT PLN (Persero). Biaya listrik merupakan komponen pengeluaran rutin yang sangat mempengaruhi arus kas rumah tangga maupun biaya operasional bisnis.
Memasuki bulan Februari 2026 kabar baik datang bagi para pelanggan. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan kebijakan terkait tarif listrik yang berlaku bulan ini. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat yang sedang dijaga ketat di awal tahun.
Artikel ini akan menyajikan rincian lengkap tarif listrik yang berlaku pada Februari 2026 dalam format poin poin yang mudah dipahami. Simak informasi detailnya berikut ini agar Anda bisa mengestimasi pengeluaran bulanan dengan tepat.
Keputusan Pemerintah Menahan Kenaikan Tarif
Pemerintah memastikan bahwa tarif listrik untuk periode Februari 2026 tidak mengalami kenaikan. Kebijakan ini berlaku bagi 13 golongan pelanggan nonsubsidi. Langkah ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjaga momentum pemulihan ekonomi dan melindungi masyarakat dari gejolak harga energi global.
Penetapan ini didasarkan pada mekanisme penyesuaian tarif atau tariff adjustment yang dilakukan setiap triwulan. Mengingat Februari masih berada dalam rentang triwulan pertama tahun 2026 maka parameter ekonomi makro yang digunakan masih mengacu pada data realisasi triwulan sebelumnya. Meskipun harga energi primer dunia fluktuatif pemerintah menjamin harga listrik tetap terjangkau.
Daftar Rincian Tarif Listrik Februari 2026
Agar Anda tidak bingung menghitung biaya pemakaian berikut adalah daftar rincian tarif tenaga listrik per kilowatt hour (kWh) yang berlaku pada bulan Februari 2026 untuk berbagai golongan pelanggan nonsubsidi:
- Pelanggan Rumah Tangga Kecil (R-1/TR) dengan daya 900 VA-RTM (Rumah Tangga Mampu) dikenakan tarif sebesar Rp1.352 per kWh.
- Pelanggan Rumah Tangga Menengah (R-1/TR) dengan daya 1.300 VA dikenakan tarif sebesar Rp1.444,70 per kWh.
- Pelanggan Rumah Tangga Menengah (R-1/TR) dengan daya 2.200 VA dikenakan tarif sebesar Rp1.444,70 per kWh.
- Pelanggan Rumah Tangga Besar (R-2/TR) dengan daya 3.500 VA hingga 5.500 VA dikenakan tarif sebesar Rp1.444,70 per kWh.
- Pelanggan Rumah Tangga Mewah (R-3/TR) dengan daya 6.600 VA ke atas dikenakan tarif sebesar Rp1.699,53 per kWh.
- Pelanggan Bisnis Menengah (B-2/TR) dengan daya 6.600 VA hingga 200 kVA dikenakan tarif sebesar Rp1.444,70 per kWh.
- Pelanggan Pemerintah (P-1/TR) dengan daya 6.600 VA hingga 200 kVA dikenakan tarif sebesar Rp1.444,70 per kWh.
- Pelanggan Penerangan Jalan Umum (P-3/TR) dikenakan tarif sebesar Rp1.699,53 per kWh.
Tarif untuk Pelanggan Bersubsidi
Bagaimana dengan pelanggan yang menerima subsidi. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk melindungi masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha mikro.
- Pelanggan Rumah Tangga 450 VA tetap mendapatkan subsidi penuh dengan tarif yang sangat murah.
- Pelanggan Rumah Tangga 900 VA Bersubsidi juga tidak mengalami perubahan tarif.
- Pelanggan Bisnis Kecil dan Industri Kecil tetap menikmati tarif subsidi untuk mendukung keberlangsungan usaha mereka.
4 Indikator Penentu Harga Listrik
Mungkin Anda penasaran mengapa tarif listrik bisa naik atau turun. Pemerintah menggunakan empat indikator ekonomi makro utama dalam menghitung tarif listrik nonsubsidi. Berikut adalah poin poin penentunya:
- Kurs Rupiah terhadap Dolar AS: Karena transaksi energi global menggunakan mata uang asing pergerakan nilai tukar sangat berpengaruh.
- Indonesian Crude Price (ICP): Harga minyak mentah Indonesia menjadi patokan biaya bahan bakar.
- Inflasi Nasional: Tingkat inflasi mempengaruhi biaya operasional penyediaan listrik.
- Harga Batubara Acuan (HBA): Sebagai bahan bakar utama pembangkit listrik tenaga uap harga batubara memiliki porsi besar dalam struktur biaya.
Tips Cerdas Hemat Listrik
Meskipun tarif tidak naik penghematan tetap menjadi kunci kesehatan finansial keluarga. Berikut adalah beberapa langkah taktis yang bisa Anda terapkan di rumah:
- Ganti Lampu LED: Gunakan lampu LED yang lebih hemat daya dibandingkan lampu pijar konvensional.
- Atur Suhu AC: Pasang suhu AC pada kisaran 24 hingga 25 derajat Celcius agar kompresor tidak bekerja terlalu keras.
- Cabut Colokan: Hindari membiarkan charger hp atau colokan TV menancap saat tidak digunakan untuk mencegah vampire power.
- Gunakan PLN Mobile: Manfaatkan fitur Catat Meter Mandiri (SwaCAM) di aplikasi PLN Mobile setiap tanggal 24 hingga 27 untuk memantau estimasi tagihan.
Dengan mengetahui rincian tarif di atas Anda kini bisa lebih tenang dan bijak dalam menggunakan energi listrik. Pastikan juga untuk selalu membayar tagihan listrik tepat waktu mulai tanggal 1 hingga 20 setiap bulannya agar terhindar dari denda dan pemutusan sementara.
Next News

Dulu 10 Ribu Dapat Kenyang, Sekarang Cuma Kenangan? Ini Alasan Kenapa Harga Barang Naik Terus
5 days ago

Bukan Sekadar Gaya, Begini Cara Main Aman Investasi Jam Tangan Mewah
6 days ago

Membedah Mentalitas Pebisnis Tangguh yang Tahan Banting
10 days ago

Modal Receh Untung Gede! 5 Ide Bisnis Sewa yang Bisa Bikin Dompet Pelajar Gak Lagi Tipis.
10 days ago

Mengintip Gurita Bisnis Indonesia yang Diam-diam Nyetir Ekonomi Global
12 days ago

Cara Berhenti Jadi Korban Racun Influencer di Media Sosial
18 days ago

Rahasia Mengatur Keuangan Berdasarkan Kepribadian Diri Sendiri
23 days ago

Mengapa Menabung Itu Sulit? Yuk Kelola Gaji dengan Lebih Bijak
24 days ago

Panik di Gerbang Tol Karena Saldo Habis? Ini Langkah Mudahnya
25 days ago

Tips Kelola Keuangan Biar Nggak Kena Penyakit Tanggal Tua
25 days ago






