Hati-Hati Abses Gigi! Kenali Gejala Gusi Bernanah yang Bisa Berakibat Fatal Jika Dibiarkan
Nisrina - Sunday, 01 February 2026 | 08:15 AM


Pernahkah Anda merasakan sakit gigi yang tak tertahankan disertai dengan munculnya benjolan berisi cairan di gusi? Waspadalah, kondisi tersebut bisa jadi adalah tanda abses gigi. Abses gigi adalah infeksi bakteri parah yang menyebabkan terbentuknya kantung nanah di sekitar akar gigi atau celah gusi.
Kondisi ini bukanlah sakit gigi biasa. Rasa nyerinya sering kali digambarkan sangat menyiksa, berdenyut, dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari secara total. Yang lebih menakutkan, jika tidak segera ditangani secara medis, infeksi ini tidak hanya merusak gigi, tetapi bisa menyebar ke bagian tubuh lain seperti leher, rahang, bahkan otak, yang dapat membahayakan nyawa.
Penting bagi Anda untuk memahami gejala, penyebab, dan langkah penanganan yang tepat agar infeksi tidak semakin parah. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
Tanda dan Gejala Utama Abses Gigi
Gejala abses gigi biasanya muncul secara mendadak dan memburuk dengan cepat. Berikut adalah beberapa indikator yang harus Anda waspadai:
- Nyeri Berdenyut yang Intens: Rasa sakit tidak hanya di gigi, tetapi berdenyut terus-menerus dan bisa menjalar hingga ke tulang rahang, leher, atau telinga.
- Sensitivitas Ekstrem: Gigi menjadi sangat ngilu saat terkena makanan/minuman yang terlalu panas atau dingin. Mengunyah pun akan terasa sakit karena tekanan pada akar gigi.
- Pembengkakan Wajah: Gusi di sekitar gigi yang terinfeksi akan tampak merah dan bengkak. Pada kasus berat, bengkak bisa menyebar hingga ke pipi atau wajah, membuat tampilan wajah menjadi tidak simetris.
- Demam dan Tidak Enak Badan: Munculnya demam tinggi adalah tanda sistem kekebalan tubuh sedang berperang melawan infeksi bakteri aktif.
- Bau Mulut & Rasa Tidak Sedap: Nanah yang merembes sering kali menyebabkan bau mulut busuk (halitosis) dan rasa aneh atau pahit di lidah secara tiba-tiba.
Mengapa Abses Gigi Bisa Terjadi?
Penyebab utama abses adalah invasi bakteri ke dalam bagian terdalam gigi (pulpa). Bakteri ini bisa masuk melalui beberapa "pintu", antara lain:
- Gigi Berlubang Parah: Lubang gigi yang tidak segera ditambal menjadi jalan tol bagi bakteri untuk mencapai saraf gigi.
- Cedera Gigi: Gigi yang retak, pecah, atau patah akibat benturan fisik.
- Penyakit Gusi Kronis: Radang gusi yang parah (periodontitis) dapat menyebabkan gusi terlepas dari gigi, menciptakan celah bagi nanah untuk menumpuk.
Faktor kebersihan mulut yang buruk dan konsumsi gula berlebih menjadi pemicu terbesar risiko terjadinya kondisi ini.
Pertolongan Pertama di Rumah (Bukan Obat Permanen)
Sambil menunggu jadwal ke dokter gigi, Anda bisa melakukan beberapa langkah darurat untuk meredakan nyeri sementara waktu:
- Kumur Air Garam: Larutkan garam dalam air hangat dan gunakan untuk berkumur. Ini membantu membersihkan area mulut dan meredakan peradangan secara alami.
- Obat Pereda Nyeri: Mengonsumsi obat antinyeri yang dijual bebas (seperti Paracetamol atau Ibuprofen) bisa membantu meringankan rasa sakit.
- Penting: Ingatlah bahwa cara ini hanya meredakan gejala, bukan mematikan bakteri atau menyembuhkan infeksi. Anda tetap wajib ke dokter.
Prosedur Medis untuk Menangani Abses
Jangan pernah mencoba memecahkan benjolan abses sendiri karena bisa memperburuk infeksi. Dokter gigi profesional akan melakukan penanganan berikut:
1. Drainase Nanah Dokter akan membuat sayatan kecil pada benjolan untuk mengeluarkan nanah yang terperangkap. Langkah ini akan langsung mengurangi tekanan dan rasa sakit pada area tersebut.
2. Perawatan Saluran Akar (Root Canal) Jika gigi masih bisa diselamatkan, dokter akan melakukan perawatan saluran akar untuk membersihkan infeksi dari dalam gigi, lalu menambalnya agar kembali berfungsi.
3. Pencabutan Gigi Ini adalah opsi terakhir. Jika kerusakan struktur gigi dan tulang sudah terlalu parah, dokter terpaksa mencabut gigi tersebut untuk mencegah infeksi menyebar lebih luas ke jaringan tulang rahang. Kesehatan tubuh pasien adalah prioritas utama.
4. Pemberian Antibiotik Jika infeksi sudah menyebar luas ke area wajah atau leher, atau jika pasien memiliki sistem imun lemah, dokter akan meresepkan antibiotik khusus untuk mematikan bakteri dari dalam.
Tips Pencegahan Agar Tidak Kambuh
Mencegah selalu lebih baik dan lebih murah daripada mengobati. Lindungi gigi Anda dari abses dengan cara:
- Sikat gigi minimal dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride.
- Gunakan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sela-sela yang tidak terjangkau sikat.
- Kurangi camilan manis dan lengket.
- Ganti sikat gigi secara berkala (3-4 bulan sekali).
- Rutin periksa ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk mendeteksi masalah sejak dini.
Next News

Jangan Pakai Filter! Gunakan 5 Teknik Ini Agar Foto Produkmu Terlihat Premium
in 7 hours

Cuma 5 Menit! Resep Smoothie Pemulihan Otot Setelah Olahraga Malam
in 4 hours

Jangan Asal Lari! Taktik Menghindari Lubang dan Kendaraan Saat Olahraga Malam
in 6 hours

Makan Apa Setelah Olahraga Malam? Panduan Nutrisi Agar Tidur Nyenyak & Otot Kuat
in 5 hours

Panduan Lengkap Peta Persebaran Empat Madzhab Fikih di Dunia Islam
in 6 hours

Bahaya Memendam Stres Kerja yang Sering Dianggap Tanda Mental Kuat
in 5 hours

Misteri Penyebab Hiu Paus Sering Terdampar di Laut Selatan
in 4 hours

Misteri Bunga Wijaya Kusuma Mekar Tengah Malam yang Dianggap Sakral
in 3 hours

Cukup Sudah! 5 Tanda Lingkungan Kerja Toxic yang Mengharuskanmu Segera Resign
in 4 hours

Terbangun Lapar Tengah Malam Sebaiknya Makan Dulu atau Paksa Tidur
in 2 hours






