Ceritra
Ceritra Teknologi

Mengefektifkan Waktu Tanggap Darurat melalui Sistem Komunikasi Optik Cerdas

Nisrina - Saturday, 13 December 2025 | 11:10 AM

Background
Mengefektifkan Waktu Tanggap Darurat melalui Sistem Komunikasi Optik Cerdas
Perangkat Opticom (Optical Communication Device) (Federal Signal/)

Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan keselamatan di jalan raya, terutama bagi kendaraan yang membawa misi vital, teknologi komunikasi nirkabel memainkan peran penting. Salah satu perangkat yang dikenal luas dalam infrastruktur akses prioritas adalah Opticom (Optical Communication Device). Pada dasarnya, Opticom adalah sistem yang memungkinkan komunikasi cepat antara kendaraan dengan receiver (penerima) yang terpasang pada fasilitas, seperti gerbang tol atau gate akses khusus.

Mengenal Prinsip Kerja Perangkat Opticom

Opticom bekerja menggunakan prinsip komunikasi optik atau cahaya. Perangkat transmitter (pemancar) dipasang pada kendaraan prioritas, yang kemudian memancarkan sinyal cahaya dengan frekuensi tertentu (biasanya tidak terlihat oleh mata telanjang) ke perangkat receiver (penerima) yang diletakkan pada titik akses.

Ketika sinyal Opticom diterima, receiver akan memicu perintah tertentu, seperti:

  1. Membuka Gerbang Otomatis: Di gerbang tol atau gate fasilitas tertentu, perangkat akan memberikan sinyal untuk membuka portal secara otomatis dan segera.
  2. Mencatat Waktu Akses: Meskipun fungsi utamanya adalah membuka akses, sistem juga dapat mencatat waktu masuk kendaraan prioritas.

Fungsi utama Opticom adalah memberikan akses cepat tanpa hambatan bagi kendaraan kedinasan yang telah terdaftar, seperti patroli kepolisian atau kendaraan operasional pengelola jalan tol. Fokus utamanya adalah menghilangkan waktu tunggu di titik bottleneck (kemacetan atau antrian gerbang).

Transformasi Prioritas: Dari Opticom ke Sistem Pre-emption

Meskipun Opticom sangat efektif di titik akses stasioner (gerbang), kebutuhan mendesak bagi kendaraan darurat seperti ambulans adalah memastikan kelancaran di persimpangan lampu lalu lintas yang dinamis. Di sinilah teknologi yang lebih canggih, yakni Sistem Pre-emption (Sistem Pengambilalihan Sinyal), menawarkan solusi yang sangat relevan untuk konteks Indonesia, khususnya di kota-kota besar yang memiliki sistem lampu lalu lintas cerdas (Intelligent Transportation System/ITS).

Sistem pre-emption bekerja dengan mekanisme yang mirip Opticom (komunikasi nirkabel), namun targetnya adalah sinyal lampu lalu lintas itu sendiri:

  • Proses Komunikasi: Ketika ambulans mendekati persimpangan, perangkat transmitter pada ambulans akan mengirimkan sinyal ke receiver yang terintegrasi dengan pengontrol lampu lalu lintas .
  • Aksi Prioritas: Sistem akan memproses sinyal tersebut, dan jika aman, secara otomatis akan mengubah sinyal lampu lalu lintas di jalur ambulans menjadi hijau, sekaligus mengubah semua jalur yang bersinggungan menjadi merah.
  • Keuntungan: Sistem ini memungkinkan ambulans melintasi persimpangan tanpa harus mengurangi kecepatan atau menunggu lama, sebuah faktor krusial untuk kasus-kasus medis darurat yang sensitif terhadap waktu (golden hour).

Penerapan di Indonesia sebagai Solusi Masa Depan

Beberapa kota metropolitan di Indonesia telah menguji coba sistem pre-emption ini sebagai bagian dari pengembangan ITS mereka. Implementasi sistem ini pada ambulans dan kendaraan darurat lainnya akan menghilangkan ketergantungan pada diskresi pengguna jalan atau intervensi manual petugas.

Integrasi teknologi ini secara luas di kota-kota besar merupakan langkah progresif untuk memodernisasi manajemen lalu lintas darurat. Dengan memprioritaskan secara cerdas dan otomatis, waktu tempuh ambulans dapat dipersingkat secara signifikan, yang pada akhirnya dapat menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan dan keamanan.

Logo Radio
🔴 Radio Live