Ceritra
Ceritra Warga

Mengapa Sifat Kekanakan Muncul Saat Dewasa dan Cara Menyembuhkannya

Nisrina - Tuesday, 10 February 2026 | 07:15 AM

Background
Mengapa Sifat Kekanakan Muncul Saat Dewasa dan Cara Menyembuhkannya
Ilustrasi inner child (Reframe/)

Pernahkah Anda merasa bingung dengan reaksi emosional Anda sendiri. Misalnya Anda tiba tiba meledak marah hanya karena pasangan lupa membalas pesan singkat atau Anda merasa sangat takut ditolak oleh rekan kerja hingga tidak berani berkata tidak. Reaksi reaksi ini sering kali terasa berlebihan dan tidak sebanding dengan pemicunya. Saat emosi mereda Anda mungkin bertanya tanya mengapa seorang dewasa yang rasional bisa bersikap sangat emosional atau kekanak kanakan.

Jawabannya mungkin tidak terletak pada kepribadian Anda saat ini melainkan pada masa lalu Anda. Dalam dunia psikologi ada sebuah konsep yang disebut Inner Child atau anak kecil dalam diri. Ini adalah bagian dari jiwa kita yang menyimpan ingatan emosi dan pengalaman saat kita masih kecil. Jika masa kecil tersebut dipenuhi dengan kebahagiaan dan kasih sayang maka Inner Child kita akan menjadi sumber kreativitas dan kegembiraan.

Namun jika masa kecil diwarnai oleh pengabaian kekerasan atau trauma maka Inner Child tersebut akan terluka. Luka batin yang tidak disembuhkan ini tidak akan hilang begitu saja saat kita tumbuh dewasa. Ia akan terus bersembunyi di alam bawah sadar dan menyabotase kehidupan dewasa kita mulai dari hubungan asmara hingga karier. Artikel ini akan mengajak Anda menyelami konsep Inner Child Healing memahami akar trauma dan bagaimana cara berdamai dengan diri sendiri untuk masa depan yang lebih bahagia.

Memahami Apa Itu Inner Child Sebenarnya

Inner Child bukanlah sosok anak kecil fisik yang hidup di dalam perut kita. Ini adalah istilah metaforis untuk menggambarkan sisa sisa psikologis dari masa lalu kita. Konsep ini pertama kali dipopulerkan oleh Carl Jung seorang tokoh psikologi ternama. Ia menyebutnya sebagai arketipe anak ilahi.

Setiap orang memiliki Inner Child. Bagian ini merekam segala sesuatu yang kita pelajari dan rasakan sebelum masa pubertas. Bagaimana cara orang tua memandang kita bagaimana lingkungan memperlakukan kita dan bagaimana kebutuhan emosional kita dipenuhi atau diabaikan semua terekam di sana.

Ketika seseorang tumbuh dewasa dengan membawa luka Inner Child ia sebenarnya adalah orang dewasa yang sedang menutupi seorang anak kecil yang ketakutan di dalam dirinya. Anak kecil ini masih menunggu untuk didengar divalidasi dan dilindungi. Karena kebutuhan itu belum terpenuhi ia akan terus berteriak melalui perilaku perilaku yang sering kita anggap sebagai masalah kepribadian.

Tanda Tanda Inner Child Anda Sedang Terluka

Luka batin masa kecil sering kali menyamar dalam bentuk perilaku orang dewasa yang destruktif. Kita sering tidak menyadarinya karena menganggap itu adalah "sifat asli" kita. Berikut adalah beberapa indikator utama bahwa Inner Child Anda membutuhkan perhatian.

Pertama adalah ketakutan berlebih akan ditinggalkan. Orang dengan luka pengabaian di masa kecil sering kali menjadi sangat clingy atau posesif terhadap pasangannya. Mereka terus menerus membutuhkan jaminan cinta karena di alam bawah sadar mereka masih merasa sebagai anak kecil yang takut ditinggal ibunya.

Kedua adalah kecenderungan people pleasing atau selalu berusaha menyenangkan orang lain. Ini biasanya berasal dari pola asuh di mana cinta dan kasih sayang hanya diberikan jika anak "berperilaku baik" atau berprestasi. Akibatnya saat dewasa ia merasa tidak berharga jika tidak berguna bagi orang lain dan sangat takut berkata tidak.

Ketiga adalah ledakan amarah yang tidak terkendali atau tantrum dewasa. Jika Anda mudah tersinggung oleh hal hal sepele bisa jadi itu adalah mekanisme pertahanan diri Inner Child yang merasa terancam atau tidak didengarkan.

Keempat adalah kesulitan mempercayai orang lain dan diri sendiri. Rasa curiga yang kronis dan perasaan selalu ingin mengontrol keadaan adalah tanda bahwa dulu lingkungan masa kecil Anda tidak aman atau tidak dapat diprediksi.

Dampak Trauma Masa Kecil pada Hubungan Dewasa

Area kehidupan yang paling parah terkena dampak luka Inner Child biasanya adalah hubungan interpersonal terutama hubungan romantis. Pasangan kita sering kali tanpa sadar memicu luka lama kita.

Seseorang yang tumbuh dengan orang tua yang emosionalnya dingin mungkin akan terus menerus jatuh cinta pada pasangan yang juga dingin atau tidak tersedia secara emosional. Ini disebut sebagai repetition compulsion atau dorongan untuk mengulang trauma. Alam bawah sadar kita berusaha "memperbaiki" cerita masa lalu dengan memilih tokoh yang mirip dengan orang tua kita berharap kali ini akhirnya akan berbeda.

Sayangnya hal ini justru memperdalam luka. Pertengkaran dalam hubungan sering kali bukan antara dua orang dewasa melainkan antara dua Inner Child yang saling terluka dan berebut validasi. Memahami konsep ini bisa menyelamatkan banyak hubungan dari kehancuran yang tidak perlu.

Konsep Reparenting atau Mengasuh Diri Sendiri

Lantas bagaimana cara menyembuhkannya. Inti dari Inner Child Healing adalah proses yang disebut Reparenting. Karena kita tidak bisa kembali ke masa lalu dan mengubah orang tua kita maka kitalah yang harus menjadi orang tua bagi diri kita sendiri saat ini.

Reparenting berarti memberikan kasih sayang perlindungan dan validasi yang dulu tidak kita dapatkan. Saat Inner Child Anda merasa takut atau sedih alih alih memarahinya atau mengabaikannya seperti yang mungkin dilakukan orang tua Anda dulu cobalah untuk hadir dan menenangkannya.

Katakan pada diri sendiri kalimat kalimat penenang seperti "Aku di sini bersamamu", "Kamu aman sekarang", atau "Tidak apa apa untuk merasa sedih aku tidak akan meninggalkanmu". Dialog internal yang penuh kasih sayang ini perlahan lahan akan membangun rasa aman baru di dalam sistem saraf Anda.

Teknik Praktis Menyembuhkan Luka Batin

Proses penyembuhan ini tidak terjadi dalam semalam. Ada beberapa teknik praktis yang bisa Anda terapkan secara rutin untuk terhubung kembali dengan Inner Child Anda.

Salah satunya adalah menulis surat. Cobalah menulis surat dari diri Anda yang dewasa kepada diri Anda yang kecil. Tuliskan permintaan maaf karena selama ini mengabaikannya dan berjanji untuk melindunginya mulai sekarang. Anda juga bisa mencoba menulis dengan tangan non dominan (tangan kiri jika Anda tidak kidal) untuk membiarkan Inner Child Anda yang "menjawab". Teknik ini sering kali membuka akses ke emosi bawah sadar yang terpendam.

Visualisasi juga sangat ampuh. Tutup mata Anda dan bayangkan diri Anda saat kecil. Lihat wajahnya pakaiannya dan ekspresinya. Dalam bayangan tersebut datanglah sebagai diri Anda yang dewasa peluk dia dan tanyakan apa yang dia butuhkan. Latihan ini bisa sangat emosional namun sangat melegakan.

Selain itu izinkan diri Anda bermain. Lakukan hal hal yang dulu Anda sukai atau dilarang saat kecil. Makan es krim melukis berantakan atau menonton kartun. Memberikan ruang bagi kegembiraan murni adalah obat terbaik bagi jiwa yang kaku.

Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional

Meskipun self healing sangat bermanfaat trauma masa kecil yang mendalam sering kali terlalu berat untuk dipikul sendirian. Jika ingatan masa lalu memicu kecemasan parah depresi atau keinginan menyakiti diri sendiri sangat disarankan untuk mencari bantuan profesional.

Psikolog atau terapis yang terlatih dalam penanganan trauma dapat menjadi fasilitator yang aman. Mereka bisa membantu Anda menavigasi lorong lorong gelap ingatan masa lalu tanpa membuat Anda tersesat di dalamnya. Terapi seperti EMDR (Eye Movement Desensitization and Reprocessing) atau terapi perilaku kognitif terbukti efektif untuk memproses trauma masa kecil.

Menyembuhkan Inner Child adalah perjalanan seumur hidup. Tujuannya bukan untuk menghapus masa lalu melainkan untuk berdamai dengannya. Dengan merangkul anak kecil di dalam diri kita membebaskan diri kita yang dewasa untuk hidup lebih utuh bahagia dan penuh cinta. Ingatlah bahwa tidak ada kata terlambat untuk memiliki masa kecil yang bahagia melalui cara Anda memperlakukan diri sendiri hari ini.

Logo Radio
🔴 Radio Live