Ingin KPR Lolos Mulus? Pastikan Rapor Utang Anda Memenuhi 5 Kriteria Ini
Refa - Friday, 06 February 2026 | 03:00 PM


Dalam dunia perbankan, penilaian terhadap kelayakan seorang debitur tidak hanya dilihat dari seberapa besar penghasilannya, tetapi juga dari seberapa baik ia mengelola beban utangnya. Bank menggunakan indikator yang disebut Debt-to-Income Ratio (DTI) untuk mengukur risiko gagal bayar. Jika rasio utang terlalu tinggi, bank akan menganggap debitur tersebut memiliki risiko besar, meskipun pendapatan bulanannya berjumlah fantastis.
Menjaga rasio utang tetap rendah adalah kunci utama agar pengajuan kredit di masa depan, seperti KPR atau kredit usaha, dapat disetujui dengan mudah. Berikut adalah strategi taktis untuk menjaga rasio utang agar tetap sehat di mata bank.
1. Pahami Ambang Batas Aman (Aturan 30%)
Bank memiliki standar umum mengenai proporsi utang yang dianggap sehat dibandingkan dengan pendapatan kotor bulanan.
- Standar Bank: Secara umum, bank melihat rasio utang yang sehat berada di kisaran 30% hingga 35% dari pendapatan bulanan. Artinya, jika penghasilan adalah Rp10.000.000, total seluruh cicilan utang sebaiknya tidak melebihi Rp3.500.000.
- Tindakan: Sebelum mengambil cicilan baru, hitung kembali total kewajiban yang sudah ada. Jika sudah mendekati angka 35%, tunda pengambilan kredit tambahan hingga salah satu utang lama lunas.
2. Jaga Utilitas Kartu Kredit di Bawah 30%
Bagi bank, cara seseorang menggunakan limit kartu kredit mencerminkan ketergantungan mereka pada utang jangka pendek.
- Strategi: Jangan gunakan limit kartu kredit hingga maksimal ( max out). Gunakan maksimal 30% dari total limit yang tersedia. Misalnya, jika limit kartu adalah Rp20.000.000, usahakan saldo tagihan tidak lebih dari Rp6.000.000.
- Tujuan: Penggunaan limit yang rendah menunjukkan bahwa kartu kredit digunakan sebagai alat pembayaran, bukan sebagai sumber dana utama karena kekurangan uang tunai.
3. Hindari Mengambil Beberapa Kredit dalam Waktu Berdekatan
Setiap kali seseorang mengajukan kredit, bank akan melakukan penarikan data pada sistem SLIK OJK. Aktivitas ini tercatat dan bisa dilihat oleh bank lain.
- Dampak: Terlalu banyak pengajuan kredit ( hard inquiry) dalam waktu singkat memberikan kesan bahwa debitur sedang dalam kesulitan finansial atau sedang mengumpulkan utang secara agresif.
- Tindakan: Berikan jeda minimal 6 bulan hingga 1 tahun antar pengajuan kredit besar agar profil risiko tetap terlihat stabil dan terencana.
4. Prioritaskan Pelunasan Utang Konsumtif Kecil
Utang-utang kecil seperti cicilan barang elektronik atau paylater tetap dihitung sebagai komponen pengurang dalam rasio utang.
- Strategi: Bersihkan utang-utang kecil yang mendekati masa lunas sebelum mengajukan kredit besar ke bank. Meskipun nominalnya tidak seberapa, keberadaan banyak baris utang dalam laporan SLIK OJK dapat menurunkan skor penilaian otomatis bank.
- Tujuan: Memperkecil penyebut dalam perhitungan DTI sehingga kapasitas pinjaman untuk kredit produktif (seperti rumah) menjadi lebih besar.
5. Laporkan Kenaikan Pendapatan secara Berkala
Rasio utang sangat bergantung pada angka pendapatan. Jika pendapatan meningkat tetapi data di bank tetap data lama, maka rasio utang akan terlihat lebih tinggi dari yang sebenarnya.
- Tindakan: Jika terjadi kenaikan gaji atau tambahan penghasilan tetap dari usaha sampingan, pastikan aliran dana tersebut masuk melalui rekening bank secara konsisten.
- Manfaat: Saldo rata-rata yang meningkat dan mutasi rekening yang sehat secara otomatis akan memperbaiki penilaian bank terhadap kemampuan bayar (repayment capacity).
Penutup: Kedisiplinan adalah Mata Uang Terbaik
Menjaga rasio utang tetap sehat bukan berarti tidak boleh berutang sama sekali, melainkan menunjukkan kemampuan dalam mengendalikan keinginan dan mengelola arus kas. Bank lebih menyukai debitur yang memiliki kontrol penuh atas keuangannya. Dengan rasio utang yang terjaga, akses terhadap modal dan pembiayaan jangka panjang akan selalu terbuka lebar.
Next News

Investasi atau Beban? Panduan Membedakan Utang Produktif dan Konsumtif
9 hours ago

Ingin KPR Tapi Skor Kredit Buruk? Lakukan 5 Langkah Pemulihan Reputasi Bank Ini
10 hours ago

Lelah Bayar Cicilan? Gunakan Metode Snowball untuk Merdeka Finansial Tahun Ini!
11 hours ago

Ingin Cepat Kaya? Berhentilah Mencicil 5 Hal Ini Sekarang Juga!
12 hours ago

Jangan Campur Aduk! Cara Pisahkan Uang Pribadi dan Usaha Rumahan agar Cuan Maksimal
a day ago

Untung atau Buntung? Cara Menghitung Harga Jual Produk yang Tepat
a day ago

Waspada Bocor Halus! 5 Kebiasaan Kantor yang Diam-Diam Menguras Gaji
2 days ago

Mau KPR Aman? Simak Tips Memilih Skema Bunga yang Paling Menguntungkan
3 days ago

Update Lengkap Tarif Listrik PLN Februari 2026
4 days ago

Beli Rumah Bukan Mimpi! Ini 5 Langkah Amankan Rumah Pertama dengan Gaji Standar
3 days ago






