Untung atau Buntung? Cara Menghitung Harga Jual Produk yang Tepat
Refa - Thursday, 05 February 2026 | 08:30 PM


Menentukan harga jual yang tepat sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha sampingan, terutama saat menghadapi persaingan ketat di bulan Ramadan. Di tahun 2026, konsumen semakin cerdas dalam membandingkan harga melalui berbagai platform digital. Menetapkan harga terlalu tinggi berisiko membuat produk tidak lirik, namun menetapkan harga terlalu rendah dapat mematikan keberlangsungan bisnis karena margin keuntungan yang tergerus.
Harga bukan sekadar angka, melainkan representasi dari nilai produk dan strategi posisi merek di pasar. Berikut adalah panduan taktis untuk menentukan strategi harga yang kompetitif namun tetap memberikan keuntungan maksimal.
1. Menghitung Total Harga Pokok Penjualan (HPP)
Kesalahan umum pengusaha pemula adalah hanya menghitung biaya bahan baku tanpa memasukkan biaya "tersembunyi" lainnya.
- Komponen Biaya: Hitunglah biaya bahan baku, kemasan (packaging), stiker label, hingga biaya gas atau listrik. Jangan lupa memasukkan biaya transportasi saat belanja bahan.
- Biaya Tenaga Kerja: Meskipun dikerjakan sendiri di rumah, tetap alokasikan upah untuk diri sendiri. Ini penting agar bisnis tetap sehat secara akuntansi dan siap jika suatu saat harus merekrut karyawan.
2. Menggunakan Metode Cost-Plus Pricing
Ini adalah metode paling dasar namun paling aman untuk memastikan setiap produk yang terjual memberikan margin keuntungan yang pasti.
- Cara Kerja: Tentukan berapa persen margin keuntungan yang diinginkan (misalnya 30% hingga 50%).
- Rumus: Harga Jual = HPP + (HPP x Persentase Margin)
- Penerapan: Jika HPP satu porsi takjil adalah Rp10.000 dan menginginkan margin 40%, maka harga jualnya adalah Rp14.000. Metode ini sangat cocok untuk produk makanan yang fluktuasi harga bahan bakunya cukup sering terjadi.
3. Melakukan Analisis Harga Pesaing (Competition-Based Pricing)
Jangan menetapkan harga di ruang hampa. Pelajari berapa harga yang ditawarkan oleh kompetitor di sekitar lokasi atau di platform media sosial yang sama.
- Tindakan: Ambil sampel dari 3-5 pesaing dengan kualitas produk serupa. Jika harga produk lebih mahal, pastikan ada nilai tambah (value added) yang jelas, seperti kemasan yang lebih estetik, porsi lebih besar, atau pengantaran yang lebih cepat.
- Posisi Pasar: Putuskan apakah ingin menjadi pilihan "paling terjangkau", "paling premium", atau "paling bernilai" (best value for money).
4. Menerapkan Strategi Psychological Pricing
Psikologi konsumen sangat dipengaruhi oleh cara angka ditampilkan. Strategi ini sering digunakan di tahun 2026 untuk menarik perhatian pembeli secara instan.
- Teknik Charm Pricing: Gunakan angka akhir 900 atau 500. Harga Rp19.900 terasa jauh lebih murah dibandingkan Rp20.000, meskipun selisihnya hanya Rp100.
- Teknik Bundling: Menawarkan paket harga khusus untuk pembelian lebih dari satu. Misalnya, "1 botol jus Rp15.000, tapi beli 3 botol hanya Rp40.000". Konsumen merasa mendapatkan keuntungan, sementara volume penjualan meningkat.
5. Evaluasi dan Penyesuaian Harga secara Berkala
Harga yang ditetapkan di awal Ramadhan mungkin perlu disesuaikan seiring dengan kenaikan harga bahan pokok menjelang Lebaran.
- Tindakan: Pantau pergerakan harga bahan baku setiap minggu. Jika terjadi kenaikan biaya produksi, pertimbangkan untuk sedikit menaikkan harga atau melakukan efisiensi pada sisi kemasan tanpa mengurangi kualitas rasa.
- Komunikasi: Jika harus menaikkan harga, sampaikan dengan jujur kepada pelanggan setia atau berikan promosi "harga lama" untuk pemesanan di awal (early bird).
Penutup: Harga yang Adil bagi Penjual dan Pembeli
Menentukan harga jual adalah seni menyeimbangkan antara realitas biaya dan persepsi pelanggan. Harga yang kompetitif bukan berarti harga yang termurah, melainkan harga yang paling sesuai dengan kualitas dan pengalaman yang ditawarkan. Dengan perhitungan yang akurat dan strategi yang matif, bisnis sampingan di rumah dapat tumbuh berkelanjutan dan memberikan keuntungan yang berkah.
Next News

Jangan Campur Aduk! Cara Pisahkan Uang Pribadi dan Usaha Rumahan agar Cuan Maksimal
5 hours ago

Waspada Bocor Halus! 5 Kebiasaan Kantor yang Diam-Diam Menguras Gaji
a day ago

Mau KPR Aman? Simak Tips Memilih Skema Bunga yang Paling Menguntungkan
2 days ago

Update Lengkap Tarif Listrik PLN Februari 2026
3 days ago

Beli Rumah Bukan Mimpi! Ini 5 Langkah Amankan Rumah Pertama dengan Gaji Standar
2 days ago

Masihkah Emas Jadi Safe Haven Terbaik?
3 days ago

Deteksi Dini! 6 Red Flags Manipulasi Laporan Keuangan yang Wajib Diketahui Investor
3 days ago

Gajian dari Saham? Ini Cara Kerja Dividen
3 days ago

Jangan Terjebak Saham 'Gorengan'! Inilah Cara Cek Rapor Asli Emiten Lewat Laporan Keuangan
3 days ago

Jangan Tertipu! 6 Cara Mudah Cek Keaslian Emas Sendiri di Rumah Tanpa Alat Mahal
4 days ago




