Apa Itu Revenge Bedtime Procrastination? Alasan Psikologis Kenapa Orang Sibuk Sengaja Menunda Tidur
Nisrina - Tuesday, 10 February 2026 | 06:15 AM


Pernahkah Anda mengalami situasi seperti ini. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Mata Anda sebenarnya sudah terasa berat dan tubuh Anda berteriak minta diistirahatkan setelah seharian bekerja keras. Namun alih alih memejamkan mata dan pergi tidur tangan Anda justru sibuk menggeser layar ponsel. Anda menonton satu episode lagi serial drama Korea bermain media sosial atau sekadar membaca berita yang tidak terlalu penting.
Anda tahu bahwa besok pagi Anda akan menyesal karena bangun dalam keadaan lelah dan kurang tidur. Tapi anehnya ada perasaan puas yang muncul saat Anda "mencuri" waktu malam tersebut. Jika skenario ini terdengar familiar Anda mungkin sedang terjebak dalam fenomena psikologis yang disebut Revenge Bedtime Procrastination.
Istilah ini belakangan menjadi sangat populer di kalangan pekerja muda dan masyarakat urban. Ini bukan sekadar masalah insomnia atau susah tidur biasa. Ini adalah sebuah bentuk "pemberontakan" bawah sadar terhadap kehidupan yang terlalu sibuk. Artikel ini akan mengupas tuntas apa sebenarnya fenomena ini mengapa otak kita melakukannya dan bagaimana cara memutus siklus racun ini demi kesehatan jangka panjang.
Apa Itu Revenge Bedtime Procrastination
Istilah ini diterjemahkan secara bebas sebagai "penundaan waktu tidur untuk balas dendam". Konsep ini pertama kali viral di Tiongkok dengan istilah "bàofùxìng áoyè". Kata "balas dendam" di sini terdengar agresif namun sebenarnya merujuk pada upaya seseorang untuk merebut kembali kendali atas waktu mereka.
Secara sederhana Revenge Bedtime Procrastination adalah keputusan sadar untuk menunda tidur demi melakukan aktivitas yang menyenangkan meskipun tahu bahwa hal itu akan mengurangi jam tidur dan berdampak buruk keesokan harinya.
Fenomena ini biasanya menyerang mereka yang merasa tidak memiliki kendali atas waktu mereka di siang hari. Bagi pekerja kantoran yang sibuk ibu rumah tangga yang mengurus anak seharian atau pelajar dengan jadwal padat malam hari adalah satu satunya waktu di mana mereka merasa "bebas". Mereka merasa bahwa tidur "terlalu cepat" adalah sebuah kerugian karena itu berarti hari tersebut berakhir tanpa mereka sempat menikmati waktu untuk diri sendiri atau me time.
Akar Psikologis Kenapa Kita Melakukannya
Para psikolog melihat fenomena ini sebagai mekanisme kompensasi. Manusia memiliki kebutuhan dasar akan otonomi atau kebebasan mengatur diri sendiri. Ketika kebutuhan ini tidak terpenuhi sepanjang hari karena tuntutan pekerjaan rapat tanpa henti atau kewajiban domestik otak kita akan mencari cara untuk menyeimbangkannya.
Malam hari yang sunyi menjadi momen pelarian yang sempurna. Tidak ada bos yang mengirim email tidak ada anak yang menangis dan tidak ada dosen yang memberi tugas. Menunda tidur menjadi cara untuk berkata kepada diri sendiri "Ini adalah hidupku dan aku yang mengatur kapan hari ini berakhir".
Ironisnya orang orang yang paling rentan mengalami hal ini adalah mereka yang berprestasi tinggi perfeksionis dan memiliki tingkat stres tinggi. Mereka yang cenderung menekan keinginan pribadi demi profesionalitas di siang hari akan "meledak" di malam hari dalam bentuk konsumsi hiburan yang berlebihan.
Tanda Tanda Anda Terjebak dalam Siklus Ini
Bagaimana membedakan antara Revenge Bedtime Procrastination dengan gangguan tidur biasa. Berikut adalah beberapa tanda khas yang bisa Anda identifikasi.
Pertama penundaan tidur dilakukan secara sengaja. Anda tidak sedang mengalami insomnia di mana Anda ingin tidur tapi tidak bisa. Pada kasus ini Anda bisa tidur tapi Anda memilih untuk tidak tidur.
Kedua Anda sadar akan konsekuensi negatifnya. Anda tahu bahwa begadang akan membuat Anda mengantuk besok tapi dorongan untuk begadang lebih kuat daripada logika kesehatan.
Ketiga aktivitas yang dilakukan biasanya bersifat pasif dan tidak produktif. Jarang ada orang yang melakukan balas dendam waktu tidur dengan cara membersihkan rumah atau belajar bahasa asing. Kebanyakan aktivitasnya adalah doomscrolling media sosial menonton maraton serial TV atau bermain game. Aktivitas ini memberikan kepuasan instan atau dopamin yang cepat namun semu.
Bahaya Tersembunyi di Balik Kepuasan Sesaat
Meskipun rasanya memuaskan bisa "menang" melawan waktu dampak jangka panjang dari kebiasaan ini sangatlah serius bagi kesehatan fisik dan mental. Kurang tidur kronis atau sleep deprivation adalah musuh utama tubuh.
Secara fisik kurang tidur melemahkan sistem kekebalan tubuh meningkatkan risiko penyakit jantung diabetes obesitas dan tekanan darah tinggi. Otak yang tidak mendapatkan istirahat cukup akan mengalami penurunan fungsi kognitif. Memori melemah konsentrasi menurun dan kemampuan mengambil keputusan menjadi tumpul.
Secara mental hal ini menciptakan lingkaran setan stres. Karena kurang tidur Anda menjadi lebih mudah marah dan cemas keesokan harinya. Produktivitas menurun sehingga pekerjaan menumpuk. Pekerjaan yang menumpuk membuat Anda harus lembur lagi. Akibatnya Anda merasa semakin kehilangan waktu siang hari dan dorongan untuk "balas dendam" di malam hari menjadi semakin kuat.
Strategi Ampuh Memutus Mata Rantai Begadang
Kabar baiknya kebiasaan ini bisa diubah. Kuncinya bukan pada disiplin malam hari semata tetapi justru pada perbaikan manajemen waktu di siang hari.
1. Curi Waktu Me Time di Siang Hari Cobalah untuk menyisipkan istirahat kecil atau micro breaks yang berkualitas di tengah kesibukan kerja. Jangan menunggu malam hari untuk membahagiakan diri. Luangkan waktu 15 menit saat makan siang untuk membaca buku novel atau mendengarkan musik kesukaan. Dengan memberikan "makanan" bagi jiwa di siang hari rasa lapar akan kebebasan di malam hari akan berkurang.
2. Tetapkan Batas Jam Kerja yang Tegas Bekerja tanpa henti atau hustle culture adalah pemicu utama fenomena ini. Belajarlah untuk menetapkan batasan. Ketika jam kerja selesai tutup laptop dan tinggalkan urusan kantor. Gunakan waktu sore hari untuk hobi atau relaksasi sehingga Anda tidak merasa perlu "membalas dendam" saat tengah malam.
3. Buat Rutinitas Malam Tanpa Gadget Cahaya biru dari layar ponsel menipu otak untuk berpikir hari masih siang dan menghambat hormon tidur melatonin. Tetapkan aturan "tanpa layar" satu jam sebelum tidur. Ganti aktivitas scrolling dengan aktivitas analog yang menenangkan seperti mandi air hangat menulis jurnal atau meditasi.
4. Ubah Pola Pikir Tentang Tidur Berhenti melihat tidur sebagai "pencuri waktu bersenang senang". Mulailah melihat tidur sebagai bentuk cinta pada diri sendiri atau self love yang paling tinggi. Tidur adalah cara Anda merawat tubuh dan pikiran agar bisa menikmati hidup lebih maksimal esok hari.
Kesimpulannya Revenge Bedtime Procrastination adalah sinyal bahwa hidup Anda sedang tidak seimbang. Tubuh dan jiwa Anda merindukan kebebasan. Alih alih mencurinya di malam hari dengan mengorbankan kesehatan mulailah menata ulang prioritas hidup Anda agar kebahagiaan dan istirahat bisa berjalan beriringan.
Next News

Fakta Ilmiah Sleep Paralysis atau Ketindihan Bukan Karena Gangguan Makhluk Halus
in 6 hours

Hubungan Erat Antara Asam Lambung Naik dan Tekanan Berlebih
in 6 hours

Mengapa Sifat Kekanakan Muncul Saat Dewasa dan Cara Menyembuhkannya
in 6 hours

Mengapa Selalu Berpikir Positif Justru Bisa Merusak Kesehatan Mental Anda dan Cara Menghindarinya
in 5 hours

Mengapa Anda Mudah Terbangun Saat Tidur dan Cara Ampuh Mengatasinya
4 hours ago

Manfaat Mandi Air Hangat Sebelum Tidur Menurut Penjelasan Fisiologis
7 hours ago

Penyebab Keringat Berlebih dan Solusi Ampuh Mengatasinya
6 hours ago

5 Cara Paling Ampuh Mengatasi Reading Slump Agar Semangat Baca Kembali Membara
7 hours ago

Suara Batin Meningkat Saat Malam? Simak Cara Mengelola Nighttime Loneliness Secara Elegan
4 hours ago

Cara Mengetahui Tubuh Kurang Air Meski Berada di Ruangan Dingin
11 hours ago






