Ceritra
Ceritra Warga

Mengapa Kucing Selalu Merasa Menjadi Majikan di Rumah?

Nisrina - Saturday, 28 March 2026 | 02:15 PM

Background
Mengapa Kucing Selalu Merasa Menjadi Majikan di Rumah?

Pernah nggak sih kamu lagi dikejar deadline sampai mata panda, terus nengok ke pojok ruangan, ada si "majikan" berbulu lagi meringkuk enak banget kayak croissant? Rasanya pengen tukar nasib sebentar aja. Kita kerja keras bagai kuda demi beli dry food merk premium, eh, si kucing malah kerjaannya cuma pindah tempat tidur dari sofa ke atas kulkas, lalu ke pangkuan kita, terus balik lagi ke lantai yang ada sinar mataharinya.

Kucing dan tidur itu kayak dua sejoli yang nggak bisa dipisahkan. Kalau dihitung-hitung, rata-rata kucing menghabiskan waktu sekitar 12 sampai 16 jam sehari cuma buat merem. Bahkan, ada yang bisa sampai 20 jam kalau mereka lagi merasa sangat mager atau memang sudah senior. Tapi, apa iya mereka se-malas itu? Atau jangan-jangan ada alasan biologis yang bikin mereka jadi duta rebahan internasional?

Warisan Genetik Sang Predator Ulung

Jujur aja, meskipun kucing rumahan kita bentukannya gemoy dan suka takut sama kecoa, di dalam tubuh mereka mengalir darah predator yang sangat kuat. Nenek moyang mereka adalah pemburu handal yang butuh ledakan energi luar biasa dalam waktu singkat. Bayangkan saja, untuk menangkap seekor mangsa yang lincah, kucing harus mengendap-endap, lalu melakukan sprint kilat yang sangat menguras tenaga.

Nah, tidur seharian itu sebenarnya adalah cara mereka "recharging" baterai. Mereka menyimpan energi besar-besaran supaya kalau tiba-tiba ada "mangsa" (atau dalam konteks kucing rumahan: jempol kaki kamu yang gerak-gerak di balik selimut), mereka punya tenaga buat menerkam. Jadi, jangan salah sangka. Mereka bukan malas, mereka cuma lagi stand-by mode dalam tingkat efisiensi yang tinggi.

Bukan Nokturnal, Tapi Krepuskular

Banyak orang salah kaprah menganggap kucing itu hewan nokturnal atau makhluk malam. Padahal, secara teknis, kucing itu krepuskular. Apaan tuh? Artinya, mereka paling aktif di jam-jam remang-remang alias saat fajar dan senja. Itulah alasannya kenapa kucing kamu hobi banget lari-larian nggak jelas alias "zoomies" pas jam 3 pagi atau pas kamu baru mau tidur.

Di alam liar, fajar dan senja adalah waktu di mana mangsa-mangsa mereka biasanya keluar. Karena jadwal "kerja" mereka cuma di waktu-waktu transisi itu, sisa waktunya ya dipakai buat tidur. Jadi kalau kamu liat kucing molor jam 2 siang, ya itu emang jam istirahat mereka setelah "shift malam" yang melelahkan mengejar hantu di lorong rumah.

Tidur-Tidur Ayam yang Siaga

Coba deh perhatikan kucing kamu pas lagi tidur. Kadang telinganya masih kedutan atau matanya nggak tertutup rapat-rapat amat. Nah, sekitar 75 persen waktu tidur kucing itu sebenarnya cuma "tidur-tidur ayam" alias light sleep. Dalam kondisi ini, mereka sebenarnya masih waspada. Kalau ada suara plastik makanan dibuka dari jarak 10 meter pun, mereka bisa langsung bangun dan lari ke arah kamu.

Hanya sekitar 25 persen dari waktu tidur mereka yang benar-benar deep sleep atau masuk ke fase REM (Rapid Eye Movement). Di fase inilah biasanya mereka bermimpi. Kalau kamu pernah liat kaki kucing nendang-nendang pelan atau kumisnya bergetar pas lagi tidur nyenyak, kemungkinan besar mereka lagi mimpi nangkep burung atau dapet jatah wet food melimpah. Deep sleep ini penting banget buat kesehatan saraf dan regenerasi sel mereka.

Pengaruh Cuaca dan Mood

Sama kayak kita yang bawaannya pengen ditarik kasur pas hujan turun, kucing juga sensitif banget sama cuaca. Kalau hari lagi mendung atau hujan, kucing cenderung bakal tidur lebih lama. Suhu udara yang dingin bikin mereka lebih milih meringkuk buat menjaga suhu tubuh tetap hangat.

Selain itu, kucing juga makhluk yang bisa merasa bosan. Kalau di rumah nggak ada stimulasi, nggak ada mainan baru, atau nggak ada manusia yang bisa diajak main, ya jalan pintasnya adalah tidur. Jadi kalau kucing kamu tidurnya udah kebangetan, coba deh ajak main pakai tongkat bulu atau kasih bola-bolaan. Siapa tahu mereka cuma butuh sedikit alasan buat tetap melek.

Faktor Usia dan Nutrisi

Siklus tidur juga sangat dipengaruhi oleh umur. Anak kucing (kitten) biasanya bakal tidur terus karena mereka butuh energi besar buat pertumbuhan tulang dan otot. Begitu juga dengan kucing senior yang tenaganya udah nggak se-greng dulu. Selain itu, diet alias makanan juga berpengaruh. Kucing yang makan makanan tinggi protein biasanya punya siklus tidur yang lebih teratur karena energi yang mereka dapet lebih padat dan berkualitas.

Jadi, pada akhirnya, kita sebagai "babu" cuma bisa pasrah melihat kenyataan bahwa majikan kita memang diciptakan untuk menjadi juara rebahan. Kucing nggak perlu mikirin cicilan atau revisi dari bos, tugas utama mereka cuma satu: jadi pemandangan estetik di atas sofa sambil mimpi indah.

Lagipula, melihat kucing tidur dengan tenang itu punya efek terapeutik tersendiri buat kita, kan? Suara dengkurannya (purring) pas lagi tidur pulas konon bisa nurunin tingkat stres manusia. Jadi, ya sudahlah, biarkan mereka tidur sepuasnya. Toh, nanti pas jam 2 pagi, mereka bakal bangun dan siap untuk mengacaukan dunia kita lagi.

Logo Radio
🔴 Radio Live