Mengapa Dana Darurat Wajib Ada di Setiap Rumah?
Refa - Tuesday, 16 December 2025 | 09:15 AM


Hidup itu penuh kejutan. Sayangnya, tidak semua kejutan itu menyenangkan dan membawa tawa. Sering kali, kejutan itu datang dalam bentuk genting: anak sakit mendadak di tengah malam, motor satu-satunya mogok turun mesin, atau atap rumah jebol diterjang angin.
Saat situasi ini terjadi, pertanyaan besarnya adalah dari mana uang untuk membayarnya?
Jika jawabannya adalah "meminjam ke saudara", "mencari utangan ke tetangga", atau "menunggu sumbangan", maka itu tandanya kondisi keuangan sedang dalam bahaya. Memang, hidup bermasyarakat berarti saling tolong-menolong. Namun, terus-menerus bergantung pada bantuan orang lain saat ada kebutuhan mendesak tentu bukan solusi yang bijak dan bermartabat.
Filosofi Ban Serep
Mari bayangkan Dana Darurat ini seperti ban serep pada kendaraan.
Tidak ada satu pun pengemudi yang berdoa bannya bocor di tengah jalan. Semua orang ingin selamat sampai tujuan tanpa hambatan. Namun, meski tidak ingin bocor, ban serep tetap wajib dibawa. Mengapa? Agar jika musibah itu benar-benar terjadi, perjalanan tidak terhenti total dan tidak perlu panik mencari bengkel di tengah hutan.
Begitu pula dengan uang. Kita tidak berdoa untuk sakit atau kena PHK. Tapi, memiliki tabungan khusus yang hanya boleh disentuh saat darurat adalah bentuk perlindungan diri. Ini adalah "jaring pengaman" agar saat kita jatuh, kita tidak langsung terbentur tanah yang keras.
Ubah Cara Menabung: Di Awal, Bukan Sisa
Alasan klasik yang sering terdengar adalah: "Boro-boro menabung, buat makan sehari-hari saja pas-pasan."
Pemikiran ini wajar, tapi perlu diluruskan. Kegagalan menabung biasanya terjadi karena polanya salah, yaitu menabung dari sisa uang belanja. Padahal, sifat dasar manusia adalah menghabiskan apa yang ada di tangan. Uang itu hampir pasti tidak akan pernah bersisa.
Cara paling ampuh adalah dengan membaliknya, sisihkan di awal.
Begitu menerima gaji atau upah harian, langsung "potong" sedikit untuk dimasukkan ke celengan atau rekening terpisah yang tidak ada kartu ATM-nya. Tidak perlu jutaan rupiah. Mulailah dari nominal kecil yang tidak menyakitkan, misalnya Rp5.000 atau Rp10.000 per hari.
Ketenangan Pikiran
Tujuan akhir dari Dana Darurat bukan untuk menjadi kaya raya, melainkan untuk membeli Ketenangan Pikiran (Peace of Mind).
Bayangkan betapa nyenyaknya tidur malam jika tahu ada simpanan uang yang cukup untuk bertahan hidup jika besok tiba-tiba kehilangan pekerjaan atau ada kebutuhan mendadak. Kita tidak perlu lagi pusing mencari pinjaman atau terjebak rayuan pinjaman online (pinjol) yang mencekik.
Mari mulai siapkan "payung" sebelum hujan. Sekecil apa pun tabungan yang dimulai hari ini, itu jauh lebih baik daripada tidak punya persiapan sama sekali.
Next News

IHSG 15 Januari 2026 Hijau di Awal Perdagangan, Investor Mulai Berani Masuk
4 hours ago

Rupiah 15 Januari 2026 Menguat Tipis, Pasar Dunia Masih Risk-Off
4 hours ago

Harga Emas Antam 15 Januari 2026 Meroket! Rupiah dan Gejolak AS Jadi Biang Kerok
4 hours ago

Gejolak Harga Pangan: Membaca Pola Naik Turunnya Harga Cabai dan Telur di Pasaran
a day ago

IHSG Comeback ke 9.000! Transaksi Triliunan Rupiah Sejak Pembukaan
a day ago

Rupiah 14 Januari 2026 Hijau Sesaat, Tekanan Global Tak Bisa Diabaikan
a day ago

Harga Emas Antam Hari Ini Makin Mahal, Cek Angka Terbarunya!
a day ago

Bukan Pelit, Tapi Realistis! Mengapa Menolak Ajakan Nongkrong Justru Bikin Kamu Cepat Kaya
a day ago

Awas Jebakan QR Code Palsu! Ini Cara Cek Biar Saldo dan Data Nggak Lenyap
a day ago

Modal 10 Ribu Bisa Jadi Investor? Ini Bukan Hoaks
a day ago






