Melipir ke Bondowoso: Menemukan "Selandia Baru" dan Kopi Terbaik di Belantara Jawa Timur
Refa - Thursday, 11 December 2025 | 07:00 PM


Jawa Timur itu luas, tapi entah kenapa kalau bicara soal liburan dataran tinggi, kompas kita selalu otomatis mengarah ke Malang atau Batu. Padahal, kalau mau geser sedikit ke timur, ada satu kabupaten yang terjepit di antara dua gunung raksasa (Raung dan Ijen) yang menyimpan keindahan magis namun senyap: Bondowoso.
Bondowoso adalah definisi kota "introvert" yang menawan. Ia tidak punya laut (satu-satunya kabupaten di wilayah Tapal Kuda yang tidak punya garis pantai), tapi ia menggantinya dengan hamparan perbukitan hijau yang dramatis.
Kalau kamu bosan dengan hiruk-pikuk tempat wisata yang penuh antrean, cobalah berkendara ke arah Kawah Wurung. Jangan bayangkan kawah berapi yang bau belerang menyengat. Kawah Wurung adalah kaldera mati yang kini berubah menjadi hamparan padang rumput savana luas dikelilingi dinding bukit bergelombang. Sejauh mata memandang, cuma ada warna hijau dan langit biru.
Banyak pelancong yang menyebut tempat ini sebagai "Selandia Baru-nya Jawa". Udaranya dingin menusuk tulang, anginnya kencang, dan suasananya benar-benar purba. Kamu bisa duduk diam di atas bukit, melihat sapi-sapi merumput di kejauhan, dan merasa seolah-olah dunia berhenti berputar sejenak. Tanpa macet, tanpa suara klakson.
Selain visual yang memanjakan mata, Bondowoso punya harta karun lain yang bikin ia dijuluki "Republik Kopi". Kopi Arabika dari Pegunungan Ijen-Raung di Bondowoso sudah diakui dunia sebagai salah satu kopi terbaik dengan cita rasa khas (sedikit rasa rempah dan cokelat). Di sini, ngopi bukan sekadar tren kafe kekinian, tapi budaya warga lokal.
Coba mampir ke sentra kopi di daerah Sumberwringin. Kamu bisa menyeruput kopi panas langsung di tengah perkebunan yang berkabut. Rasanya? Jauh lebih nikmat daripada kopi fancy di mal kota besar.
Dan satu lagi yang jarang orang tahu: Bondowoso adalah kota megalitikum. Di tengah sawah atau hutan, kamu bisa dengan mudah menemukan batu-batu besar peninggalan zaman prasejarah (sarkofagus, dolmen) yang berserakan begitu saja. Rasanya mistis tapi eksotis, seolah mengingatkan kita bahwa peradaban di tanah ini sudah ada sejak ribuan tahun lalu.
Jadi, kalau kamu mencari ketenangan gunung tanpa harus berebut spot foto dengan ratusan turis lain, Bondowoso adalah tempat pelarian yang sempurna. Dinginnya dapet, kopinya juara, dan view-nya... juara dunia.
Next News

Bapukung: Kearifan Lokal Dayak dan Banjar dalam Menimang Buah Hati dengan Posisi Duduk
18 hours ago

Mengenal Air Terjun Tumpak Sewu, Niagara-nya Indonesia
19 hours ago

Kenapa Kota-Kota di Indonesia Punya Julukan Unik? Ternyata Ada Cerita Besar di Baliknya
19 hours ago

Tradisi Unik Balap Sapi di Sigi Sebagai Wujud Syukur Petani Usai Panen Raya
2 days ago

Marine Safari Bali sebagai Pusat Edukasi dan Konservasi Ekosistem Laut
4 days ago

Dekat Tugu Pahlawan, Ada Kampung yang Bikin Surabaya Terasa Tahun 1900-an
5 days ago

Pantai Selatan Jawa Timur Terkenal Angker, Benarkah Nyi Roro Kidul Masih “Berkuasa”?
5 days ago

Sering Dikira Ritual Mistis, Ini Makna Sebenarnya Larung Sesaji di Jawa Timur
5 days ago

Sudah Ada Sejak 1930, Ini Alasan Zangrandi Tak Pernah Sepi di Tengah Tren Gelato
6 days ago

Pendatang Wajib Tahu! Ini Sebabnya Gaya Bicara Orang Surabaya Sering Disalahpahami
6 days ago





