Ceritra
Ceritra Warga

Masuk Angin atau Kelelahan? Kenali Gejalanya Agar Cepat Sembuh

Nisrina - Tuesday, 24 February 2026 | 04:15 PM

Background
Masuk Angin atau Kelelahan? Kenali Gejalanya Agar Cepat Sembuh
Ilustrasi (Pexels/Kampus Production)

Pernah nggak sih kamu bangun tidur dengan kondisi kepala yang rasanya berat banget, badan pegel-pegel kayak habis digebukin massa, terus perut rasanya kembung nggak jelas? Refleks pertama orang Indonesia biasanya cuma satu: "Wah, ini fix masuk angin." Sejurus kemudian, botol minyak kayu putih keluar, koin logam dicari, dan ritual kerokan pun dimulai sampai punggung merah mirip motif zebra cross.

Tapi, tunggu dulu. Sebelum kamu menyalahkan angin malam atau kipas angin yang muter terlalu kencang, coba diingat-ingat lagi: kapan terakhir kali kamu minum air putih yang beneran air putih? Bukan es kopi susu kekinian, bukan boba yang gulanya bikin meriang, apalagi cuma sekadar "nyruput" air mineral sisa rapat kemarin.

Masalahnya, di negara kita yang tropis dan lembapnya minta ampun ini, dehidrasi atau kekurangan cairan sering banget pakai "topeng" yang mirip banget sama gejala masuk angin. Kita sering menganggap sepele kebutuhan cairan tubuh, padahal dampaknya bisa bikin hari-hari kamu yang harusnya produktif jadi berantakan kayak skripsi yang nggak di-ACC dosen pembimbing.

Kenapa Otak Kamu Kerasa "Ngambek"?

Tanda pertama yang paling sering disalahpahami adalah sakit kepala. Banyak orang yang kalau kepalanya nyut-nyutan langsung mikir kalau mereka telat makan atau kena paparan angin jahat. Padahal, secara biologis, otak kita itu isinya sekitar 75 persen air. Bayangin kalau asupannya kurang, jaringan otak kita bisa sedikit menyusut dan menjauh dari tengkorak. Seram, kan? Proses "penyusutan" ini bakal memicu reseptor nyeri yang bikin kepala kamu terasa berat dan cenat-cenut.

Efek lainnya adalah lemot alias telat mikir. Kamu mungkin pernah merasa sulit fokus, ngetik e-mail typo melulu, atau diajak ngobrol sama temen tapi responnya cuma "Hah? Apa?". Itu bukan berarti kamu kurang pinter atau butuh asupan gosip terbaru, tapi bisa jadi karena sirkulasi oksigen ke otak terhambat gara-gara volume darah menurun akibat kurang air. Jadi, daripada buru-buru minum obat pusing, coba deh tenggak dulu dua gelas air putih dingin. Siapa tahu otaknya cuma butuh "disiram" biar seger lagi.

Otot Pegel dan Mitos Angin Duduk

Gejala kedua yang sering bikin salah kaprah adalah badan yang terasa kaku dan pegel-pegel. Biasanya, kalau sudah begini, kita bakal langsung cari tukang urut atau pakai koyo di sekujur badan. Padahal, otot yang nggak dapet asupan cairan cukup bakal lebih gampang mengalami kram dan tegang. Air punya peran vital buat melumasi sendi-sendi kita. Kalau pelumasnya nggak ada, ya jelas gerak dikit aja rasanya udah kayak engsel pintu karatan.

Selain itu, kurang minum bikin jantung harus kerja ekstra keras buat memompa darah yang teksturnya jadi lebih kental. Hasilnya? Kamu jadi gampang capek, gampang ngos-ngosan, dan badan rasanya lemes banget. Di titik inilah banyak orang mulai parno dan mengira mereka kena gejala "angin duduk" atau gangguan jantung, padahal solusinya cuma satu: hidrasi yang bener.

Perut Kembung Bukan Berarti Ada Anginnya

Ini dia "tersangka" utama yang bikin diagnosis masuk angin makin kuat: perut kembung atau begah. Dalam logika banyak orang, perut kembung berarti ada gas atau angin yang terjebak di dalam. Tapi dalam dunia medis, perut yang terasa penuh dan nggak nyaman itu seringkali adalah sinyal kalau sistem pencernaan kamu lagi macet. Dan apa penyebab utamanya? Ya, kurang serat dan kurang air.

Tanpa air yang cukup, proses pembuangan sisa makanan di usus bakal jadi super lambat. Akhirnya, kotoran menumpuk, memicu gas, dan bikin perut kamu terasa keras. Kalau kamu terus-terusan mengobatinya cuma dengan minum jamu tolak angin tanpa nambah asupan air putih, ya masalahnya nggak bakal selesai. Yang ada malah makin sembelit.

Cara Cek Paling Gampang: Lihat "Warna" Kamu

Kalau kamu masih denial dan tetep merasa "Enggak kok, gue kayaknya emang masuk angin," coba deh lakukan tes paling jujur di dunia ini: cek warna urine kamu saat buang air kecil. Ini adalah indikator paling akurat yang nggak bisa bohong.

  • Warna bening atau kuning pucat: Selamat, kamu aman. Hidrasi kamu jempolan.
  • Warna kuning pekat: Ini lampu kuning. Tubuhmu sudah mulai teriak minta tolong.
  • Warna oranye atau kecokelatan: Fix, kamu dehidrasi parah. Jangan dulu cari kerokan, cari galon!

Selain warna urine, perhatikan juga bau mulut. Pernah ngerasa mulut bau padahal udah sikat gigi? Itu karena produksi air liur berkurang drastis saat kurang minum. Bakteri di mulut jadi berpesta pora karena nggak ada "pembersih" alaminya. Jadi, sebelum gebetan ilfeel gara-gara napas kamu yang kayak naga, mending rajin-rajin minum air putih.

Jangan Manjakan Masuk Angin

Budaya kita memang kental banget dengan istilah masuk angin, dan nggak ada salahnya sih kalau mau kerokan atau minum wedang jahe buat menghangatkan badan. Tapi, kita juga harus mulai cerdas melihat kebutuhan dasar tubuh. Jangan sampai kita terus-terusan mengobati gejala luar, tapi lupa memperbaiki pondasi di dalam.

Air putih itu murah, gampang dicari, dan nggak punya efek samping selama diminum dalam batas wajar. Jadi, yuk mulai sekarang kurangi sedikit ketergantungan sama kopi-kopi estetik itu. Selingi dengan air mineral yang cukup. Jangan tunggu sampai bibir pecah-pecah atau kulit kering bersisik baru sadar kalau kamu kurang minum. Ingat, tubuhmu itu butuh air, bukan cuma butuh dikerokin pakai koin seribuan!

Logo Radio
🔴 Radio Live