Ceritra
Ceritra Kota

Lupakan Sinjay! 5 Nasi Bebek 'Hidden Gem' Surabaya yang Bumbunya Jauh Lebih Nendang

Refa - Tuesday, 06 January 2026 | 12:00 PM

Background
Lupakan Sinjay! 5 Nasi Bebek 'Hidden Gem' Surabaya yang Bumbunya Jauh Lebih Nendang
Ilustrasi Nasi Bebek (Pinterest/BebekSulthan_Kalibata)

Kalau ada teman dari Jakarta datang dan minta diantar makan nasi bebek, tolong jangan otomatis diajak menyeberang Jembatan Suramadu demi bebek viral yang antrenya kayak ular naga itu. Stop it.

Sebagai warga Surabaya asli, kita tahu kebenaran yang sesungguhnya. Bebek terbaik justru ada di gang-gang sempit kota kita sendiri. Di Surabaya, Nasi Bebek bukan sekadar makanan, itu adalah ujian ketahanan tubuh. Semakin kumuh warungnya, semakin berminyak bumbunya, biasanya rasanya semakin mlekoh dan bikin lupa diri.

Lupakan diet, lupakan clean eating. Hari ini kita akan membahas 5 warung nasi bebek "blusukan" di Surabaya yang rasanya bikin kamu rela antre sambil keringetan dan bau asap gorengan.

1. Bebek Tugu Pahlawan

Lokasinya persis di seberang BCA Tugu Pahlawan. Bukanya sore menjelang malam. Kenapa ini masuk list? Karena ini adalah definisi antre yang menguji iman.

Begitu tenda dibuka, ratusan piring beterbangan di tangan pelayan yang kerjanya secepat kilat. Ciri khasnya ada di bumbu kuning yang disiram di atas nasi, berpadu dengan bumbu minyak di piring terpisah. Bebeknya empuk sampai ke tulang, dan sambalnya... duh Gusti, pedasnya sopan di lidah tapi nendang di perut. Makan di sini suasananya chaos, berisik, panas, tapi begitu suapan pertama masuk, dunia terasa damai.

2. Bebek Palupi Rungkut

Buat anak-anak Rungkut dan sekitarnya, Bebek Palupi adalah legenda. Dulu cuma warung kecil, sekarang sudah renovasi jadi lebih besar, tapi rasanya tetap konsisten "jahat".

Kekuatan utamanya ada di kulit bebeknya yang crispy tapi daging dalamnya tetap juicy. Dan jangan lupakan bumbu hitamnya yang kental, gurih, dan sedikit manis. Minyaknya memang terlihat mengintimidasi, tapi justru di situlah letak kenikmatannya. Tips pro: Datanglah sebelum jam makan siang kalau enggak mau kehabisan jeroan atau kulit gorengnya.

3. Bebek Cak Yudi

Bergeser ke kawasan Tanjung Torawitan (Perak), ada Bebek Cak Yudi. Kalau warung lain mengandalkan bumbu hitam, Cak Yudi punya senjata rahasia, yaitu sambal pencit (mangga muda) yang segar minta ampun.

Bebek gorengnya tipe kering, gurih asin, lalu dihajar dengan sambal pencit yang asam-pedas. Kombinasi lemak bebek yang gurih ketemu asamnya mangga muda itu seperti kembang api di dalam mulut. Nasi satu piring? Gak akan cukup, Rek! Minimal nambah setengah porsi nasi hangat lagi.

4. Bebek Goreng Papin

Ini buat kamu kaum morning person. Lokasinya di dekat Stasiun Kota. Uniknya, warung ini buka justru saat orang lain belum bangun.

Bebek Papin terkenal dengan bumbunya yang meresap sampai ke serat daging terdalam. Bukan tipe bebek yang digoreng sampai kering kerontang, tapi tipe yang moist dan basah oleh bumbu. Makan di sini suasananya syahdu, ditemani suara kereta api dan hiruk pikuk pasar pagi. Sarapan nasi bebek jam 7 pagi? Di Surabaya, itu hal yang wajar!

5. Bebek Donal (Kedungdoro)

Jalan Kedungdoro di malam hari adalah surga kuliner kaki lima. Di antara deretan tenda, Bebek Donal selalu punya tempat di hati.

Potongan bebeknya besar-besar, dan yang paling penting: sambalnya bisa ambil sendiri sepuasnya di meja (kalau belum berubah kebijakan). Tipe bumbunya adalah bumbu kuning kaya rempah yang disiram melimpah di atas nasi panas. Makan di sini harus siap mental ditonton orang yang lagi macet-macetan di jalan raya, tapi rasa malumu akan hilang seketika saat menggigit paha bebeknya yang super gurih.

Logo Radio
🔴 Radio Live