Eri Cahyadi Pangkas Beasiswa Pemuda Tangguh, Cuma Golongan Ini yang Bakal Selamat!
Refa - Wednesday, 21 January 2026 | 10:30 AM


Kabar kurang sedap bagi para pemburu beasiswa di Kota Pahlawan. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, baru saja memberikan sinyal keras terkait nasib program Beasiswa Pemuda Tangguh di tahun 2026 ini. Jika tahun-tahun sebelumnya beasiswa ini seolah "banjir" kuota, kini kerannya mulai diputar lebih rapat.
Cak Eri menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak akan lagi membiarkan uang rakyat (APBD) "salah alamat". Pemangkasan jumlah penerima dilakukan bukan karena Pemkot bangkrut, melainkan demi prinsip keadilan sosial yang sesungguhnya.
Siap-siap gigit jari bagi yang tidak masuk kriteria, berikut adalah aturan main baru yang bikin ketar-ketir:
Hanya untuk yang "Benar-Benar" Tidak Mampu
Poin paling menohok dari pernyataan Wali Kota adalah pengetatan definisi "tidak mampu". Eri Cahyadi menegaskan bahwa prioritas utama dan mungkin satu-satunya adalah warga yang masuk kategori miskin ekstrem atau benar-benar kesulitan ekonomi.
"Kalau masih punya motor bagus, rumah layak, atau kemampuan finansial yang 'abu-abu', jangan harap bisa lolos," kira-kira begitu pesan tersiratnya. Verifikasi lapangan akan dilakukan super ketat untuk menyisir mana yang benar-benar butuh bantuan pendidikan dan mana yang sekadar "aji mumpung".
Efisiensi APBD Fokus Kualitas, Bukan Kuantitas
Langkah tidak populer ini diambil agar anggaran pendidikan bisa dialokasikan lebih efektif. Pemkot ingin memastikan bahwa mahasiswa yang dibiayai adalah mereka yang jika tidak dibantu, benar-benar akan putus sekolah.
Bagi mahasiswa yang selama ini merasa "aman" menerima bantuan, disarankan untuk segera mengecek status kepesertaan. Jangan sampai kaget saat mendapati nama tiba-tiba hilang dari daftar penerima di semester depan.
Pesan Keras: Jangan Manja!
Kebijakan ini juga menjadi "sentilan" bagi warga Surabaya agar lebih mandiri. Bantuan pemerintah adalah jaring pengaman terakhir, bukan sumber pendapatan utama yang bisa diklaim siapa saja. Eri ingin membangun mentalitas warga yang tangguh, sesuai nama beasiswanya, bukan mentalitas peminta-minta.
Next News

Menolak Lupa di Jembatan Merah: Tempat Merdeka Dipertaruhkan dengan Nyawa
6 days ago

Rekomendasi Restoran Fine Dining di Surabaya untuk Pengalaman Kuliner Berkelas
7 days ago

Throwback Ke Citayam Fashion Week di 2022
7 days ago

Bukan Sekadar Panas dan Kemacetan, Intip Lima Cara Menikmati Kota Surabaya
11 days ago

Menemukan Nyawa Flores di Tengah Kabut, Kopi, dan Tradisi Megalitikum Bajawa
11 days ago

Sidoarjo Pride! Melipir Sejenak dari Macetnya Gedangan Demi Surga Kuliner yang Gak Ada Lawan
11 days ago

Bosan Jadi Budak Korporat Metropolitan? Intip Kota-Kota Ramah Kantong yang Cocok buat "Kabur" Sejenak
12 days ago

Kesempatan Emas! Pemutihan Pajak Kendaraan April 2026 Kembali Dibuka, Cek Lokasi Terdekat
13 days ago

Polri Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 Bersih: "Jangan Percaya Jalur Belakang!"
13 days ago

Menikmati Sisi Lain Surabaya yang Religius di Momen Lebaran
a month ago






