Awas QRIS Parkir Palsu! Dishub Surabaya Minta Warga Cek 2 Hal Ini Agar Uang Tidak Masuk Kantong Pribadi Jukir


Penerapan sistem pembayaran parkir non-tunai di Surabaya sudah mulai berjalan masif pada awal tahun 2026 ini. Namun, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan saat hendak melakukan pembayaran digital. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya menemukan adanya celah kecurangan yang dilakukan oleh oknum juru parkir (jukir) nakal untuk menilap uang retribusi.
Agar uang parkir benar-benar masuk ke kas daerah dan bukan ke saku pribadi oknum, Trio Wahyu Bowo, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Surabaya, menegaskan dua hal krusial yang wajib diperiksa sebelum melakukan scan barcode atau membayar:
1. Pastikan Jukir Resmi, Bukan Jukir Liar
Hal pertama yang wajib diperhatikan adalah penampilan petugas parkir. Masyarakat diminta hanya melayani pembayaran jika petugas tersebut adalah jukir resmi yang memenuhi standar operasional.
Ciri-ciri jukir resmi yang sah meliputi: mengenakan rompi resmi berwarna merah, membawa peluit, dan memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) yang jelas.
Jika petugas tidak memiliki atribut tersebut namun memaksa memungut biaya, pembayaran sebaiknya ditolak karena status petugas tersebut dipertanyakan.
2. Cek Nama Pemilik Barcode QRIS
Poin kedua ini paling sering menjadi modus kecurangan. Saat disodorkan kode QRIS oleh jukir, nama yang tertera di layar ponsel wajib dicek dengan teliti.
Pastikan tujuan pembayaran tertulis milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Dishub menerima banyak laporan di mana jukir nakal menyodorkan QRIS pribadi, QRIS atas nama warung, atau nama perorangan lain. Jika nama yang muncul bukan instansi resmi Pemkot, transaksi harus segera dibatalkan karena uang tersebut tidak akan masuk ke kas negara.
Dishub Surabaya menegaskan tidak akan ragu memberikan sanksi tegas hingga pemecatan bagi jukir yang terbukti menggunakan QRIS palsu atau pribadi.
Next News

Resign dan Pindah ke Desa: Impian Hidup Tenang Tanpa Macet Kota
in an hour

Keseruan Akhir Pekan di Livin Sounds of Downtown Surabaya
38 minutes ago

Kota Masa Depan Akan Seperti Apa? Melihat Inovasi yang Mulai Terjadi Sekarang Hingga Beberapa Dekade Mendatang
a month ago

Revitalisasi Kawasan Lama: Mengapa Bangunan Tua Kini Kembali Dihidupkan?
a month ago

Kota 24 Jam: Mengapa Beberapa Kota Tidak Pernah Benar-Benar Tidur?
a month ago

Bagaimana Sebuah Kawasan Bisa Berubah Menjadi Pusat Bisnis?
a month ago

Gedung Pencakar Langit: Mengapa Kota-Kota Besar Terus Membangun ke Atas?
a month ago

Mengapa Permukiman Modern Terus Berubah Mengikuti Gaya Hidup Masyarakat?
7 days ago

Smart City Bukan Sekadar Kota Canggih, Apa Bedanya dengan Kota Biasa?
a month ago

Kota Satelit Semakin Bermunculan, Benarkah Jadi Solusi Kemacetan dan Kepadatan?
a month ago






