Lebih dari Sekadar Tas, Ini Adalah Rahim Kedua dan Simbol Kehidupan
Nisrina - Wednesday, 24 December 2025 | 01:12 PM


Tanah Papua tidak hanya diberkahi dengan kekayaan alam yang melimpah ruah, tetapi juga menyimpan warisan budaya yang memiliki filosofi sangat dalam. Salah satu ikon budaya yang paling melekat dan menjadi identitas tak terpisahkan dari masyarakat Bumi Cendrawasih adalah Noken. Bagi orang awam mungkin benda ini terlihat seperti tas anyaman sederhana yang terbuat dari serat kayu atau kulit pohon. Namun bagi masyarakat Papua, Noken memiliki makna yang jauh melampaui fungsinya sebagai alat untuk membawa barang. Ia adalah simbol kehidupan, perdamaian, dan kesuburan yang telah diakui oleh dunia melalui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda yang Memerlukan Perlindungan Mendesak.
Keunikan utama Noken yang langsung membedakannya dari tas tradisional daerah lain terletak pada cara membawanya. Tas ini tidak disandanng di bahu atau dijinjing di tangan, melainkan digantungkan di kepala dengan bagian kantong yang menjuntai ke punggung. Cara membawa ini bukanlah tanpa alasan filosofis. Masyarakat Papua meyakini bahwa kepala adalah bagian tubuh yang paling mulia dan pusat dari segala pemikiran serta kendali tubuh manusia. Dengan membawa beban di kepala, hal ini melambangkan ketangguhan dan tanggung jawab besar yang diemban, namun tetap dijalani dengan keseimbangan yang harmonis bersama alam.
Dalam siklus kehidupan masyarakat Papua, Noken sering disebut sebagai "rahim kedua". Istilah ini muncul karena fungsi Noken yang sangat vital bagi seorang ibu. Sejak bayi baru lahir, anak-anak Papua sering kali digendong dan ditidurkan di dalam Noken yang hangat dan fleksibel mengikuti bentuk tubuh. Di dalam rajutan serat alami itulah seorang anak merasakan detak jantung ibunya dan belajar tentang kasih sayang pertama kali sebelum akhirnya tumbuh dewasa dan belajar berjalan sendiri. Selain itu Noken juga menjadi wadah untuk membawa hasil bumi dari kebun yang menjadi sumber nutrisi bagi keluarga sehingga secara harfiah Noken adalah penyokong kehidupan itu sendiri.
Bahan pembuatannya yang murni diambil dari alam seperti serat kulit kayu pohon manduam atau nawa mengajarkan kita tentang konsep keberlanjutan yang sesungguhnya. Jauh sebelum dunia modern meneriakkan kampanye anti plastik atau ramah lingkungan, mama-mama Papua telah mempraktikkan gaya hidup yang selaras dengan hutan. Mereka mengambil bahan secukupnya dari alam, merajutnya dengan penuh kesabaran dan cinta, lalu menggunakannya kembali untuk alam. Tidak ada limbah yang mencemari lingkungan karena Noken akan terurai kembali menjadi tanah ketika sudah tidak terpakai.
Kini tantangan terbesar kita adalah memastikan bahwa Noken tidak hanya berakhir sebagai suvenir cantik bagi wisatawan atau sekadar pajangan di museum. Semangat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya harus terus diwariskan kepada generasi muda. Noken mengajarkan kita tentang kesederhanaan, kekuatan untuk menanggung beban hidup, serta hubungan yang tidak boleh putus antara manusia dengan alam semesta. Merawat Noken berarti merawat identitas bangsa dan menjaga harapan masa depan yang lebih manusiawi dan lestari.
Next News

Bapukung: Kearifan Lokal Dayak dan Banjar dalam Menimang Buah Hati dengan Posisi Duduk
21 hours ago

Mengenal Air Terjun Tumpak Sewu, Niagara-nya Indonesia
a day ago

Kenapa Kota-Kota di Indonesia Punya Julukan Unik? Ternyata Ada Cerita Besar di Baliknya
21 hours ago

Tradisi Unik Balap Sapi di Sigi Sebagai Wujud Syukur Petani Usai Panen Raya
2 days ago

Marine Safari Bali sebagai Pusat Edukasi dan Konservasi Ekosistem Laut
4 days ago

Dekat Tugu Pahlawan, Ada Kampung yang Bikin Surabaya Terasa Tahun 1900-an
5 days ago

Pantai Selatan Jawa Timur Terkenal Angker, Benarkah Nyi Roro Kidul Masih “Berkuasa”?
5 days ago

Sering Dikira Ritual Mistis, Ini Makna Sebenarnya Larung Sesaji di Jawa Timur
5 days ago

Sudah Ada Sejak 1930, Ini Alasan Zangrandi Tak Pernah Sepi di Tengah Tren Gelato
6 days ago

Pendatang Wajib Tahu! Ini Sebabnya Gaya Bicara Orang Surabaya Sering Disalahpahami
6 days ago






