Ceritra
Ceritra Uang

Kunci Ekonomi Nendang: Pertemuan Prabowo-Bahlil

Elsa - Saturday, 22 November 2025 | 05:30 PM

Background
Kunci Ekonomi Nendang: Pertemuan Prabowo-Bahlil

Prabowo dan Bahlil 'Empat Mata': Ngebut Hilirisasi, Biar Indonesia Nggak Jadi Tukang Ekspor Bahan Mentah Doang!

Beberapa waktu lalu, jagat politik dan ekonomi kita sedikit dihangatkan dengan kabar pertemuan 'empat mata' yang bikin penasaran. Bukan soal gosip receh atau drama Korea, tapi ini tentang masa depan ekonomi Indonesia yang lebih nendang! Siapa lagi kalau bukan Menteri Investasi kita yang gaul, Bahlil Lahadalia, yang kedapatan ngobrol serius dengan Presiden Terpilih, Prabowo Subianto. Pembahasannya? Jelas bukan soal harga cabai naik, melainkan percepatan investasi dan program hilirisasi yang konon bakal jadi kunci Indonesia melesat sebagai negara maju.

Obrolan antara Pak Bahlil dan Pak Prabowo ini ibarat sesi 'spill the beans' tingkat tinggi tentang strategi ekonomi negara. Mereka duduk bareng, saling tukar pikiran soal bagaimana caranya biar gerbong investasi di Indonesia bisa lari kencang, terutama untuk program hilirisasi. Kalau kamu bingung apa itu hilirisasi, gampangnya begini: daripada kita cuma jual bahan mentah kayak nikel, bauksit, atau kelapa sawit ke luar negeri dengan harga murah, mending kita olah dulu di dalam negeri jadi produk jadi yang punya nilai jual jauh lebih tinggi. Nah, itu intinya.

Dari pertemuan itu, Pak Bahlil, dengan senyum tipis tapi penuh keyakinan, membocorkan sedikit 'bocoran' manis: Indonesia sebentar lagi bakal punya kilang-kilang raksasa yang nggak main-main, lho! Bukan cuma kilang minyak biasa, tapi juga untuk petrokimia dan yang paling bikin semangat, energi hijau. Bayangin, kita yang kaya sumber daya alam ini akhirnya beneran serius menggarapnya sampai tuntas, dari hulu sampai ke hilir. Rasanya kayak bangun tidur mimpi indah, terus ternyata beneran kejadian.

Ini semua, tentu saja, sejalan banget dengan visi Pak Prabowo yang ingin menjadikan Indonesia bukan cuma sekadar 'pengepul' bahan mentah, tapi jadi negara industri yang kuat dan berdikari. Ibaratnya, kalau selama ini kita cuma jadi tukang kebun yang panen buah lalu dijual mentahan, Pak Prabowo pengen kita jadi pabrik selai dan jus buah paling kece sedunia. Tentu saja, keuntungan yang didapat jauh berkali lipat. Siapa sih yang nggak ngiler dengan ide itu?

Tujuan besarnya sih nggak muluk-muluk tapi ambisius: membangun ekosistem industrialisasi yang komprehensif. Maksudnya gimana? Jadi, nggak cuma satu atau dua pabrik doang, tapi seluruh rantai produksi dari awal sampai akhir itu ada di Indonesia. Dari penambangan bahan baku, pengolahan awal, sampai jadi produk akhir yang siap pakai atau bahkan siap ekspor. Ini namanya bikin 'lingkaran setan' positif dalam artian baik. Efek dominonya bakal ke mana-mana, dan inilah yang kita harapkan banget.

Kenapa hilirisasi ini penting banget, sampai Pak Bahlil dan Pak Prabowo ngobrol serius empat mata? Jawabannya simpel, tapi punya dampak luar biasa besar buat kita semua. Pertama, yang jelas, adalah menciptakan nilai tambah. Kalau nikel cuma dijual bijihnya, harganya segini. Tapi kalau sudah diolah jadi komponen baterai kendaraan listrik, harganya bisa melambung tinggi. Nah, selisih harga itu yang akan jadi cuan buat negara dan rakyatnya.

Kedua, ini nih yang paling ditunggu-tunggu sama para pencari kerja dan anak-anak muda yang baru lulus kuliah: lapangan kerja baru! Bayangkan, kalau ada kilang raksasa dan pabrik-pabrik pengolahan di mana-mana, pasti butuh banyak tenaga kerja, kan? Dari teknisi, insinyur, manajer, sampai buruh pabrik. Ini bisa jadi angin segar buat menekan angka pengangguran dan memberi kesempatan kerja yang lebih layak bagi generasi kita.

Ketiga, dengan hilirisasi, kita bisa mengurangi ketergantungan impor produk olahan. Selama ini, banyak banget produk yang sebenarnya bisa kita produksi sendiri dari bahan baku lokal, tapi ujung-ujungnya malah impor dari luar negeri. Kan jadi nyesek, ya? Dengan membangun industri pengolahan di dalam negeri, kita bisa lebih mandiri, mengurangi defisit perdagangan, dan menjaga stabilitas ekonomi negara. Jadi, uang kita nggak lari terus ke luar.

Pak Prabowo sendiri juga menekankan poin ini berulang kali: Indonesia harus mendapatkan manfaat maksimal dari sumber daya alamnya melalui industrialisasi. Ini bukan cuma soal keuntungan ekonomi semata, tapi juga soal kedaulatan bangsa. Jangan sampai kita kaya raya akan sumber daya tapi cuma jadi penonton atau malah jadi 'penyedia' bahan mentah untuk kemajuan negara lain. Ini adalah PR besar, tapi sekaligus peluang emas untuk mendobrak batasan dan menunjukkan taring Indonesia di kancah global.

Tentu saja, jalan menuju cita-cita ini tidak akan semulus jalan tol yang baru diaspal. Pasti banyak tantangan, mulai dari kebutuhan modal investasi yang jumbo, transfer teknologi, sampai persiapan sumber daya manusia yang mumpuni. Tapi, dengan adanya sinergi dan komitmen kuat dari pemerintah serta para pelaku usaha, optimisme itu harus tetap menyala. Ini adalah momen krusial di mana kebijakan strategis akan menentukan arah pembangunan bangsa puluhan tahun ke depan.

Jadi, pertemuan 'empat mata' antara Bahlil dan Prabowo itu bukan sekadar ngopi-ngopi biasa, melainkan obrolan serius yang berpotensi mengubah wajah Indonesia secara fundamental. Dari sekadar pengekspor bahan mentah, kita bisa bertransformasi menjadi kekuatan industri yang diperhitungkan. Semoga saja, janji-janji manis dan rencana strategis ini bisa segera terealisasi, bukan cuma jadi wacana hangat yang lalu menguap. Kita semua menantikan gebrakan nyata dan tentunya, efek positifnya yang bisa dirasakan sampai ke akar rumput. Mari kita kawal bareng, biar Indonesia beneran maju dan sejahtera!

Tags

Logo Radio
🔴 Radio Live