Ceritra
Ceritra Teknologi

Jejak QRIS dari Warung Tegal hingga Mal di Bangkok

Refa - Tuesday, 23 December 2025 | 03:30 PM

Background
Jejak QRIS dari Warung Tegal hingga Mal di Bangkok
Ilustrasi QRIS (Pinterest/suaradotcom)

Belum lama ini, dompet tebal bukan berarti banyak uang, melainkan penuh dengan berbagai jenis kartu dan struk. Di meja kasir, konsumen sering kali bingung harus memilih dompet digital yang mana, karena setiap aplikasi memiliki kode QR yang berbeda-beda.

Namun, lansekap itu berubah total sejak Bank Indonesia meluncurkan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Kotak matriks hitam putih ini sukses menyatukan fragmentasi pembayaran di Indonesia. Kini, fenomena ini melangkah lebih jauh: menghapus batas negara dan menjadikan Rupiah mata uang yang "sakti" di luar negeri tanpa perlu ditukar fisik.

Berikut adalah bedah fenomena bagaimana QRIS mengubah wajah ekonomi digital, baik di level lokal maupun internasional.

Demokratisasi Ekonomi: Dari Mal Mewah ke Penjual Cilok

Kekuatan utama QRIS di dalam negeri adalah interoperabilitas. Sebelumnya, pedagang harus menyediakan berderet-deret standee QR dari berbagai penyedia jasa pembayaran. Kini, satu stiker QRIS bisa menerima pembayaran dari aplikasi apa pun, baik itu mobile banking bank konvensional maupun dompet digital (e-wallet).

Dampaknya sangat masif bagi UMKM. Pedagang kaki lima, penjual pasar basah, hingga pengamen jalanan kini memiliki akses teknologi finansial yang setara dengan butik di mal besar. QRIS menghilangkan kendala "tidak ada uang kembalian" yang sering menghambat transaksi kecil. Selain itu, riwayat transaksi yang tercatat digital memudahkan pedagang kecil untuk membangun profil kredit (credit scoring), membuka peluang mereka untuk mendapatkan pinjaman modal dari bank yang sebelumnya sulit ditembus.

Revolusi Cross-Border: Belanja di Luar Negeri Tanpa Money Changer

Inovasi paling ambisius dari QRIS adalah ekspansi lintas negara (Cross-Border Payment). Bank Indonesia telah menjalin kerja sama dengan bank sentral negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Laos, Brunei Darussalam, bahkan sampai Jepang dan Korea Selatan. Mekanismenya sederhana namun canggih. Saat wisatawan Indonesia membeli jajanan jalanan di Bangkok atau suvenir di Kuala Lumpur, mereka tidak perlu mengeluarkan uang tunai Baht atau Ringgit. Cukup buka aplikasi perbankan Indonesia, pindai kode QR lokal negara tersebut (seperti Thai QR Payment atau DuitNow Malaysia), dan masukkan nominalnya.

Sistem akan secara otomatis mengonversi mata uang asing tersebut ke Rupiah secara real-time. Nominal Rupiah yang akan dipotong langsung muncul di layar ponsel sebelum konfirmasi pembayaran. Kurs yang ditawarkan pun sering kali lebih kompetitif dibandingkan money changer bandara karena pemangkasan biaya perantara.

Akhir dari Masalah "Uang Sisa" Liburan

Salah satu masalah klasik pelancong adalah sisa uang koin atau uang kertas receh asing yang tidak laku ditukar kembali saat pulang ke tanah air. Dengan QRIS lintas negara, masalah ini tereliminasi.

Wisatawan bisa membayar sesuai nominal persis, hingga ke sen terakhir. Tidak ada lagi sisa uang Baht atau Dollar Singapura yang menumpuk di laci meja rumah tanpa guna. Kepraktisan ini juga meningkatkan keamanan, karena risiko kecopetan uang tunai atau penipuan uang palsu di negara asing menjadi nihil.

Diplomasi Rupiah di Kancah Global

Penerapan QRIS antarnegara ini secara tidak langsung memperkuat posisi Rupiah. Mata uang Garuda kini memiliki kegunaan langsung di luar yurisdiksi Indonesia. Ini adalah langkah strategis menuju integrasi ekonomi ASEAN yang lebih erat.

Konektivitas ini juga berlaku dua arah. Turis asing dari negara-negara mitra tersebut juga bisa memindai QRIS di Indonesia menggunakan aplikasi bank negara asal mereka. Hal ini sangat menguntungkan pedagang lokal di Bali atau Yogyakarta, karena turis asing cenderung berbelanja lebih banyak jika metode pembayarannya mudah dan familier bagi mereka.

Masa Depan: Menuju Asia Timur dan Timur Tengah

Ambisi QRIS tidak berhenti di Asia Tenggara. Bank Indonesia tengah menjajaki kerja sama serupa dengan Jepang, Korea Selatan, India, hingga Arab Saudi.

Bayangkan kemudahannya bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia di masa depan. Membeli oleh-oleh di Mekkah atau Madinah kelak cukup dengan memindai kode QR menggunakan saldo Rupiah di rekening bank syariah masing-masing, tanpa perlu repot menukar Riyal dalam jumlah besar.

Logo Radio
🔴 Radio Live