Jawa Timur Paling “Panas” di Indonesia? Ini Penyebab Banyaknya Gunung Api
Refa - Friday, 09 January 2026 | 01:30 PM


Mulai dari Gunung Semeru yang gagah, kawah Bromo yang ikonik, hingga api biru di Kawah Ijen. Jawa Timur dikenal sebagai "gudangnya" gunung berapi di Indonesia.
Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Jawa Timur memang tercatat sebagai provinsi dengan jumlah gunung api aktif terbanyak di Pulau Jawa, bahkan di Indonesia. Kepadatan gunung api di wilayah ini jauh lebih tinggi dibandingkan Jawa Barat atau Jawa Tengah.
Lantas, mengapa fenomena ini bisa terjadi? Jawabannya terletak jauh di bawah permukaan bumi, pada aktivitas lempeng tektonik yang kompleks.
Sudut Tunjaman Lempeng yang Curam
Indonesia berada di jalur Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, tempat bertemunya Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Pertemuan ini menciptakan zona subduksi (penunjaman) di selatan Pulau Jawa.
Para ahli geologi menemukan fakta menarik: sudut penunjaman lempeng di bawah Pulau Jawa tidaklah seragam. Di wilayah Jawa Barat, sudut penunjaman lempeng cenderung lebih landai. Namun, semakin bergerak ke arah timur (Jawa Timur hingga Nusa Tenggara), sudut penunjaman ini menjadi semakin curam atau tajam.
Sudut yang curam ini memungkinkan lempeng samudra mencapai kedalaman leleh magma (sekitar 100-200 km) dalam jarak yang lebih pendek secara horizontal. Akibatnya, dapur magma terbentuk lebih intensif dan jalur keluarnya magma ke permukaan menjadi lebih banyak. Inilah yang menyebabkan populasi gunung api di Jawa Timur sangat padat.
Kompleksitas Busur Magmatik
Kondisi geologis tersebut menciptakan apa yang disebut sebagai busur magmatik yang sangat aktif. Di Jawa Timur, gunung-gunung api tidak hanya berdiri sendiri-sendiri, melainkan sering kali membentuk kompleks pegunungan yang rapat.
Contoh paling nyata adalah Kompleks Pegunungan Tengger yang di dalamnya terdapat Gunung Bromo, Gunung Batok, dan Gunung Widodaren dalam satu kaldera raksasa. Selain itu, ada pula kompleks Ijen-Raung di ujung timur. Kepadatan ini adalah manifestasi langsung dari tingginya aktivitas dapur magma di bawah wilayah Jawa Timur.
Pedang Bermata Dua: Subur tapi Rawan
Banyaknya gunung api ini membawa konsekuensi ganda bagi masyarakat Jawa Timur. Di satu sisi, wilayah ini memiliki tingkat kerawanan bencana erupsi yang tinggi. Gunung Semeru, Kelud, dan Raung dikenal memiliki sejarah letusan yang cukup sering dan eksplosif.
Namun, di sisi lain, material vulkanik yang dimuntahkan gunung-gunung tersebut adalah berkah terselubung. Abu vulkanik kaya akan mineral yang menyuburkan tanah. Tidak mengherankan jika Jawa Timur menjadi lumbung pangan nasional dengan produktivitas pertanian yang sangat tinggi, berkat tanahnya yang terus-menerus diremajakan oleh aktivitas vulkanik.
Next News

Bapukung: Kearifan Lokal Dayak dan Banjar dalam Menimang Buah Hati dengan Posisi Duduk
a day ago

Mengenal Air Terjun Tumpak Sewu, Niagara-nya Indonesia
a day ago

Kenapa Kota-Kota di Indonesia Punya Julukan Unik? Ternyata Ada Cerita Besar di Baliknya
a day ago

Tradisi Unik Balap Sapi di Sigi Sebagai Wujud Syukur Petani Usai Panen Raya
2 days ago

Marine Safari Bali sebagai Pusat Edukasi dan Konservasi Ekosistem Laut
4 days ago

Dekat Tugu Pahlawan, Ada Kampung yang Bikin Surabaya Terasa Tahun 1900-an
5 days ago

Pantai Selatan Jawa Timur Terkenal Angker, Benarkah Nyi Roro Kidul Masih “Berkuasa”?
5 days ago

Sering Dikira Ritual Mistis, Ini Makna Sebenarnya Larung Sesaji di Jawa Timur
5 days ago

Sudah Ada Sejak 1930, Ini Alasan Zangrandi Tak Pernah Sepi di Tengah Tren Gelato
6 days ago

Pendatang Wajib Tahu! Ini Sebabnya Gaya Bicara Orang Surabaya Sering Disalahpahami
6 days ago





