Ceritra
Ceritra Warga

Hobi Bor Dinding Berujung Retak? Ini Kesalahan Fatal yang Bikin Beton Rumah Cepat Rusak

Refa - Thursday, 22 January 2026 | 01:00 PM

Background
Hobi Bor Dinding Berujung Retak? Ini Kesalahan Fatal yang Bikin Beton Rumah Cepat Rusak
Ilustrasi beton retak (Pinterest/bol)

Tren mempercantik rumah sendiri alias Do It Yourself (DIY) semakin digemari masyarakat di tahun 2026 ini. Memasang ambalan, rak dinding estetik, atau gantungan TV memang terlihat mudah di video tutorial singkat. Namun, realita di lapangan sering kali tak seindah ekspektasi.

Bukannya terpasang rapi, dinding beton yang keras justru mengalami retak rambut yang memanjang, atau bahkan gempur (rontok) parah di sekitar lubang. Kerusakan ini tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga bisa melemahkan struktur plesteran jika dibiarkan.

Ternyata, melubangi beton tidak bisa disamakan dengan melubangi kayu atau tembok bata merah biasa. Berikut adalah penyebab utama dinding beton retak usai dibor yang wajib dihindari:

1. Salah Pilih Alat antara Bor Biasa vs Rotary Hammer

Kesalahan paling umum adalah memaksakan penggunaan bor listrik biasa (standard drill) untuk menembus beton keras. Bor biasa hanya bekerja dengan putaran, sementara beton membutuhkan mekanisme pukul atau tumbukan.

Wajib hukumnya menggunakan mesin bor jenis Impact Drill atau yang lebih kuat, Rotary Hammer. Tanpa fitur tumbukan (hammer action), mata bor hanya akan berputar panas di tempat, menyebabkan getaran berlebih yang memicu keretakan pada area sekitar lubang.

2. Mata Bor Tumpul atau Salah Spesifikasi

Jangan pernah meremehkan kualitas mata bor (drill bit). Menggunakan mata bor besi atau kayu untuk menembus tembok adalah resep bencana. Pastikan menggunakan mata bor khusus beton (masonry bit) yang memiliki ujung karbida yang keras.

Selain itu, mata bor yang sudah tumpul akan memaksa pengguna untuk menekan mesin lebih kuat. Tekanan fisik yang berlebihan inilah yang menyalurkan stres ke permukaan dinding, menyebabkan plesteran acian pecah berantakan.

3. Tidak Mengecek Kualitas Plesteran (Dinding Kopong)

Sering kali kesalahan bukan pada alatnya, melainkan pada objeknya. Sebelum mengebor, disarankan untuk mengetuk-ngetuk permukaan dinding. Jika terdengar bunyi nyaring atau kosong, itu tandanya plesteran tidak menempel sempurna pada bata/beton utama (kopong).

Mengebor di area kopong pasti akan membuat dinding langsung ambrol. Solusinya, geser titik pengeboran ke area yang terdengar padat, atau lakukan penambalan ulang sebelum eksekusi.

4. Fitur "Hammer" Belum Aktif

Bagi pemula, sering kali lupa memindahkan saklar mode pada mesin bor dari mode putar (drilling) ke mode pukul (hammering). Akibatnya, proses pengeboran memakan waktu lama, mesin panas, dan lubang menjadi tidak presisi serta memicu retakan halus.

Logo Radio
🔴 Radio Live