Gempa M 5,5 Guncang Maluku Barat Daya, BMKG Pastikan Aman Tsunami
Refa - Monday, 26 January 2026 | 08:00 AM


Masyarakat di wilayah Indonesia Timur dikejutkan oleh guncangan gempa bumi tektonik pada awal pekan ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa berkekuatan Magnitudo 5,5 (dimutakhirkan menjadi M 5,2) terjadi pada Senin pagi, 26 Januari 2026, pukul 07.54 WIB.
Pusat gempa terdeteksi berada di laut, tepatnya berjarak sekitar 49 kilometer arah Timur Laut dari Maluku Barat Daya. Meski memiliki magnitudo yang cukup signifikan, kabar baiknya adalah gempa ini tidak memicu gelombang tsunami.
Berikut adalah 3 fakta utama terkait gempa pagi ini:
1. Jenis Gempa Menengah (Intermediate)
Berdasarkan analisis kedalaman hiposenternya, lindu ini tergolong gempa menengah. Titik pusat gempa berada di kedalaman 163 kilometer di bawah dasar laut.
Aktivitas ini dipicu oleh deformasi atau pergeseran batuan di dalam Lempeng Laut Banda. Karakteristik gempa dalam seperti ini biasanya memiliki spektrum guncangan yang luas namun tidak terlalu merusak dibandingkan gempa dangkal.
2. Wilayah yang Merasakan Guncangan
Getaran gempa dirasakan cukup nyata oleh warga di beberapa kepulauan sekitar. Skala intensitas tercatat mencapai III-IV MMI di daerah Kepulauan Romang, Moa Lakor, dan Pulau Leti.
Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah seakan-akan ada truk besar yang berlalu. Warga sempat panik sesaat namun situasi dilaporkan kembali kondusif.
3. Belum Ada Kerusakan Signifikan
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan infrastruktur maupun korban jiwa.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu bohong (hoax) yang sering beredar pasca-gempa. Hasil pemodelan matematis memastikan tidak ada ancaman bahaya ikutan seperti tsunami.
Next News

Bosan Main Monopoli yang Itu-itu Aja? Cobain 6 Edisi Unik Ini Biar Nongkrong Gak Garing
6 hours ago

Gak Perlu Malu Lagi! Cara Tenxi Mengubah Dangdut Jadi "Swag" dan Mendunia
6 hours ago

Warna Pink dalam Perspektif Sejarah: Dari Simbol Maskulinitas hingga Identitas Feminitas
a day ago

Mengapa Sebagian Orang Justru Mengantuk Setelah Minum Kopi?
a day ago

Fenomena Efek Proust: Ketika Aroma Menghidupkan Kembali Kenangan
a day ago

Dilema Lemari Penuh: Strategi Mengelola Pakaian Lama agar Tetap Bernilai Guna
a day ago

Bedah House Music: Fondasi Ritmis di Balik Estetika Lagu K-pop yang Adiktif
a day ago

Asal Usul Pepatah "An Apple a Day Keeps the Doctor Away"
a day ago

Mengapa Bayi Perlu Menangis Saat Baru Lahir?
a day ago

Mengapa Wanita Menjadi Lebih Sensitif Saat Menstruasi?
4 days ago





