Ceritra
Ceritra Uang

Gaji Pas-pasan Tapi Bisa Nabung, Ini Triknya

Refa - Sunday, 11 January 2026 | 05:30 PM

Background
Gaji Pas-pasan Tapi Bisa Nabung, Ini Triknya
Ilustrasi menabung (Getty Images/Iamstocker)

Banyak orang merasa berat untuk menabung karena aktivitas ini sering dianggap sebagai pengurangan jatah uang belanja. Menyisihkan uang sering kali dimaknai sebagai "kehilangan" kemampuan untuk membeli sesuatu saat ini demi masa depan.

Pola pikir tersebut membuat kegiatan menabung menjadi beban psikologis. Padahal, dengan strategi yang tepat, menabung dapat dilakukan tanpa mengubah gaya hidup secara drastis atau menimbulkan perasaan kekurangan.

Berikut adalah lima metode teknis untuk menabung secara konsisten tanpa merasa terbebani.

1. Metode "Sisihkan di Awal", Bukan di Akhir

Kesalahan terbesar dalam pengelolaan keuangan adalah menabung menggunakan uang sisa. Faktanya, uang sisa sering kali tidak ada karena habis untuk kebutuhan konsumtif.

Cara yang efektif adalah membalik urutannya: Terima Gaji > Potong Tabungan > Belanja.

Seseorang harus segera memindahkan dana tabungan (misalnya 10% atau 20%) sesaat setelah gaji masuk ke rekening. Dengan cara ini, otak akan beradaptasi bahwa uang yang tersedia untuk dibelanjakan adalah sisa setelah potongan tersebut. Pengguna tidak akan merasa kehilangan karena uang tabungan tersebut sudah dianggap "tidak ada" sejak awal bulan.

2. Manfaatkan Fitur Autodebet Bank

Teknologi perbankan modern menyediakan fitur autodebet atau transfer terjadwal. Nasabah dapat mengatur agar bank secara otomatis memotong saldo rekening utama dan memindahkannya ke rekening tabungan pada tanggal tertentu (biasanya tanggal gajian).

Sistem otomatisasi ini menghilangkan faktor emosional dalam menabung. Nasabah tidak perlu melakukan proses transfer secara manual yang sering kali menimbulkan keraguan atau penundaan. Proses ini berjalan di latar belakang tanpa intervensi pemilik rekening.

3. Membuka Rekening Tanpa Kartu ATM

Memisahkan rekening belanja dan rekening tabungan adalah syarat mutlak. Mencampur dana dalam satu rekening membuat seseorang sulit melacak pengeluaran.

Agar tabungan tidak terambil, disarankan membuka rekening khusus yang tidak memiliki akses kartu ATM atau mobile banking di ponsel utama. Tingkat kesulitan akses yang tinggi ini akan mencegah penarikan dana secara impulsif saat sedang berbelanja. Uang akan tetap aman dan terus bertambah karena tidak mudah diambil.

4. Trik Menabung Nominal Kecil (Uang Receh)

Menabung dalam jumlah besar sekaligus sering kali terasa berat. Alternatifnya adalah menabung nominal kecil namun rutin.

Contoh penerapannya adalah mengumpulkan semua uang pecahan Rp20.000 ke bawah yang ada di dompet setiap hari, atau mengumpulkan uang koin kembalian belanja. Karena nominalnya kecil, seseorang tidak akan merasa daya belinya berkurang secara signifikan. Namun jika dilakukan konsisten selama setahun, jumlah yang terkumpul bisa mencapai angka jutaan rupiah.

5. Terapkan Aturan Tunggu 24 Jam

Cara ini tidak menyisihkan uang secara fisik, melainkan mencegah uang keluar. Saat muncul keinginan membeli barang yang bukan kebutuhan pokok (tersier), terapkan aturan menunda pembelian selama 24 jam.

Sering kali, keinginan membeli barang hanyalah impuls sesaat. Setelah menunggu sehari, rasionalitas biasanya kembali dan keinginan tersebut hilang. Uang yang batal dibelanjakan tersebut kemudian dapat langsung dipindahkan ke pos tabungan. Ini adalah bentuk menabung yang berasal dari efisiensi pengeluaran.

Logo Radio
🔴 Radio Live