Ceritra
Ceritra Update

Dramatis! BPOM Surabaya Berantas Produk Tak Jelas Ini

- Wednesday, 29 October 2025 | 03:00 PM

Background
Dramatis! BPOM Surabaya Berantas Produk Tak Jelas Ini

Ketika Jutaan Produk Ilegal 'Tamat Riwayat' di Tangan BPOM Surabaya: Bukan Cuma Bikin Rugi, tapi Juga Bikin Sakit Hati!

Pernahkah kamu membayangkan, ada berapa banyak sih produk-produk aneh, abal-abal, atau yang "gak jelas juntrungannya" beredar di sekitar kita? Produk yang cuma bikin kantong kering, tapi parahnya, juga bisa bikin badan meriang, bahkan sampai masuk rumah sakit. Nah, kemarin, Kantor BPOM Surabaya baru saja menampar keras fenomena ini dengan cara yang cukup… dramatis.

Bayangkan saja, sebanyak 888.308 produk ilegal, mulai dari makanan yang kamu kira sehat, kosmetik yang katanya bikin glowing instan, obat tradisional yang menjanjikan kesembuhan ajaib, sampai suplemen kesehatan yang bikin bulu kuduk merinding, akhirnya 'tamat riwayat'. Mereka semua berakhir di mesin pemusnah, lenyap jadi asap, debu, dan sampah. Jumlahnya itu lho, bukan main-main. Angka segitu banyak, kalau dijejerin mungkin bisa ngalahin panjang jalan tol Surabaya-Gempol! Dan tahu berapa nilai ekonominya? Enggak tanggung-tanggung, mencapai angka Rp10,3 miliar! Nilai yang, kalau dipakai buat beli rumah, mungkin bisa dapet beberapa unit di kompleks elite, atau belasan mobil LCGC.

Mengapa Mereka Harus Musnah? Ini Daftar Dosa-Dosanya!

Mungkin ada yang bertanya-tanya, kenapa sih BPOM harus segitunya? Kok sampai dimusnahkan massal begitu? Jawabannya sederhana, tapi dampaknya luar biasa: untuk melindungi kita semua. Produk-produk yang dimusnahkan ini bukan cuma barang bekas atau barang rusak biasa. Mereka adalah biang keladi yang berpotensi merusak kesehatan dan menguras dompet masyarakat. Ada tiga alasan utama mengapa mereka layak untuk dibasmi:

  1. Tidak Punya Izin Edar (TIE): Ini adalah dosa paling mendasar. Produk tanpa izin edar itu ibaratnya kayak kamu beli kucing dalam karung, tapi kucingnya beracun! Enggak ada yang menjamin kualitas, keamanan, apalagi khasiatnya. Proses produksi, bahan baku, sampai pengemasannya pun lepas dari pengawasan. Kita mana tahu bahan-bahan apa saja yang dicampur di dalamnya? Bisa jadi ada bahan yang seharusnya cuma dipakai buat pupuk, malah nyasar ke dalam krim muka kamu. Serem, kan?
  2. Sudah Kedaluwarsa: Wah, ini sih wajib banget dihindari. Tanggal kedaluwarsa itu bukan cuma pajangan, bukan cuma basa-basi. Itu adalah batas aman suatu produk untuk dikonsumsi atau digunakan. Lewat dari tanggal itu, kandungan aktifnya bisa berkurang, khasiatnya hilang, atau lebih parah lagi, malah jadi sarang bakteri dan jamur. Makan atau pakai produk kedaluwarsa? Bukan cuma rasanya aneh, tapi bisa bikin perut mules seminggu, kulit gatal-gatal, atau reaksi alergi yang parah. Jangan sampai deh uang kamu terbuang buat barang purba!
  3. Mengandung Bahan Berbahaya: Nah, ini dia ‘silent killer’ yang paling bikin geleng-geleng kepala. Banyak produk, terutama kosmetik dan obat tradisional, yang tergiur memakai bahan berbahaya demi hasil instan atau keuntungan lebih. Contohnya, merkuri di kosmetik pemutih instan, atau bahan kimia obat keras yang diselundupkan ke dalam obat kuat atau pelangsing tradisional. Efeknya? Bukan cuma jerawat atau gatal-gatal, tapi bisa sampai kerusakan organ vital seperti ginjal, liver, bahkan kanker dalam jangka panjang. Udah keluar duit, eh, malah sakit parah. Double rugi!

Lebih dari Sekadar Angka: Ini Soal Kepercayaan dan Kesehatan

Angka 888.308 produk dan Rp10,3 miliar itu bukan cuma deretan statistik. Di baliknya ada cerita tentang masyarakat yang hampir atau sudah menjadi korban. Ada impian kulit bersih yang berubah jadi muka rusak. Ada harapan sembuh dari penyakit yang malah berakhir di IGD. Ada uang hasil jerih payah yang lenyap begitu saja, cuma untuk membeli janji palsu.

Tindakan pemusnahan ini, meski terlihat 'garang', adalah bagian dari upaya BPOM untuk melindungi kita dari risiko kesehatan dan kerugian ekonomi. Mereka bekerja keras, kayak detektif yang ngendus-ngendus sampai ke pelosok, demi memastikan produk yang kita konsumsi atau gunakan itu aman. Ini juga bagian dari menjaga ekosistem pasar yang sehat, di mana produsen yang jujur dan legal bisa bersaing secara adil, tanpa harus tergerus oleh produk-produk ilegal yang cuma modal tampang doang.

Garda Terdepan itu Kita: Jurus "KLIK" dari BPOM

Tapi, kerja BPOM saja tidak cukup, lho. Kita sebagai konsumen adalah garda terdepan buat diri sendiri. Kita punya kekuatan untuk memilih dan menolak. BPOM punya jurus jitu yang gampang diingat, namanya "KLIK". Yuk, kita bedah satu per satu:

  • Kemasan: Perhatikan baik-baik kondisi kemasan produk. Apakah ada yang rusak, penyok, sobek, atau segelnya sudah terbuka? Kalau iya, mending jangan dibeli. Kemasan yang utuh itu penting untuk menjaga kualitas dan higienitas produk.
  • Label: Baca label informasi produk dengan teliti. Jangan cuma lihat gambar model cantiknya atau klaim "ajaib" yang terpampang besar. Perhatikan komposisi, cara pakai, peringatan, dan informasi penting lainnya. Kalau ada klaim yang terlalu bombastis dan sulit dipercaya akal sehat, mending skip dulu deh.
  • Izin Edar: Ini penting banget! Pastikan produk punya nomor izin edar dari BPOM. Biasanya diawali dengan kode BPOM RI MD/ML (untuk pangan) atau NA (untuk kosmetik) dan diikuti belasan angka. Zaman sekarang, enggak cek nomor BPOM itu kayak enggak ngecek sinyal pas mau video call, penting banget! Kamu bisa cek langsung di website BPOM atau pakai aplikasi Cek BPOM yang bisa diunduh di ponselmu. Gampang, kan?
  • Kedaluwarsa: Selalu, selalu, dan selalu cek tanggal kedaluwarsa atau 'baik digunakan sebelum' (best before) produk. Jangan sampai tergoda harga murah tapi ternyata produknya sudah mau expired atau bahkan sudah lewat. Kesehatanmu jauh lebih mahal dari diskon sejuta persen.

Dunia Gelap Produk Ilegal yang Licin Kayak Belut

Fenomena produk ilegal ini memang kayak monster yang susah mati. Dunia gelapnya licin kayak belut, apalagi dengan maraknya penjualan online. Oknum tak bertanggung jawab seringkali memanfaatkan ketidaktahuan atau keinginan instan masyarakat akan sesuatu (misalnya, putih dalam seminggu, langsing tanpa usaha, sembuh tanpa obat dokter). Mereka juga pintar menyamarkan produknya agar terlihat meyakinkan, bahkan meniru kemasan produk yang sudah terkenal. Ini tentu jadi tantangan besar buat BPOM dan kita semua.

Maka dari itu, kesadaran kita sebagai konsumen adalah senjata paling ampuh. Jangan mudah tergiur iklan yang lebay, testimoni palsu dari influencer abal-abal, atau harga yang miring gak masuk akal. Logikanya, mana ada sih barang bagus dengan harga jauh di bawah pasaran? Pasti ada udang di balik batu, atau malah ada merkuri di balik krim! Jadi, sebelum kamu nyobain produk yang 'nge-hype' banget, atau yang harganya bikin curiga, ingat lagi kisah pembantaian 888 ribu produk ini ya.

Jadilah konsumen cerdas, bukan cuma buat dompetmu, tapi juga buat kesehatanmu yang tak ternilai harganya. Karena, sehat itu mahal, lho. Jangan sampai menyesal di kemudian hari!

Logo Radio
🔴 Radio Live