Dikira Bebas Kalori, Ternyata Gula Buah Bisa Bikin Berat Badan Naik!


Banyak orang yang sedang menjalani program diet beranggapan bahwa buah-buahan adalah makanan "bebas kartu". Artinya, mereka merasa aman mengonsumsi buah dalam jumlah tak terbatas karena dianggap alami dan sehat.
Namun, ahli gizi memperingatkan bahwa anggapan tersebut keliru. Buah mengandung gula alami bernama fruktosa. Meskipun alami, konsumsi fruktosa secara berlebihan tanpa kontrol porsi tetap berkontribusi pada kenaikan berat badan, bahkan bisa menggagalkan diet.
Berikut adalah penjelasan medis mengapa gula buah bisa menimbun lemak jika dikonsumsi sembarangan:
1. Kalori Tetaplah Kalori
Meskipun buah kaya akan vitamin dan serat, buah tetap mengandung kalori. Fruktosa yang masuk ke dalam tubuh akan diproses oleh hati (liver).
Jika jumlah fruktosa yang masuk melebihi kebutuhan energi tubuh, hati akan mengubah kelebihan gula tersebut menjadi lemak (trigliserida). Penumpukan lemak ini biasanya terjadi di area perut (lemak viseral) dan berkontribusi langsung pada kenaikan berat badan.
2. Bahaya Jus Buah Tanpa Ampas
Kesalahan terbesar saat diet adalah mengganti makanan padat dengan jus buah. Proses pembuatan jus sering kali membuang serat (ampas) buah.
Padahal, serat berfungsi untuk memperlambat penyerapan gula ke dalam darah dan memberikan rasa kenyang. Minum jus buah tanpa serat sama saja dengan meminum air gula terkonsentrasi. Hal ini menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, diikuti rasa lapar kembali dalam waktu singkat, yang memicu keinginan makan berlebih.
3. Pilih Jenis Buah yang Tepat
Tidak semua buah diciptakan sama. Beberapa buah memiliki kandungan gula (Indeks Glikemik) yang sangat tinggi, sementara yang lain rendah.
Ahli gizi menyarankan untuk membatasi buah-buahan yang sangat manis seperti mangga harum manis, anggur, kelengkeng, dan durian saat sedang diet ketat. Sebaliknya, pilihlah buah dengan kandungan air dan serat tinggi namun rendah gula, seperti apel, pir, beri-berian (stroberi/blueberry), atau pepaya.
4. Porsi Adalah Kunci
Makan buah itu sehat, tetapi porsinya harus dijaga. Rekomendasi umum adalah 2-3 porsi buah per hari.
Jangan menghabiskan satu kilogram mangga atau salak sendirian dalam satu waktu duduk. Variasikan asupan buah dengan sumber nutrisi lain seperti sayuran hijau yang jauh lebih rendah kalori dan gula dibandingkan buah.
Next News

Bukan Sekadar 'Buta Aturan': Menelusuri Akar Rendahnya Kepatuhan Hukum di Indonesia
5 days ago

Trotoar Berbagi: Dilema Pedagang Kaki Lima Antara Hak Ekonomi dan Hak Pejalan Kaki
5 days ago

Graffiti: Seni atau Perusak Lingkungan?
5 days ago

Ironi Gambar Leher Berlubang dan Nikmatnya Asap Rokok
6 days ago

"Saya Orangnya Stoik": Antara Filosofi Kuno dan Gaya Hidup Kekinian
6 days ago

Evolusi Nail Art: Ekspresi Diri di Ujung Jari Selama 2 Dekade
6 days ago

Kritik Mengalir Deras, Mengapa Respon Pemerintah Begitu Datar?
6 days ago

Apasih Bedanya Minus Sama Silinder? Simak Cegahnya!
8 days ago

Mitos Salad Buah Sebagai Penetral Makanan Berminyak
7 days ago

Aksi Heroik Fathimah Azzahra Hadapi Polisi di Jantung Jakarta
7 days ago

