Ceritra
Ceritra Olahraga

Bukannya Sehat, Banyak Pemula Justru Cedera Gara-Gara 5 Kesalahan Ini

Refa - Saturday, 10 January 2026 | 09:00 AM

Background
Bukannya Sehat, Banyak Pemula Justru Cedera Gara-Gara 5 Kesalahan Ini
Ilustrasi olahraga (Pinterest/alexanderpowell93)

Memulai rutinitas olahraga baru memang penuh semangat. Sepatu baru sudah dibeli, pakaian olahraga matching sudah siap, dan motivasi sedang tinggi-tingginya. Namun, semangat yang menggebu-gebu ini sering kali menjadi bumerang jika tidak dibarengi dengan pengetahuan yang tepat.

Banyak pemula yang akhirnya berhenti di tengah jalan bukan karena malas, melainkan karena cedera atau kelelahan ekstrem akibat cara latihan yang salah. Alih-alih mendapatkan tubuh bugar, yang didapat justru nyeri otot berkepanjangan atau bahkan kerusakan sendi.

Agar keringat yang keluar tidak sia-sia, berikut adalah deretan kesalahan "sepele" yang wajib dihindari oleh siapa pun yang baru mulai berolahraga.

1. Melewatkan Sesi Pemanasan (Warm-up)

Ini adalah kesalahan klasik nomor satu. Karena merasa durasi olahraga hanya sebentar atau ingin segera masuk ke menu inti, sesi pemanasan sering kali diabaikan.

Padahal, otot yang masih "dingin" ibarat karet gelang yang kaku; jika langsung ditarik paksa, ia akan mudah putus. Pemanasan berfungsi untuk meningkatkan suhu tubuh, melumasi persendian, dan mengalirkan darah ke otot agar siap bekerja. Melakukan gerakan inti tanpa pemanasan meningkatkan risiko kram dan cedera otot (muscle strain) secara signifikan.

2. Terlalu Bernafsu "Hajar" Beban Berat (Ego Lifting)

Di tempat gym, sering kali terlihat pemula yang memaksakan diri mengangkat beban yang terlalu berat demi gengsi atau anggapan "makin berat makin cepat jadi". Istilah populernya adalah Ego Lifting.

Memaksakan beban di luar kapasitas otot tidak akan mempercepat pembentukan otot, justru merusak postur gerakan. Ketika beban terlalu berat, tubuh secara refleks akan mencari cara curang (cheating) menggunakan otot lain yang bukan targetnya, yang berujung pada cedera punggung atau bahu. Mulailah dengan beban ringan untuk menyempurnakan teknik terlebih dahulu.

3. Mengabaikan Hari Istirahat (Rest Day)

Ada miskonsepsi bahwa olahraga harus dilakukan setiap hari tanpa henti untuk mendapatkan hasil maksimal. Pemikiran ini justru keliru.

Otot manusia sebenarnya tidak tumbuh saat sedang dilatih, melainkan tumbuh saat sedang beristirahat (tidur dan relaksasi). Olahraga berfungsi "merusak" serat otot mikro, dan istirahat berfungsi memperbaikinya menjadi lebih kuat. Berolahraga keras 7 hari seminggu tanpa jeda justru memicu overtraining, penurunan imun tubuh, dan kelelahan mental (burnout).

4. Hanya Fokus pada Satu Jenis Olahraga

Saking sukanya lari, seseorang mungkin hanya melakukan lari setiap hari tanpa melatih kekuatan otot. Atau sebaliknya, hanya angkat beban tanpa pernah melatih kardio (jantung).

Ketidakseimbangan ini kurang baik bagi kebugaran jangka panjang. Tubuh membutuhkan variasi. Kardio penting untuk kesehatan jantung dan stamina, sementara latihan kekuatan (strength training) penting untuk kepadatan tulang dan metabolisme. Kombinasi keduanya akan memberikan hasil yang jauh lebih optimal.

5. Tidak Minum Cukup Air

Saat berolahraga, tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat. Sering kali pemula lupa mengganti cairan yang hilang ini, atau menunggu sampai merasa sangat haus baru minum.

Dehidrasi ringan saja sudah cukup untuk menurunkan performa fisik, menyebabkan pusing, dan membuat otot lebih cepat lelah. Pastikan untuk minum air sebelum, selama (dalam jumlah kecil), dan setelah sesi olahraga selesai untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil.

Logo Radio
🔴 Radio Live