Bukan Sekadar Rumah Hantu, Menyingkap Pesona Alas Purwo yang Dikagumi Dunia
Refa - Tuesday, 30 December 2025 | 01:30 PM


Menyebut nama "Alas Purwo", bulu kuduk sebagian orang mungkin langsung merinding. Hutan yang terletak di Semenanjung Blambangan, Banyuwangi ini memegang reputasi abadi sebagai hutan paling angker di Pulau Jawa. Cerita tentang orang hilang, kerajaan jin, hingga gerbang dimensi lain seolah menjadi bumbu wajib setiap kali tempat ini dibahas.
Terlebih setelah viralnya kisah KKN di Desa Penari beberapa tahun lalu, banyak orang yang serta-merta mengaitkan lokasi mistis tersebut dengan Alas Purwo. Namun, di balik kabut misteri dan aroma dupa yang menyengat, Taman Nasional Alas Purwo menyimpan pesona eksotis yang justru diburu oleh wisatawan mancanegara.
Mari kita singkirkan sejenak rasa takut dan melihat wajah asli dari "Tanah Tertua" di Jawa ini.
Pusat Mistis dan Pertapaan Tanah Jawa
Tidak bisa dipungkiri, nuansa magis di sini memang sangat kental. Nama "Purwo" sendiri bermakna "Permulaan" atau "Awal". Masyarakat setempat percaya bahwa hutan ini adalah tanah pertama yang muncul dari dasar samudra saat Pulau Jawa diciptakan. Karena statusnya sebagai tanah tertua, ia dianggap sebagai tempat bersemayamnya para leluhur dan entitas gaib paling sepuh.
Jika kamu berkunjung saat malam 1 Suro (Tahun Baru Jawa), suasana hutan ini berubah menjadi sangat sakral. Ribuan orang dari berbagai penjuru nusantara datang bukan untuk berwisata, melainkan untuk bersemedi di gua-gua yang tersebar di dalam hutan, seperti Gua Istana dan Gua Padepokan. Bagi para pelaku spiritual, Alas Purwo bukan tempat hantu yang menakutkan, melainkan tempat suci untuk mencari ketenangan batin dan wangsit.
"Africa van Java" dan Surga Peselancar Dunia
Ironisnya, saat warga lokal takut masuk terlalu dalam, turis bule justru berlomba-lomba datang ke sini. Mereka tidak mencari jin, melainkan mencari ombak. Di balik rimbunnya hutan angker ini, tersembunyi Pantai Plengkung atau yang lebih dikenal dunia dengan nama G-Land.
Pantai ini memiliki ombak legendaris setinggi 6 hingga 8 meter yang dinobatkan sebagai salah satu ombak terbaik di dunia setelah Hawaii. Para peselancar profesional rela menembus hutan lebat demi menaklukkan ombak tersebut. Selain itu, Alas Purwo juga memiliki Savana Sadengan, sebuah padang rumput luas yang membuatmu merasa sedang berada di Afrika. Di sini, kamu bisa melihat banteng Jawa, merak hijau, dan rusa berkeliaran bebas di alam liar. Pemandangan ini membuktikan bahwa Alas Purwo terlalu indah jika hanya diingat sebagai "rumah hantu".
Mitos yang Menjaga Kelestarian Alam
Ada sisi positif yang menarik dari reputasi angker Alas Purwo. Rasa takut masyarakat terhadap hal mistis justru menjadi benteng konservasi alam yang paling ampuh. Mitos bahwa siapa pun yang menebang pohon atau mengambil sesuatu dari hutan akan mendapat celaka ("kesiku"), membuat hutan ini tetap lestari dan perawan hingga hari ini.
Di saat hutan lain di Jawa gundul dijarah pembalakan liar, Alas Purwo tetap rimbun dan hijau. Pohon-pohon raksasa berusia ratusan tahun masih berdiri kokoh karena tidak ada yang berani menyentuhnya. Satwa langka terlindungi bukan oleh pagar besi, tapi oleh pagar gaib yang dibangun dari cerita tutur turun-temurun. Alam dan mistis di sini bekerja sama menjaga keseimbangan ekosistem.
Datanglah dengan Niat Baik
Intinya, Alas Purwo adalah destinasi yang menawarkan paket lengkap: wisata adrenalin, ketenangan spiritual, dan keindahan alam kelas dunia. Kuncinya hanya satu: sopan santun. Seperti bertamu ke rumah orang, kita wajib menghormati tuan rumah, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat.
Jangan bicara kotor, jangan mengambil apa pun selain foto, dan jangan meninggalkan apa pun selain jejak kaki. Selama niatmu baik untuk menikmati keindahan ciptaan Tuhan, Alas Purwo akan menyambutmu dengan pesona magisnya yang tak terlupakan, bukan dengan gangguan yang menakutkan.
Next News

Bapukung: Kearifan Lokal Dayak dan Banjar dalam Menimang Buah Hati dengan Posisi Duduk
17 hours ago

Mengenal Air Terjun Tumpak Sewu, Niagara-nya Indonesia
18 hours ago

Kenapa Kota-Kota di Indonesia Punya Julukan Unik? Ternyata Ada Cerita Besar di Baliknya
17 hours ago

Tradisi Unik Balap Sapi di Sigi Sebagai Wujud Syukur Petani Usai Panen Raya
2 days ago

Marine Safari Bali sebagai Pusat Edukasi dan Konservasi Ekosistem Laut
4 days ago

Dekat Tugu Pahlawan, Ada Kampung yang Bikin Surabaya Terasa Tahun 1900-an
5 days ago

Pantai Selatan Jawa Timur Terkenal Angker, Benarkah Nyi Roro Kidul Masih “Berkuasa”?
5 days ago

Sering Dikira Ritual Mistis, Ini Makna Sebenarnya Larung Sesaji di Jawa Timur
5 days ago

Sudah Ada Sejak 1930, Ini Alasan Zangrandi Tak Pernah Sepi di Tengah Tren Gelato
6 days ago

Pendatang Wajib Tahu! Ini Sebabnya Gaya Bicara Orang Surabaya Sering Disalahpahami
6 days ago





