Bukan Lagi 'Mama Minta Pulsa', Penipu Sekarang Bisa Tiru Suara Ibumu.
Refa - Thursday, 11 December 2025 | 02:00 PM


Masih ingat zaman ketika penipuan digital itu terasa "lugu"? Kita mungkin pernah senyum-senyum sendiri membaca SMS nyasar berbunyi "Ini nomer baru Mama, tolong isikan pulsa..." yang dikirim dari nomor asing dan penuh typo. Waktu itu, mudah sekali membedakan mana teman asli dan mana penipu yang sedang coba-coba nasib.
Tapi, di tahun 2024 dan menjelang 2025 ini, era penipu amatir itu sudah lewat. Mereka kini punya senjata baru yang jauh lebih canggih, lebih personal, dan jujur saja, sedikit menakutkan, yaitu Kecerdasan Buatan (AI).
Lupakan SMS salah ketik atau email dari "Pangeran Nigeria". Ancaman terbaru sekarang bisa datang lewat panggilan telepon yang terdengar 100% akurat seperti suara orang yang paling kamu percaya. Entah itu sahabat, pasangan, atau bahkan orang tuamu sendiri.
Ketika AI Belajar "Berbicara"
Fenomena ini sering disebut AI Voice Cloning atau peniruan suara berbasis AI. Dulu, teknologi seperti ini cuma ada di film Mission: Impossible. Sekarang? Alatnya bertebaran di internet, bahkan banyak yang gratisan.
Cara kerjanya sebenarnya simpel tapi licik. Penipu hanya butuh sampel suara target mereka. Bisa dari video TikTok kamu yang sedang curhat, Instagram Story saat kamu menyapa followers, atau rekaman podcast.
Hanya dengan sampel suara beberapa detik saja, AI canggih bisa mempelajari nada, logat, hingga cara tertawamu. Setelah itu, si penipu tinggal mengetik teks apa pun. Misalnya: "Tolong transfer uang sekarang, aku kecelakaan!" dan AI akan membacakannya dengan suara yang persis seperti suaramu.
Skenario yang Bikin Merinding
Bayangkan skenario ini. Ponselmu berdering di tengah malam. Di layar tertera nama "Adik". Saat diangkat, terdengar suara adikmu menangis panik, napasnya tersengal-sengal, bilang dia ditahan polisi karena masalah mendesak dan butuh transfer uang tebusan saat itu juga. Suaranya, tangisannya, cara dia memanggil namamu, semuanya terdengar asli.
Dalam kondisi panik, logika kita biasanya langsung mati. Insting untuk menolong keluarga mengambil alih. Dan di situlah jebakannya. Kamu baru sadar sudah ditipu setelah mentransfer uang dan menelepon nomor asli adikmu yang ternyata sedang tidur nyenyak di kamarnya. Ini bukan cerita fiksi. Kasus seperti ini sudah mulai bermunculan di berbagai negara, dan hanya masalah waktu sebelum menjadi tren di sini.
Lalu, Kita Harus Bagaimana?
Tenang, jangan langsung parno dan membuang HP-mu ke laut. Teknologi memang bisa jahat, tapi kita manusia punya akal sehat yang (belum) bisa ditiru mesin. Untuk menghadapi modus penipuan "halus" ala AI ini, kita perlu trik yang justru sangat "jadul" dan manusiawi, yaitu
1. Terapkan "Kata Sandi" Keluarga
Ini cara paling efektif dan gratis. Buatlah kesepakatan dengan orang tua, saudara, atau sahabat dekat. Tentukan satu "kata sandi rahasia" atau pertanyaan unik yang hanya diketahui lingkaran dalam kalian. Contohnya: "Kalau kamu benar-benar Papa, apa nama kucing pertama kita yang mati tahun 2010?" Jika si penelepon gelagapan atau mengalihkan pembicaraan, matikan telepon. Itu pasti AI atau penipu.
2. Curigai Semua yang Mendesak
Penipu AI mengandalkan kepanikanmu. Ciri utamanya selalu sama, mendesak, emosional, dan minta uang. Jika kamu menerima telepon darurat dari "teman" yang minta transfer saat itu juga, tarik napas. Matikan telepon, lalu hubungi balik mereka di nomor yang biasa kamu hubungi (jangan tekan call back ke nomor yang baru saja menelepon).
3. Jangan "Memberi Makan" AI
Mulai sekarang, coba lebih bijak membagikan konten di media sosial. Jika akunmu publik, sadarilah bahwa setiap video di mana kamu berbicara adalah "bahan baku" gratis bagi siapa saja yang ingin mengkloning suaramu. Mungkin sudah waktunya mengunci akun atau membatasi siapa yang bisa melihat Story-mu.
Teknologi AI memang luar biasa membantu hidup kita, tapi di tangan yang salah, ia jadi alat kejahatan yang meyakinkan. Kuncinya cuma satu: di era digital yang serba cepat ini, jangan pernah percaya 100% pada apa yang kamu dengar, sekalipun itu terdengar seperti suara ibumu sendiri. Tetap skeptis adalah kunci keselamatan.
Next News

Bingung Pilih Earphone Kabel atau TWS? Ini Jawaban Paling Jujur
16 hours ago

Kenapa OTP Tidak Boleh Dibagikan? Berikut Bahaya Nyatanya
21 hours ago

Panduan Wajib Sebelum Factory Reset, Biar Data Tetap Selamat
20 hours ago

HP Lemot dan Panas Terus? Kenali Ciri-Ciri Ponsel yang Terserang Virus
21 hours ago

Cara Bikin Kata Sandi Kuat Tanpa Bikin Pusing
a day ago

Pakar ITB Bongkar Cara Simpel Hindari Aquaplaning
2 days ago

Sebelum Beli Smartwatch, Baca Ini Dulu Biar Nggak Nyesel
3 days ago

Ponsel Tiba-tiba Overheat dan Ngelag? Jangan Panik, Ini Alasannya
3 days ago

Baterai Tinggal Merah? Mode Hemat Daya atau Mode Pesawat, Mana yang Lebih Awet?
3 days ago

Terdengar Cerdas Tapi Salah, Ini Cara Kerja AI Sebenarnya
3 days ago






