Ceritra
Ceritra Update

Beauty Recap 2025, Dari Nostalgia Y2K hingga Red Lip Cola

Nisrina - Tuesday, 23 December 2025 | 09:47 AM

Background
Beauty Recap 2025, Dari Nostalgia Y2K hingga Red Lip Cola
Tren makeup 2025, Y2K pop star look (Instagram/@zaralarsson)

Tidak terasa kita sudah berada di penghujung tahun 2025. Jika kita menengok ke belakang, tahun ini dunia kecantikan benar-benar terasa seperti taman bermain yang penuh eksperimen menyenangkan. Lini masa media sosial kita tidak henti-hentinya dibanjiri oleh berbagai gaya riasan yang silih berganti viral. Mulai dari kebangkitan gaya masa lalu yang penuh nostalgia hingga inovasi produk unik yang mengubah rutinitas pagi kita.

Mari kita putar ulang kaset kenangan dan membedah kembali deretan tren yang sukses mendefinisikan wajah cantik tahun ini.

Sorotan utama tahun ini jatuh pada area mata yang tampil semakin berani. Estetika Y2K Pop Star Look kembali merajai panggung dan membawa kita bernostalgia ke era awal tahun 2000-an. Kita melihat banyak sekali riasan mata dengan warna-warna eyeshadow biru es atau perak metalik, glitter yang melimpah, serta kesan futuristik yang playful. Gaya ini seolah mengajak kita untuk kembali menjadi bintang pop idola remaja.

Tampilan mata tersebut semakin sempurna dengan kehadiran tren cluster lashes. Tahun ini, penggunaan bulu mata palsu satu strip penuh mulai ditinggalkan. Para pecinta makeup beralih menempelkan bulu mata per helai atau per bagian kecil secara terpisah. Teknik ini menciptakan efek mata boneka atau manga eyes yang dramatis, tajam, namun tetap memiliki definisi yang rapi dan terstruktur.

Beralih ke area wajah, tahun 2025 memperkenalkan kita pada sebuah istilah jenaka namun valid bernama blush blindness. Fenomena viral ini menggambarkan situasi di mana seseorang kehilangan sensitivitas terhadap ketebalan perona pipinya sendiri. Mereka merasa warnanya masih kurang terlihat, padahal bagi orang lain pipi mereka sudah sangat merah menyala. Tren ini melahirkan gaya makeup yang sangat blush-heavy dan memberikan kesan wajah yang merona ekstrem.

Namun di tengah keriuhan pemakaian blush yang tebal, tahun ini juga menjadi momen pencerahan alias "aha moment" bagi banyak orang lewat olive undertone awareness. Jutaan orang akhirnya menyadari bahwa kulit mereka tidak sekadar kuning langsat atau merah muda, melainkan memiliki rona kehijauan atau olive yang unik. Kesadaran massal ini memaksa banyak jenama kecantikan untuk berbenah dan merilis shade alas bedak serta concealer yang lebih inklusif dan akurat bagi pemilik kulit olive.

Untuk urusan pewarna bibir, nuansa gelap dan vampy menjadi primadona lewat tren cherry cola lips. Sesuai namanya, tren ini terinspirasi dari warna minuman soda ceri yang ikonik. Perpaduan warna merah tua kecokelatan dengan garis lip liner yang tegas dan lapisan gloss tebal sukses memberikan kesan misterius, seksi, namun tetap terlihat segar.

Inovasi teknologi produk juga mengambil peran besar tahun ini dengan populernya peel off lip stain. Produk ini menawarkan pengalaman aplikasi yang unik dan memuaskan. Pengguna harus mengoleskan gel tebal berwarna ungu atau biru ke bibir, mendiamkannya sejenak, lalu mengelupasnya. Hasilnya adalah warna alami seperti tato bibir yang menyatu sempurna dan tahan banting seharian tanpa perlu dipulas ulang berkali-kali.

Secara keseluruhan, tahun 2025 mengajarkan kita bahwa makeup adalah sarana ekspresi yang tanpa batas. Kita belajar untuk lebih berani bermain warna, bernostalgia, sekaligus lebih mengenali karakter unik kulit kita sendiri. Mari kita nantikan kejutan manis apa lagi yang akan dibawa oleh industri kecantikan di tahun mendatang.

Logo Radio
🔴 Radio Live