Ceritra
Ceritra Warga

Bau Besi pada Air Keran? Coba 4 Cara Alami Ini untuk Menjernihkannya Kembali

Refa - Saturday, 14 February 2026 | 03:00 PM

Background
Bau Besi pada Air Keran? Coba 4 Cara Alami Ini untuk Menjernihkannya Kembali
Ilustrasi air keran (pexels.com/Kelly)

Bau besi pada air keran sering kali menjadi masalah yang mengganggu, mulai dari membuat cucian baju menguning hingga meninggalkan rasa tidak enak saat digunakan untuk berkumur. Di wilayah seperti Surabaya atau kota besar lainnya, masalah ini biasanya berkaitan dengan kondisi geologis atau infrastruktur pipa yang sudah tua.

Berikut adalah penjelasan mengenai penyebab dan solusi alami yang bisa kamu lakukan di rumah:

Mengapa Air Bisa Berbau Besi?

  1. Kandungan Zat Besi (Fe) dan Mangan (Mn) yang Tinggi: Secara alami, air tanah di beberapa wilayah memiliki kandungan mineral logam yang tinggi. Saat air ini keluar dari keran dan bersentuhan dengan oksigen, zat besi tersebut teroksidasi, menimbulkan bau logam dan warna kuning kecokelatan.
  2. Pipa Berkarat: Jika kamu tinggal di bangunan lama, pipa distribusi yang terbuat dari besi mungkin sudah mengalami korosi di bagian dalam. Karat ini kemudian luruh dan bercampur dengan air yang kamu gunakan.
  3. Aktivitas Bakteri Besi: Ada jenis bakteri tertentu yang hidup dengan memakan zat besi. Meskipun tidak berbahaya bagi kesehatan secara langsung, bakteri ini menghasilkan lendir yang berbau karat dan bisa menyumbat pipa.

Cara Mengatasi Secara Alami & Mandiri

Jika kamu ingin menghindari penggunaan bahan kimia keras, berikut adalah beberapa metode alami yang efektif:

1. Metode Aerasi (Oksidasi Alami)

Zat besi dalam air akan mengendap jika terkena oksigen.

  • Caranya: Biarkan air keran mengalir ke dalam bak penampungan atau ember terbuka sebelum digunakan. Biarkan selama semalam.
  • Hasil: Bau besi akan menguap, dan partikel besi akan mengendap di dasar bak. Kamu tinggal mengambil air bagian atas yang sudah jernih.

2. Filtrasi Arang Batok Kelapa (Karbon Aktif Alami)

Arang adalah penyerap (adsorben) bau dan warna yang sangat kuat.

  • Caranya: Gunakan potongan arang batok kelapa yang sudah dicuci bersih, masukkan ke dalam wadah atau pipa saringan di mulut keran.
  • Hasil: Pori-pori pada arang akan mengikat molekul bau besi sehingga air yang keluar menjadi lebih netral.

3. Media Saring Pasir Pasir Silika dan Kerikil

Ini adalah teknik penyaringan tradisional yang masih sangat ampuh.

  • Caranya: Buatlah lapisan filter di dalam wadah yang terdiri dari kerikil di bagian bawah, lalu pasir silika di atasnya.
  • Hasil: Lapisan ini akan menyaring sedimen karat fisik yang terbawa oleh air.

4. Menggunakan Biji Kelor (Moringa)

Biji kelor dikenal sebagai penjernih air alami yang luar biasa.

  • Caranya: Tumbuk biji kelor kering hingga halus, lalu masukkan ke dalam bak penampungan air (sekitar 1 sendok makan untuk 10 liter air). Aduk sebentar dan biarkan mengendap.
  • Hasil: Zat dalam biji kelor akan mengikat logam dan kotoran, lalu membawanya mengendap ke dasar wadah.

Langkah Pencegahan Jangka Panjang

  • Rutin Kuras Toren: Seperti yang dibahas sebelumnya, sedimen besi sering menumpuk di dasar toren. Kuras minimal 3 bulan sekali agar bau tidak semakin pekat.
  • Ganti Pipa PVC: Jika bau besi berasal dari pipa karat, pertimbangkan untuk mengganti jalur pipa distribusi utama dengan pipa PVC atau PPR yang tidak bisa berkarat.
  • Pasar Filter Manganese Zeolite: Jika kadar besinya sangat parah (air langsung kuning saat keluar), kamu mungkin butuh filter berisi manganese zeolite yang khusus dirancang untuk mengikat zat besi.
Logo Radio
🔴 Radio Live