Awas Basah Kuyup! Langit Jatim Siang Ini Bakal Berubah Drastis, Cek Peringatan BMKG Sebelum Keluar Rumah!
Refa - Tuesday, 20 January 2026 | 08:00 AM


Warga Jawa Timur yang berencana menghabiskan waktu di luar ruangan hari ini, Selasa (20/1/2026), wajib meningkatkan kewaspadaan. Meski langit pagi terlihat bersahabat dengan awan cerah yang menggantung, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan sinyal merah untuk perubahan cuaca yang signifikan menjelang siang nanti.
Jangan sampai tertipu oleh ketenangan pagi hari. Laporan terbaru BMKG memprediksi bahwa kondisi atmosfer akan berubah drastis mulai siang hingga sore hari. Awan tebal diprediksi akan menyelimuti sebagian besar wilayah Jawa Timur, membawa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai sambaran petir.
Kondisi "mencekam" ini tidak berhenti di situ. Memasuki malam hari, meskipun intensitas hujan diprediksi menurun menjadi ringan, awan tebal masih akan bertahan. Menjelang dini hari, kabut tebal siap membatasi jarak pandang para pengendara, sehingga kewaspadaan ekstra sangat diperlukan bagi mereka yang melakukan perjalanan malam.
Suhu udara hari ini akan berayun ekstrem, mulai dari dinginnya 13 derajat Celcius di dataran tinggi hingga panas menyengat 32 derajat Celcius di dataran rendah. Kelembapan udara yang mencapai angka maksimal 100 persen dipastikan akan membuat suasana terasa sangat gerah sebelum hujan turun. Angin kencang juga menjadi ancaman serius, bertiup dari arah barat laut dengan kecepatan yang bisa menembus 38 km/jam di daratan.
Peringatan lebih keras ditujukan bagi masyarakat pesisir dan nelayan. Wilayah perairan Laut Jawa bagian timur, Selat Madura, hingga Samudra Hindia selatan Jatim sedang tidak ramah. Hujan lebat disertai angin kencang hingga 63 km/jam siap menghantam. Gelombang laut di perairan selatan bahkan diprediksi mencapai ketinggian hampir 3 meter, sebuah angka yang sangat berbahaya bagi kapal-kapal kecil.
Next News

Kenapa Petinggi Korporat Sekarang Lebih Pilih Ransel daripada Pakai Koper?
6 hours ago

Keren Sejak Dulu! Intip Skena Musik Indonesia Zaman Kolonial
11 hours ago

Penyelamat Nasi Putih: Bagaimana Sambal Menjadi Simbol Kemewahan Paling Murah di Indonesia
in 20 minutes

Kenapa Radang Tenggorokan Lebih Sering Menyerang Anak-Anak Daripada Orang Dewasa?
12 hours ago

Lebih dari Sekadar "Jamet": Membedah Filosofi di Balik Gaya Rambut Sasuke dan Subkultur Emo
2 days ago

Jangan Kaget Dulu! Membedah Kenapa "Jancok" Jadi Bahasa Cinta Arek Suroboyo
2 days ago

Tren Jorts dan Baggy Jeans 2026: Alasan Mengapa Celana Lebar Lebih Disukai daripada Skinny Jeans
3 days ago

Emang Masih Jaman Baca Koran? Alasan Koran Masih Tetap Layak Untuk Dibeli di Era Digital
3 days ago

Bukan Sekadar Mendayu, Ini Alasan Politis di Balik Vibe Melayu pada Lagu Nasional Indonesia
6 days ago

Bukan Sekadar Lomba 17-an, Egrang adalah "Life Lesson" Tentang Keseimbangan dan Ego
7 days ago






