Waspada Modus Penipuan Suara AI Tiru Customer Service Resmi
Nisrina - Tuesday, 27 January 2026 | 10:15 AM


Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI bak pisau bermata dua yang bisa melukai jika tidak diwaspadai. Salah satu ancaman terbesar di tahun 2026 adalah maraknya penipuan menggunakan teknologi Voice Cloning atau peniruan suara. Pelaku kejahatan kini mampu membuat tiruan suara yang hampir sempurna dari petugas customer service bank atau instansi pemerintah. Suara robot yang kaku kini telah berganti dengan intonasi manusiawi yang sangat meyakinkan.
Modus operandi yang sering digunakan adalah menelepon calon korban dengan dalih adanya transaksi mencurigakan. Suara AI tersebut akan terdengar sangat profesional tenang dan solutif layaknya petugas asli. Mereka akan memandu korban untuk melakukan langkah-langkah pengamanan yang sebenarnya justru menjebak. Korban yang panik sering kali tidak sadar telah menyerahkan kode OTP atau memindahkan dana ke rekening pelaku.
Tingkat kemiripan suara yang dihasilkan teknologi ini bisa mencapai akurasi di atas 95 persen. Bahkan dialek atau logat bicara pun bisa ditiru dengan sangat presisi berkat pembelajaran mesin yang canggih. Hal ini membuat metode verifikasi suara yang dulu dianggap aman kini menjadi rentan. Kita tidak bisa lagi 100 persen percaya pada siapa yang berbicara di ujung telepon hanya dari suaranya saja.
Langkah antisipasi paling ampuh adalah menerapkan prinsip Zero Trust terhadap panggilan tak dikenal. Jika ada penelepon mengaku dari bank segera matikan dan hubungi sendiri nomor resmi yang tertera di kartu ATM Anda. Jangan pernah meladeni permintaan data rahasia melalui sambungan telepon apa pun alasannya. Bank dan institusi resmi tidak akan pernah meminta password atau PIN kepada nasabah.
Penting juga untuk membuat kesepakatan "kata sandi keluarga" atau safe word dengan orang-orang terdekat. Hal ini berguna jika suatu saat ada penelepon yang mengaku sebagai anggota keluarga yang sedang tertimpa musibah. Verifikasi keaslian penelepon bisa dilakukan dengan menanyakan kata sandi rahasia tersebut. Literasi keamanan digital harus terus ditingkatkan untuk melawan kecanggihan modus kejahatan ini.
Next News

Kucing Kamu Sering Cuek? Yuk Kenali Bahasa Tubuh Si Anabul
a day ago

Cuaca Terik Surabaya Bikin Budaya 'Numpang Adem' di Cafe dan Mal Makin Marak
a day ago

Mengapa Kita Ragu Posting di Media Sosial? Simak Faktanya
a day ago

Tips Menghadapi SNPMB Tanpa Kehilangan Nafsu Makan dan Insomnia
a day ago

Manfaat Bantal untuk Kesehatan Mental Setelah Beraktivitas
a day ago

Sengkarut Hukum Roy Suryo dan Teka-Teki Ijazah Jokowi yang Memasuki Babak Baru Penuh Ketegangan
7 days ago

Spider-Noir dan Perang Estetika Antara Hitam Putih Klasik Lawan Warna Modern
15 days ago

Met Gala: Arisan Sosialita Level Dewa atau Sekadar Karnaval Baju Aneh?
14 days ago

Rahasia di Balik Guling: Dari "Istri Belanda" Hingga Jadi Teman Tidur Wajib Orang Indonesia
15 days ago

Dinamika Reshuffle: Antara Raport Merah, Catur Politik, dan Kebutuhan Zaman
15 days ago






