Waspada Heat Stroke! Bahaya Tersembunyi di Balik Tren Olahraga Pakai Jaket Tebal di Siang Hari
Refa - Saturday, 31 January 2026 | 03:00 PM


Siapa yang belum pernah dengar kabar tentang jaket parasut? Yaitu jaket tebal, plastik, atau yang dipakai di luar rumah buat nge-jogging di siang bolong? Banyak orang, terutama yang lagi cari cara cepat kurus, langsung pakai jaket ini. Gagasan sederhana yang dilakukan adalah semakin banyak keringat, semakin banyak lemak yang keluar dan badan jadi lebih ramping. Namun, kenyataannya lebih rumit dan sedikit lebih berbahaya daripada yang terlihat.
Kata Siapa Pakai Jaket Parasut?
Biasanya, kita bilang "lebih banyak keringat, lebih banyak lemak terbuang." Padahal, tubuh manusia tidak bisa sekadar "mengeluarkan lemak" lewat keringat. Ketika kita berolahraga di cuaca panas, tubuh mengeluarkan cairan lewat kelenjar keringat. Ini mekanisme pendinginan dengan tubuh mencoba menurunkan suhu dengan menguapkan air. Jadi, ketika pakai jaket tebal atau plastik, tubuh harus bekerja lebih keras untuk tetap dingin. Akibatnya, kita menangis lebih banyak atau lebih tepatnya, keringat lebih banyak.
Itulah kenapa banyak orang merasa berat badan turun saat berlari dengan jaket tebal. Namun, turun hanya karena kehilangan cairan, bukan karena lemak yang hilang. Setelah minum, berat badan biasanya kembali ke tingkat semula atau bahkan naik jika kita mengkonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibakar.
Fakta Medis yang Harus Diketahui
- Air, bukan lemak. Keringat berisi air, elektrolit, serta sedikit garam dan kotoran. Tanpa proses metabolisme, tubuh tidak bisa memecah lemak secara langsung lewat keringat.
- Dehidrasi = risiko serius. Kehilangan 2% berat badan lewat keringat sudah dapat memicu gejala dehidrasi ringan. Jika terus berlanjut, bisa menimbulkan heat stroke.
- Heat stroke. Ini kondisi di mana suhu tubuh naik melebihi 40°C. Gejalanya meliputi pusing, mual, kebingungan, dan bahkan kehilangan kesadaran. Tanpa penanganan cepat, bisa berakibat fatal.
- Tekanan darah turun. Ketika tubuh kehilangan banyak cairan, volume darah berkurang. Akibatnya, tekanan darah turun, membuat orang cepat pingsan, terutama ketika berdiri atau bergerak tiba‑tiba.
- Rasa lelah & stres. Beban termal pada tubuh tidak hanya membuat kita cepat kelelahan, tetapi juga menambah stres oksidatif pada sel-sel.
Berita ini bukan semata-mata peringatan; ini juga kesempatan bagi kita untuk mengubah pandangan tentang diet dan olahraga. Menjadi sadar bahwa "lebih banyak keringat" bukan indikator kebugaran atau penurunan lemak akan membantu banyak orang menghindari perilaku berbahaya.
Kenapa Ini Dapat Jadi Tren?
Di era media sosial, ide pemakaian jaket parasut saat olahraga bisa jadi viral karena terlihat simpel dan "cool". Foto‑foto orang yang memakai jaket tebal, wajah basah, tubuh yang terlihat lebih "tangkas". Semua ini memancing rasa ingin tahu. Namun, fakta medis menegaskan sebaliknya. Ini hanyalah "pembusukan" tubuh.
Tak jarang, orang yang merasa kurang percaya diri karena berat badan mereka akan mencoba solusi cepat. Ini menambah risiko karena mereka mungkin tidak memprioritaskan hidrasi, makan seimbang, atau bahkan berolahraga dengan intensitas yang aman. Padahal, kebugaran sejati tidak datang dari sekadar menurunkan angka di timbangan, tapi dari keseimbangan nutrisi, kebugaran fisik, dan kesehatan mental.
Bagaimana Cara Berolahraga yang Sehat Tanpa Jaket Parasut?
- Perhatikan suhu lingkungan. Lakukan jogging atau latihan di pagi hari atau sore hari ketika suhu tidak terlalu panas.
- Kenakan pakaian yang breathable. Pakaian berteknologi kering dapat membantu menguapkan keringat lebih cepat tanpa menahan panas.
- Hidrasi teratur. Minum air sebelum, selama, dan setelah latihan. Bisa juga minum minuman elektrolit jika olahraga intens.
- Perhatikan tanda tubuh. Jika merasa pusing, lemas, atau kepala terasa gelisah, segera berhenti dan istirahat.
- Gunakan strategi pendinginan. Beristirahat di tempat teduh, menempatkan es di leher atau telapak tangan, dan menggosok tubuh dengan sabun mandi dapat membantu menurunkan suhu tubuh.
Seperti yang dikatakan banyak pakar kebugaran, "Kebugaran bukan tentang menurunkan berat badan cepat, melainkan tentang menjaga tubuh tetap sehat dan berfungsi optimal." Dengan begitu, tidak ada lagi kebutuhan akan jaket parasut yang bisa menyesak dan membuat kita lebih cepat lemas.
Kesimpulan: Lebih Penting Dari Penurunan Berat Badan Sesaat
Berikutnya, saat memikirkan cara cepat kurus, pikirkan kembali. Apakah ingin menurunkan berat badan seketika dengan risiko dehidrasi, heat stroke, dan pingsan? Atau lebih baik mengadopsi pola hidup sehat yang berkelanjutan? Ingatlah, tubuh tidak membuang lemak lewat keringat. Itu hanya air, keringat. Oleh karena itu, solusi terbaik tetap sederhana. Minum cukup air, gunakan pakaian yang sesuai, dan hindari lingkungan berbahaya.
Berita pemakaian jaket parasut mungkin akan terus beredar di media sosial, tapi mari kita tetap bijak. Penurunan berat badan yang sehat memerlukan waktu, konsistensi, dan, yang paling penting, informasi yang benar. Jadi, sebelum menyesuaikan jaket tebal dan memulai lari siang bolong, pastikan sudah memahami risiko dan cara mengatasinya.
Next News

Jangan Pakai Filter! Gunakan 5 Teknik Ini Agar Foto Produkmu Terlihat Premium
in 6 hours

Cuma 5 Menit! Resep Smoothie Pemulihan Otot Setelah Olahraga Malam
in 4 hours

Jangan Asal Lari! Taktik Menghindari Lubang dan Kendaraan Saat Olahraga Malam
in 6 hours

Makan Apa Setelah Olahraga Malam? Panduan Nutrisi Agar Tidur Nyenyak & Otot Kuat
in 5 hours

Panduan Lengkap Peta Persebaran Empat Madzhab Fikih di Dunia Islam
in 6 hours

Bahaya Memendam Stres Kerja yang Sering Dianggap Tanda Mental Kuat
in 5 hours

Misteri Penyebab Hiu Paus Sering Terdampar di Laut Selatan
in 4 hours

Misteri Bunga Wijaya Kusuma Mekar Tengah Malam yang Dianggap Sakral
in 3 hours

Cukup Sudah! 5 Tanda Lingkungan Kerja Toxic yang Mengharuskanmu Segera Resign
in 3 hours

Terbangun Lapar Tengah Malam Sebaiknya Makan Dulu atau Paksa Tidur
in 2 hours






