Usus Sehat Tanpa Obat Pencahar! Studi Buktikan Makan Alpukat Tiap Hari Perbaiki Mikrobioma Perut
Refa - Monday, 26 January 2026 | 10:30 AM


Kesehatan sistem pencernaan sering kali menjadi indikator utama kesehatan tubuh secara keseluruhan. Studi terbaru yang dilakukan oleh University of Illinois mengungkapkan fakta menarik, konsumsi satu buah alpukat setiap hari dapat mengubah profil bakteri usus menjadi jauh lebih sehat.
Penelitian ini menyoroti bahwa manfaat alpukat melampaui sekadar kandungan lemak sehatnya. Buah ini bekerja efektif memperbaiki lingkungan mikroba dalam perut yang berdampak langsung pada imunitas dan metabolisme.
Berikut adalah 3 temuan kunci bagaimana alpukat bekerja menyehatkan usus:
1. Memperkaya Ragam Bakteri Baik
Kunci usus yang sehat adalah keragaman (diversity). Studi menunjukkan bahwa individu yang rutin makan alpukat memiliki variasi mikroba usus yang lebih kaya dibandingkan mereka yang tidak.
Peningkatan ini memicu produksi metabolit yang mendukung kesehatan usus, serta memperkuat lapisan dinding usus agar tidak mudah terinfeksi bakteri jahat penyebab penyakit.
2. Meningkatkan Pembakaran Serat
Alpukat adalah buah dengan kandungan serat pangan yang sangat tinggi (sekitar 12 gram per buah). Di dalam usus, serat ini difermentasi oleh bakteri baik menjadi Short-Chain Fatty Acids (Asam Lemak Rantai Pendek).
Senyawa ini sangat krusial karena berfungsi sebagai sumber energi bagi sel-sel usus besar dan memiliki efek anti-inflamasi (anti-peradangan), yang dapat mencegah risiko kanker usus besar.
3. Mengurangi Asam Empedu dan Membuang Lemak
Temuan paling unik dari riset ini adalah mekanisme pembuangan lemak. Konsumen alpukat terbukti mengeluarkan lebih banyak lemak melalui kotoran (feses), yang berarti lemak tersebut tidak diserap oleh tubuh menjadi timbunan kalori.
Selain itu, konsumsi alpukat juga menurunkan kadar asam empedu dalam usus. Kadar asam empedu yang terlalu tinggi sering dikaitkan dengan peradangan usus dan resistensi insulin (diabetes). Dengan kata lain, alpukat membantu "membersihkan" sisa metabolisme yang berpotensi meracuni tubuh.
Next News

Jangan Kendur! Ini 5 Amalan Utama Pasca-Nisfu Sya'ban Menuju Ramadan
in an hour

Surga Anggrek Tersembunyi di Jantung Pegunungan Meratus
in 2 hours

Burung Lonceng Putih Si Pemilik Suara Terkeras di Dunia
in an hour

Waspada Bau Napas Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius Ini
8 hours ago

Fakta Medis Empat Suplemen Jantung Populer yang Wajib Diketahui
9 hours ago

Penyebab Wajan Stainless Steel Berubah Warna dan Solusinya
10 hours ago

Hutan Gundul Picu Wabah Virus Nipah Kembali Mengancam
11 hours ago

Persahabatan Ternyata Obat Alami Paling Ampuh untuk Tubuh
12 hours ago

Mau Cabai Hidroponik yang Kokoh? Simak Panduan Topping untuk Petani Urban
14 hours ago

pH Meter Meleset? 5 Langkah Mudah Kalibrasi Alat Ukur untuk Hasil Panen yang Presisi
12 hours ago






