Uniknya Budaya Tidur Orang Jepang yang Ternyata Sangat Berbeda dari Indonesia
Nisrina - Tuesday, 10 February 2026 | 06:15 PM


Jepang dikenal sebagai negara dengan etos kerja yang sangat tinggi dan teknologi yang maju. Namun di balik kesibukan kota kota metropolitannya seperti Tokyo atau Osaka tersimpan sebuah budaya istirahat yang sangat unik dan berbeda dari negara lain termasuk Indonesia. Cara orang Jepang memandang tidur bukan sekadar kebutuhan biologis semata melainkan bagian dari tata krama sosial dan kesehatan jangka panjang.
Jika di Indonesia tidur di tempat umum atau di kantor sering dianggap sebagai tanda kemalasan atau kurang disiplin di Jepang justru sebaliknya. Ada filosofi dan tradisi kuno yang masih dipegang teguh hingga era modern ini. Kebiasaan kebiasaan ini mungkin terlihat aneh bagi orang asing namun ternyata memiliki alasan kesehatan dan kepraktisan yang masuk akal.
Artikel ini akan mengajak Anda menyelami dunia istirahat di Negeri Sakura. Kita akan membedah tradisi tidur di lantai yang menyehatkan tulang punggung hingga fenomena tidur sejenak di tempat kerja yang justru diapresiasi. Simak ulasan lengkapnya untuk mengetahui rahasia di balik kebugaran dan umur panjang masyarakat Jepang melalui pola tidur mereka.
Fenomena Inemuri atau Tidur Saat Hadir
Salah satu pemandangan yang paling membingungkan bagi wisatawan Indonesia saat berkunjung ke Jepang adalah melihat orang tidur di mana mana. Anda bisa melihat orang tidur sambil berdiri di kereta yang penuh sesak tidur di bangku taman atau bahkan tertidur saat rapat penting di kantor.
Di Indonesia perilaku ini mungkin akan mendapatkan teguran keras. Namun di Jepang ada istilah khusus untuk ini yaitu Inemuri. Secara harfiah Inemuri berarti "tidur saat hadir" atau tidur sejenak di tengah aktivitas. Ini adalah konsep sosial yang unik di mana seseorang diperbolehkan tidur sebentar di tempat umum atau tempat kerja asalkan mereka tidak mengganggu ketertiban dan siap bangun kapan saja jika dibutuhkan.
Filosofi di balik Inemuri sangat menarik. Orang yang melakukan Inemuri tidak dianggap malas. Sebaliknya mereka dianggap sebagai pekerja keras yang sangat berdedikasi hingga kelelahan. Tidur sejenak ini dilihat sebagai cara untuk mengisi ulang tenaga atau recharge agar bisa kembali bekerja dengan maksimal. Ini adalah bukti bahwa mereka telah bekerja sampai batas kemampuan mereka. Sebuah perspektif yang sangat kontras dengan budaya kerja di banyak negara lain.
Tradisi Tidur di Lantai dengan Futon dan Tatami
Perbedaan mencolok lainnya terletak pada alas tidur. Di Indonesia mayoritas masyarakat modern tidur di atas kasur tebal atau spring bed yang diletakkan di atas ranjang kayu atau besi. Semakin empuk kasurnya sering kali dianggap semakin nyaman dan mewah.
Namun di Jepang tradisi tidur di lantai masih sangat populer bahkan di apartemen modern sekalipun. Mereka menggunakan Futon yaitu kasur tipis berbahan katun yang digelar di atas lantai beralaskan Tatami atau anyaman jerami.
Kebiasaan ini bukan karena mereka tidak mampu membeli kasur tebal. Tidur di atas permukaan yang rata dan agak keras seperti lantai tatami dipercaya sangat baik untuk kesehatan tulang belakang. Permukaan yang kokoh membantu menjaga postur tubuh tetap lurus saat tidur mencegah nyeri punggung dan melancarkan peredaran darah.
Selain alasan kesehatan penggunaan futon juga sangat praktis untuk menghemat ruang. Rumah rumah di Jepang cenderung mungil. Dengan menggunakan futon kasur bisa dilipat dan disimpan di dalam lemari saat pagi hari sehingga ruangan tidur bisa berubah fungsi menjadi ruang tamu atau ruang makan. Ini adalah solusi cerdas untuk hunian minimalis.
Budaya Tidur Terpisah Bagi Pasangan Suami Istri
Di Indonesia dan budaya Barat tidur satu ranjang bagi pasangan suami istri adalah simbol keintiman dan keharmonisan rumah tangga. Tidur terpisah sering kali diartikan sebagai tanda adanya masalah dalam pernikahan atau kerenggangan hubungan.
Namun di Jepang tidur terpisah bagi pasangan suami istri adalah hal yang lumrah dan justru dianggap sebagai kunci keharmonisan. Banyak pasangan Jepang yang memilih tidur di ranjang terpisah atau bahkan di kamar yang berbeda. Alasan utamanya adalah untuk menghargai kualitas istirahat pasangan.
Orang Jepang sangat menghargai ketenangan. Mereka menyadari bahwa setiap orang memiliki jam biologis dan kebiasaan tidur yang berbeda. Ada yang suka begadang ada yang bangun sangat pagi ada yang mendengkur atau ada yang lasak saat tidur. Dengan tidur terpisah mereka memastikan pasangannya bisa tidur nyenyak tanpa gangguan sehingga saat bangun pagi keduanya merasa segar dan suasana hati menjadi baik. Jadi ini bukan soal kurang cinta melainkan bentuk cinta yang diwujudkan dengan memberi ruang istirahat terbaik bagi pasangan.
Konsep Kawa no Ji atau Tidur Bersama Anak
Meskipun pasangan suami istri mungkin tidur terpisah budaya tidur bersama anak atau Co sleeping justru sangat kuat. Di Jepang ada istilah Kawa no Ji yang menggambarkan formasi tidur orang tua dan anak yang menyerupai huruf kanji untuk "sungai".
Dalam formasi ini anak tidur di tengah diapit oleh kedua orang tuanya atau ibunya. Berbeda dengan budaya Barat yang mengajarkan kemandirian sejak bayi dengan menempatkan anak di kamar terpisah orang Jepang percaya bahwa tidur bersama anak sangat penting untuk membangun ikatan emosional atau bonding.
Tidur bersama ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak yang dipercaya akan membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang tenang dan percaya diri. Kebiasaan ini sering kali berlangsung hingga anak usia sekolah dasar. Bagi masyarakat Jepang kemandirian anak tidak diukur dari seberapa cepat mereka tidur sendiri melainkan dari kesiapan mental mereka yang dibangun melalui kedekatan fisik di masa kecil.
Ritual Ofuro atau Berendam Sebelum Tidur
Rahasia tidur nyenyak orang Jepang lainnya terletak pada ritual sebelum tidur. Di Indonesia mandi biasanya dilakukan pagi dan sore hari. Namun di Jepang mandi malam adalah ritual wajib untuk menutup hari.
Mereka memiliki budaya Ofuro atau berendam di air panas. Berendam ini bukan sekadar untuk membersihkan badan dari kotoran tetapi lebih kepada relaksasi otot dan pikiran. Air panas membantu menaikkan suhu tubuh sementara yang kemudian akan turun secara perlahan saat keluar dari bak mandi. Penurunan suhu tubuh ini memberikan sinyal alami kepada otak bahwa tubuh siap untuk beristirahat.
Efek relaksasi dari Ofuro sangat ampuh untuk mengusir stres pekerjaan seharian. Setelah berendam tubuh menjadi rileks pikiran menjadi tenang dan proses masuk ke alam tidur menjadi jauh lebih cepat dan lelap. Ini adalah salah satu alasan mengapa tingkat insomnia di kalangan masyarakat tradisional Jepang relatif rendah dibandingkan negara industri lainnya.
Apa yang Bisa Kita Pelajari
Meskipun kita tidak harus meniru semua kebiasaan tersebut ada banyak pelajaran berharga dari budaya tidur Jepang. Menghargai istirahat sebagai bagian dari produktivitas menjaga kesehatan tulang punggung dengan alas tidur yang tepat dan menciptakan ritual relaksasi sebelum tidur adalah hal hal yang bisa kita adaptasi.
Domi Bed sendiri sebagai penyedia perlengkapan tidur berkualitas sering kali menekankan pentingnya memilih kasur yang mendukung postur tubuh mirip dengan manfaat kesehatan dari futon Jepang namun dengan kenyamanan modern. Pada akhirnya tidur bukan hanya soal memejamkan mata tetapi tentang bagaimana kita mempersiapkan tubuh dan pikiran untuk menyambut hari esok dengan energi terbaik.
Next News

Cara Membersihkan Tabung Mesin Cuci dari Kerak dan Jamur
in 2 hours

5 Trik Mencuci Baju di Musim Hujan Agar Tetap Wangi Tanpa Matahari
in an hour

Bahaya Smiling Depression Saat Senyum Menutupi Luka Batin
in 4 hours

10 Cara Ampuh Mengatasi Stres Kerja Agar Mental Tetap Waras
in 3 hours

Sejarah Tragis dan Kelam di Balik Renyahnya Cakwe
in 40 minutes

Panduan Aman Membersihkan Layar HP dan Laptop Tanpa Merusak Lapisan Pelindung
35 minutes ago

7 Cara Ampuh Tidur Nyenyak Agar Bangun Pagi Lebih Segar dan Berenergi
in 6 hours

Langkah Tepat Menolong Teman yang Kecanduan Melukai Diri
in 7 hours

Waspada Kesedihan Ditinggal Orang Tercinta Bisa Picu Depresi Berat dan Diagnosis BPD
2 hours ago

Memahami 5 Stages of Grief Kübler Ross Agar Hati Kembali Pulih
3 hours ago






